Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • BPN Minta Massa Aksi 22 Mei Tahan Diri Tak Lakukan Kekerasan

Nasional

BPN Minta Massa Aksi 22 Mei Tahan Diri Tak Lakukan Kekerasan

Rabu, 22 Mei 2019 13:46
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau massa aksi 22 Mei agar menahan diri. Massa aksi diminta tak melakukan kekerasan dan provokasi.

"Massa yang demo juga harus tahan diri tidak lakukan kekerasan, provokasi, dan sebagainya," kata Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Dahnil mengimbau semua pihak, termasuk pihak kepolisian dan warganet, agar menahan diri. Dia meminta semua pihak tidak menggunakan kekerasan.

"Netizen juga kami imbau untuk tidak lakukan kekerasan verbal yang sekarang berkembang. Jadi kami berharap semua pihak saat ini harus menahan diri, baik itu bentuk kekerasan fisik maupun kekerasan verbal," katanya.

"BPN mengimbau semua pihak untuk menahan diri. Kepolisian menahan diri tidak secara demonstratif apa menggunakan persenjataan dan lainnya melakukan penanganan terhadap massa," imbuh Dahnil.

Dahnil menegaskan Prabowo sejak awal telah menyampaikan akan melakukan jalur sesuai dengan konstitusi. Dia menyebut Prabowo telah meminta semua pihak yang menggelar aksi untuk damai.

"Jadi seperti sejak awal disampaikan Prabowo kota dukung segala upaya penggunaan hak konstitusional dalam demokrasi tidak boleh lakukan kekerasan tidak boleh lakukan tindakan anarkis dan tetap damai," tutur dia.

Dia menyebut pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi adalah pihak yang memprovokasi dan melakukan kekerasan. Dia menyebut sejak awal Prabowo sudah memutuskan menempuh jalur konstitusional.

"Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka-mereka yang lakukan provokasi mereka yang lakukan kekerasan, karena sejak awal Pak Prabowo memutuskan jalur konstitusional mendukung segala upaya konstitusional dan mendorong gerakan yang damai menggunakan hak demokrasi," kata Dahnil.

Hingga kini, 6 orang dilaporkan tewas akibat kerusuhan itu. Selain itu, ada 200-an orang yang disebut mengalami luka-luka.



Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 11:37

    Pramono: Kantor Kecamatan Harus Jadi Rumah Rakyat, Beri Pelayanan yang Mudah

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan kantor kecamatan memberikan pelayanan maksimal dan menjadi rumah rak

  • Selasa, 19 Mei 2026 11:29

    Kebon Pala Jaktim Dapat Banjir Kiriman 140 Cm, Ketua RT Bilang Masih Aman

    Jakarta - Permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), terendam banjir pagi ini. Tinggi banjir mencapai 140 cm."Pagi ini, sekarang air sudah mencapai sekitar satu meteran, n

  • Selasa, 19 Mei 2026 11:16

    Ditabrak Fortuner, Pengemudi Bajaj Tewas di Jakbar

    Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jembatan Batu dekat Stasiun Kota, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (18/5). Sopir bajaj meninggal dunia setelah dihantam mobil Fortuner.Korban MGA (34) meninggal

  • Selasa, 19 Mei 2026 11:12

    Penjambret WNA di Bundaran HI Komplotan Begal di Jakarta, Sudah Beraksi 120 Kali

    Kepolisian mengungkap tiga dari delapan pelaku begal ditangkap merupakan komplotan jambret ponsel milik Warga Negara Asing (WNA) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.Direktur Reserse Krimin

  • Selasa, 19 Mei 2026 11:03

    Ledakan di Halaman Gereja Intan Jaya, TNI Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Informasi Belum Terverifikasi

    Komando operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan keprihatinan mendalam terkait insiden ledakan di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.