Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jauhkan Rakyat dari Cita-cita Nasional, Rizal Ramli dan Kwik Komitmen Melawan Neolib

Jauhkan Rakyat dari Cita-cita Nasional, Rizal Ramli dan Kwik Komitmen Melawan Neolib

Laporan : Joko Prasetyo
Senin, 23 Apr 2018 20:36
Joko Prasetyo
JAKARTA- Dua mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie mendadak mengadakan pertemuan membicarakan masalah sistem perekonomian Indonesia yang makin memprihatinkan. Keduanya memandang negara harusnya memainkan peranan pentingnya dalam meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya, bukan lebih mementingkan pihak asing.
 
"Sesuai cita-cita founding fathers bahwa ekonomi Indonesia itu di tengah, bukan komunis dan juga bukan kapitalisme liberal," tegas Rizal Ramli didampingi Kwik Kian Gie, di kediamannya, Jalan Bangka IX, kawasan Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).
 
Rizal Ramli mengatakan Neoliberalisme adalah paham ekonomi yang mengecilkan peran negara seminim mungkin dan menghendaki seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar bebas. Dalam sistem ekonomi neolib, yang diuntungkan selalu pihak asing dan para pemodal besar di dalam negeri. Sedangkan rakyat serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lebih banyak dirugikan.
 
"Itulah sebabnya, kita harus melawan setiap upaya dan praktik yang hendak menerapkan ekonomi neoliberal di Indonesia," tegas Rizal Ramli.
 
Ditambahkan Rizal, ciri lainnya dari sistem ekonomi neoliberal, yaitu selalu memotong subsidi dan menaikan harga barang an jasa sesuai standar internasional. Padahal pendapatan rakyat jauh di bawah standar Internasional. Selama Indonesia mengikuti model pembangunan neoliberal ala Bank Dunia, ekonomi Indonesia tidak akan pernah tumbuh di atas 6,5 persen.
 
"Ini disebabkan karena Indonesia bergantung  pada utang luar negeri. Jika ekonomi tumbuh lebih dari 6,5 persen, maka akan terkendala oleh utang yang semakin tinggi dan terjadi overheating," kata Rizal Ramli.


Dalam pandangannya, Rizal menyatakan sistem ekonomi Indonesia yang kini didominasi neoliberalisme akan menghasilkan kondisi rakyat yang jauh dari cita-cita nasional. "Kami akan terus melawan neoliberalisme. Bukan orangnya yang kami lawan tapi perilakunya yang kami tidak suka," tegas Rizal Ramli alias RR.

Lebih jauh Rizal menegaskan Indonesia akan bangkrut jika sistem neoliberalisme terus dipakai pemerintah. Ia menyebut sistem neoliberalisme bercokol di Indonesia sejak tahun 1967, saat kelompok "Mafia Berkeley" diminta Orde Baru mengurus bidang ekonomi. "Kami akan terus melawan dengan cara kami masing-masing," katanya.

Selain itu kata Rizal Ramli, negara yang menerapkan sistem ekonomi neoliberal, anggaran akan diprioritaskan untuk membayar pokok dan bunga utang. Di APBN 2018, Indonesia mengalokasikan anggaran lebih dari Rp800 triliun atau hampir sepertiga dari APBN hanya untuk membayar bunga an cicilan pokok utang. "Angka ini jauh lebih besar dari anggaran pendidikan, infrastruktur, gaji dan tunjangan pegawai negeri," kata Rizal.

Rizal berharap siapapun yang terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2019 mendatang untuk menghentikan praktik ekonomi neoliberal. "Siapapun yang menjadi presiden nanti untuk menghentikan sistem ekonomi neoliberal ini," ujar Rizal Ramli. 

Rizal dan Kwik pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus BLBI. Kwik Kian Gie pernah diperiksa setidaknya dua kali pada tanggal 20 April 2017 dan 11 Desember 2017.

Dalam keterangannya Kwik Kian Gie mengatakan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) masih berutang Rp 3,7 triliun namun sudah menerima Surat Keterangan Lunas (SKL) yang diterbitkan Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Sementara Rizal Ramli pernah diperiksa KPK pada tanggal 2 Mei 2017. Usai diperiksa, Rizal mengungkapkan bahwa kasus BLBI itu pelakunya adalah elit politik. (jok)
nasional
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.