Nasional
Kepala BIN Budi Gunawan Diharapkan Mampu Selesaikan Kasus Warisan
Sabtu, 10 Sep 2016 12:37
JAKARTA - Beberapa pekerjaan rumah menanti Jenderal Budi Gunawan (BG) pasca dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso.
Pengamat Milter dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi menyarankan, ada tiga hal yang harus diselesaikan oleh BG dalam menduduki jabatan sebagai pucuk pimpinan di badan mata-mata negara tersebut.
"Pertama persoalan internal, yang kedua soal target-target untuk prestasinya yang ketiga adalah kasus-kasus warisan yang harus menjadi perhatian karena ekspektasi masyarakat terhadap Pak BG ini besar, jadi dia harus butuh dukungan internal," kata Fahmi kepada Okezone, Sabtu (10/9/2016).
Persoalan di internal ini, lanjut dia, harus menjadi persoalan yang segera diselesaikan di awal. Pasalnya, Fahmi menilai, hal ini tidak berjalan mulus di masa Sutiyoso.
"Kami harus mengakui BIN ini komponennya bermacam-macam ya, ada dari TNI, ada dari Polri, ada aparatur sipil negara (ASN). Menyelaraskan tiga komponen ini enggak gampang juga. Harapan kita, Pak BG harus bisa menyelesaikan ini di awal, menghilangkan ego sektoral di BIN," katanya.
Untuk pembenahan internal ini, mantan Wakapolri ini bisa merevie dan mereposisi kembali jabatan-jabatan strategis yang ada di BIN.
"Rotasi atau mutasi untuk menunjang keefektifan kinerja saya kira itu perlu dilakukan di awal supaya tidak menghambat langkah-langkah beliau ke depan," katanya.
Untuk kasus-kasus warisan, Fahmi berharap ini bisa diselesaikan. Hal ini tentunya akan sangat baik dalam rangka membangun sinergi dengan kelompok masyarakat sipil.
"Jika Pak BG bisa menyelesaikan kaya kasus munir, kemudian informasi soal 17 perwira yang tersangkut kasus 1998 ternyata sebagian di antara mereka ternyata masih aktif dan ternyata banyak yang bertugas di BIN. Ada kelompok masyarakat sipil yang menuding BIN dijadikan tempat aman bagi jenderal bermasalah. Ini jangan sampai terjadi di masa Pak BG. Ini akan membantu dia untuk membangun jejaring yang baru yang lebih strategis antara pemerintah dengan kelompok masyarakat," tukasnya. (Okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri