Nasional
Panglima TNI : Di Darah Manusia Indonesia Mengalir Gen Ksatria
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Rabu, 28 Sep 2016 09:15
JAWATIMUR - Bangsa ini adalah bangsa patriot dan satria, setiap manusia Indonesia mengalir gen ksatria, dari Sabang sampai Merauke semua suku mempunyai senjata dan bangsa inilah yang bisa mengusir penjajah dengan darah perjuangan sendiri.
Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo saat melakukan ziarah ke makam Bung Karno dalam rangka HUT TNI
ke-71 di Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).
Panglima TNI menjelaskan bahwa, ziarah ini merupakan wujud penghormatan
kepada Panglima tertinggi, karena secara Undang-Undang Presiden Republik
Indonesia adalah penguasa terhadap Angkatan Darat, Angkatan Laut dan
Angkatan Udara.
"TNI beserta angkatan telah mengadakan rapat staf, memutuskan bahwa
perlu adanya ziarah rombongan kepada mantan-mantan Panglima tertinggi
atau Presiden, yaitu kepada makam Bung Karno, Gusdur, pak Soeharto dan
Panglima pertama Jenderal Sudirman," ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI juga mengatakan bahwa, pendahulu kita hanya menghantarkan
kedepan pintu gerbang, namun yang masuk dan mengisi pembangunan adalah
generasi muda dengan perjuangan yang masih panjang, sehingga sejarah
harus benar-benar dipahami dan jangan dilupakan serta selalu waspada.
"Ini yang perlu generasi muda TNI ikuti langkah-langkahnya, karena Bung
Karno mengatakan bahwa perjuangan saya tidak begitu sulit karena hanya
mengusir penjajah, tapi perjuanganmu nanti lebih sulit karena akan
melawan bangsamu sendiri," ungkapnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa, Indonesia
merupakan Negara besar yang telah meninggalkan pesan postif melalui
sejarah pendahulunya dalam menghadapi potensi ancaman, gangguan dan
hambatan serta memelihara kemerdekaan.
"Generasi muda adalah generasi harapan bangsa, harus benar-benar
berjuang berdasarkan budaya kita, dengan melihat contoh yang telah
ditunjukankan pendahulu kita," tutur Panglima TNI.
Sejarah bangsa akan dianggap penting dan menginspirasi manakala
dipandang sebagai suatu tauladan, sehingga selalu diperlukan pemikiran
positif dalam menyikapinya untuk meraih nilai manfaat.
"Agar generasi muda tidak lupa sejarah, bisa mencontoh bagaimana bentuk
perjuangan, gelora, semangat pantang menyerah, berjuang dengan tulus
ikhlas dan berani sehingga bangsa ini bisa merdeka," tegas Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI mengatakan bahwa tradisi baru ini diharapkan dapat
dilakukan setiap tahunnya bukan hanya saat dirinya menjabat sebagai
Panglima TNI, namun dapat diikuti Panglima-Panglima mendatang dengan
melakukan hal yang sama untuk melestarikan hal positif ini. (ded)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri