Nasional
Panglima TNI : Kebersamaan TNI-Rakyat Merupakan Pusat Kekuatan
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Rabu, 28 Sep 2016 13:04
JAWATIMUR - Kedekatan dan kebersamaan TNI-Rakyat adalah
inti dan pusat kekuatan (centre of gravity) dari Sistem Pertahanan
Semesta yang kita anut. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo saat melaksanakan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari dan
KH Abdurrahman Wahid dalam rangka memperingati Hari TNI ke-71 di Pondok
Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016).
Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam rangkaian Hari TNI ke-71, TNI ingin
membangun suatu tradisi luhur, mengenang dan menghormati para pahlawan
pelaku sejarah yang berjasa terhadap negara Indonesia.
"Dengan tradisi seperti ini, kita tidak melupakan sejarah, disini ada
Gusdur dan KH Hasyim Asyari, ini semuanya kental dengan sejarah
nilai-nilai yang perlu ditauladani," ungkap Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa tanggal 17
Agustus sebagai hari Kemerdekaan, 5 Oktober sebagai Hari TNI, 22 Oktober
sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU dan 10 Nopember sebagai
hari pahlawan merupakan 4 rangkaian peristiwa penting yang bersentuhan
langsung dengan Kedaulatan Indonesia dan sejarah TNI, sehingga saling
mempengaruhi dan menguatkan.
"Setelah 17 Agustus ketika NICA membonceng sekutu untuk kembali
menyerang maka Bung Karno sowan minta fatwa untuk jihad, selanjutnya KH.
Hasyim Asyari megeluarkan fatwa jihad pada 22 Oktober dan dilanjutkan
dengan perjuangan serentak pada 10 November," ucapnya.
Saat itu, TNI baru lahir sekitar dua bulanan, belum ada kekuatan,
senjata terbatas dan harus menghadap tentara sekutu yang jago perang dan
memiliki persenjataan modern saat itu. Namun rakyat dengan TNI
bersama-sama menghadapinya dengan energi sosial merdeka atau mati
akhirnya bisa mengusir bangsa kolonial bahkan membunuh Panglimanya
Jenderal Malaby.
Panglima TNI menekankan bahwa, perjuangan dan kepentingan mempertahankan
kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah, siapapun
dan dimanapun mempunyai kewajiban sama untuk membela bangsa dan negara
Republik Indonesia. Sebagai contohnya, Komandan penyerangan terhadap
sekutu di Surabaya adalah Singa Jawa Barat KH. Abas seorang pimpinan
pondok pesantren Buntet Cirebon.
"Kita harus bergandengan tangan saling bantu, pantang menyerah,
komitmen, rela berkorban, yang terpenting berjuang tulus dan ikhlas
tidak punya kepentingan apa-apa untuk bangsa dan negara," imbuh Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo.
Ia menambahkan bahwa, Indonesia memiliki banyak sifat dan karakter
budaya luhung yang tidak dimiliki bangsa lain, sehingga merupakan
penguat persatuan dan kesatuan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia
Raya.
"Ini yang perlu ditauladani dalam ziarah ini, agar generasi muda TNI
tidak melupakan sejarah dan mencontoh untuk melanjutkan perjuangan yang
semakin sulit," terang Panglima TNI.
Sejak awal, TNI memang tidak dirancang untuk berperang atau bertempur
sendiri, TNI menyadari bahwa keberadaannya berasal dari rakyat,
berstatus anak kandung rakyat dan dibesarkan oleh rakyat, maka tidak ada
alasan bagi prajurit TNI untuk selalu dekat, bersama-sama dan
menghormati serta membela Rakyat.
"Berdasarkan realitas tersebut, maka telah terbangun suatu pemahaman
bersama diantara seluruh prajurit TNI bahwa Bersama Rakyat TNI Kuat,
Hebat dan Profesional," pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri