Nasional
Panglima TNI: Narkoba Adalah Bisnis Ilegal terbesar di Indonesia
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Sabtu, 27 Agu 2016 10:38
JAKARTA - Bisnis yang paling besar di Indonesia saat ini adalah Narkoba tetapi itu adalah bisnis ilegal dan semua bisnis yang ilegal pasti akan merapat kepada aparat keamanan untuk mencari perlindungan, bisa ke Polisi atau ke TNI.
Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo saat memberikan kuliah umum dihadapan 490 Mahasiswa
Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan), PMPP IPSC, Sentul, Bogor,
Jawa Barat, Jumat (26/8/2016).
Panglima TNI dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa,
penyalahgunaan Narkoba di indonesia sudah sangat luar biasa,
diperbatasan-perbatasan dan bahkan anak kecil pun sudah terkena Narkoba
yang diracik dalam bentuk makanan saat ini. Pada tahun 2016 kurang lebih
5,1 juta penduduk yaitu sekitar 2% dari jumlah penduduk Indonesia yang
menyalahgunakan Narkoba, dimana ada yang menjadi pengguna dan ada yang
menjadi pengedar Narkoba.
"Sekitar 15.000 jiwa meninggal setiap tahun akibat penyalahgunaan
Narkoba, korban akibat Narkoba sudah sangat banyak, dimana jumlah korban
melebihi jumlah korban akibat serangan teroris yang ada di Indonesia.
Sepengetahuan saya sepanjang ada teroris di indonesia korbannya tidak
sampai 15.000 jiwa," ucap Panglima TNI.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dapat dibayangkan setiap tahun
penduduk Indonesia kurang lebih 15.000 meninggal akibat Narkoba, dan
ingat Narkoba adalah fenomena gunung es, dimana permukaannya saja
terdapat 15.000 dan dibawahnya akan lebih banyak lagi. "Semua kasus
Narkoba yang terjadi di Indonesia adalah untuk lost generation dan
inilah yang dikatakan perang candu serta merupakan bagian dari perang
modern yang dikatakan proxy war," katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, dapat kita lihat di media baik
televisi maupun cetak dan online, Polisi menangkap Narkoba tetapi pelaku
dan pengedar Narkoba tidak pernah habis. Narkoba yang ada di Indonesia
kebanyakan berasal dari China yang transit di Malaysia, walaupun kita
ketahui bersama di Malaysia dilarang, namun sampai sekarang BNN belum
dapat bekerja sama dengan pihak Malaysia tidak diijinkan.
"Saat ini Tim Investigasi TNI bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan
PPATK sedang melakukan pencarian informasi dari bekas-bekas tahanan yang
sudah dibebaskan untuk mengungkap testimoni Freddy Budiman yang di
sampaikan oleh Haris Azhar," pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
(ded/rls)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri