Minggu, 03 Mei 2026

Politik Balas Budi Jokowi Berlebihan

Selasa, 11 Agu 2015 09:12
dok.Okezone
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan relawannya sebagai calon duta besar (dubes) dinilai terlalu beresiko terhadap hubungan internasional Indonesia. Oleh karena itu, sikap politik balas budi pria asal Solo itu dinilai berlebihan.

"Ini sangat berbahaya dalam konteks kenegaraan, khususnya dalam hubungan internasional. Dalam konteks tradisi dalam mengisi jabatan publik, itu sangat membahayakan," ujar Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, hubungan luar negeri Indonesia ke depannya akan menjadi hal yang penting dan strategis. Bahkan, tantangan kian berat khususnya setelah Indonesia menerapkan kebijakan hukuman mati bagi pengedar narkoba.

"Dengan asal tunjuk calon dubes, posisi Indonesia dalam hubungan internasional juga menjadi pertaruhan," tandasnya.

Asep mengakui, politik balas budi memang sesuatu yang lumrah dalam politik. Tapi, apa yang dilakukan di masa pemerintahan Jokowi, terkesan seperti overdosis dengan menempatkan relawannya di segala bidang jabatan.

"Dulu saja zaman Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) tidak seperti ini. Bahkan waktu Bu Megawati saja, enggak separah ini," katanya.

Menurut Asep, penempatan relawan Jokowi di sejumlah posisi strategis pemerintahan, adalah cara suami Iriana Jokowi itu untuk bisa melanjutkan kekuasaannya di periode selanjutnya.

Oleh karena itu, lanjut Asep, DPR harus menjadi penyaring 33 nama calon dubes yang sudah diajukan. DPR harus jeli melihat calon dubes tersebut.

"Saringannya di DPR. Kita tidak ingin dubes ini jadi tempat penampungan orang yang tidak mendapatkan porsi jabatan di pemerintah," pungkasnya. (okezone.com)

nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Selasa, 14 Apr 2026 18:47

    Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

    JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem

  • Sabtu, 11 Apr 2026 19:10

    Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

    Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta

  • Rabu, 24 Des 2025 18:05

    Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026

    JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr

  • Rabu, 24 Des 2025 11:00

    Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR

    Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.