Nasional
Presiden Jokowi Bicara Era Persaingan di Pondok Gontor
Senin, 19 Sep 2016 15:31
PONOROGO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara era persaingan dan kompetisi antar negara saat berkunjung ke Pondok Modern Gontor, di Ponorogo, Jawa Timur.
"Dari sisi persaingan sudah ditunjukkan bahwa alumuni Gontor bisa bersaing. Inilah kualitas yang saya ingin jaga, dijaga agar persaingan antar negara bisa kita menangkan," kata Jokowi saat menghadiri acara resepsi tasyakuran peringatan 90 tahun Pondok Modern Gontor, Senin (19/9/2016).
Presiden mengungkapkan, Pondok Gontor telah terbukti meluluskan para alumninya menjadi tokoh nasional, seperti Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta tokoh lainnya.
"Ini Pondok bukan hanya nasional tapi mendunia, tadi Pak Gubernur (Soekarwo) terima kasih di Jatim sudah ada Gontor. Saya juga (terima kasih) karena di Indonesia sudah ada Pondok Gontor. Jangan kalah dengan gubernur," kata Jokowi menanggapi pidato Gubernur Jatim.
Presiden juga mengaku kagum dengan mahasiswa dan santri Gontor yqng berasal dari Sabang sampai Merauke.
Jokowi mengatakan, kompetisi antar negara sudah dibuka dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak awal 2016.
"Artinya batas negara sudah hilang, orang Malaysia bisa usaha di Indonesia, Indonesia bisa ke Brunei, sudah dibuka hanya belum terlihat," kata Presiden.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan konsekuensi negara kerterbukaan adalah apakah kita (Indonesia) siap bersaing dengan mereka baik SDM maupun produk.
"Saya katakan tidak ada pilihan harus siap dan ada beberapa sektor yang harus dibenahi," pesan Presiden.
Ia menambahkan, saat ini kondisi hampir semua negara berada pada posisi yang sulit, ekonomi sulit dan politik dunia juga banyak ketidakpastian,.
"Tahun lalu lembaga riset-riset dunia menyampaikan ekonomi dunia akan bergerak baik tapi terakhir masih akan turun lagi, politik juga sama, masalah pengungsi dari Timur Tengah yang masih berlanjut," katanya.
Jokowi menyatakan bersyukur karena Indonesia politik dan ekonominya stabil, karena didukung potensi sumber daya alam.
"Saya kira butuh sebuah kerja keras meskipun punya potensi, banyak, punya laut yang berskala ekonomi besar, minerba dan minyak besar tapi tanpa SDM yan baik, berakhlak baik sulit kita berkompetisi dengan negara lain," tukasnya. (Okezone.com)
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri