Minggu, 03 Mei 2026

Puan Seharusnya Ikut Di-reshuffle

Kamis, 13 Agu 2015 08:28
Antara
Menko PMK Puan Maharani (kiri).

JAKARTA-Reshuffle kabinet akhirnya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah sekian lama ramai diperbincangkan publik. Lima kementerian mendapatkan pimpinan baru ditambah lagi dengan satu jabatan setingkat menteri.

Pengamat Politik Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengatakan, melihat nama-nama menteri yang diganti sebenarnya sudah kelihatan bahwa Jokowi telah merespon kritik yang disampaikan publik selama ini terkait kinerja kabinetnya.

"Nama-nama seperti Tedjo Edhy Purdijatno, Indroyono Soesilo, Gobel, dan Andi Widjajanto memang banyak disebut-sebut sebagai kandidat kuat menteri dan pejabat setingkat menteri yang mesti di-reshuffle," ujarnya, Kamis (13/8/2015).

Sementara pengganti keenam posisi yang di-reshuffle juga bukan wajah-wajah baru, kecuali Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. Dengan demikian, Lucius menulai, reshuffle perdana ini cukup membangkitkan optimisme terhadap keberlangsungan Kabinet Kerja.

"Jokowi nampak masih punya independensi untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan strategis sebagai menteri. Tak begitu nampak ada intervensi kuat dari parpol, walau tak bisa dibilang tak ada sama sekali," katanya.

Menurutnya, kehadiran Pramono Anung dan Rizal Ramli bisa dianggap mewakili kepentingan elite PDIP, selain juga dikenal dekat dengan Jokowi. Walau keduanya mempunyai kapasitas, akan tetapi tetap saja tak dipungkiri ada kepentingan Jokowi untuk terus didukung oleh PDIP.

"Luhut Panjaitan juga bukan orang baru dan dikenal sangat dekat dengan Jokowi. Dengan demikian faktor kedekatan juga ikut bermain walaupun tak terhindarkan karena sebagai pembantu, menteri tak hanya dituntut ahli di bidang tertentu, tetapi juga bisa berkoordinasi dalam kerja bersama menyukseskan program-program Jokowi," jelasnya.

Sementara, Darmin Nasution juga sudah dikenal luas melalui jabatannya di Bank Indonesia dan Ditjen Perpajakan. Darmin dinilai punya kapasitas untuk menduduki jabatan Menko Perekonomian.

Lalu Sofyan Djalil merupakan orang dekat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sehingga, jabatan barunya juga tidak bisa tidak dianggap sebagai upaya Jokowi-JK untuk membangun tim yang sudah saling kenal satu dan lainnya.

Di atas semua kekurangan itu, lanjut Lucius, publik juga bertanya-tanya apakah hanya enam pos yang di-reshuffle saja pantas untuk diganti? Kata dia, bukankah masih ada menteri yang kinerjanya juga banyak diragukan.

"Sosok seperti (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Puan Maharani misalnya tak lebih baik misalnya dari Tedjo Edhy, seharusnya ikut di barisan menteri yang diganti. Saya yakin pertimbangan latar belakang menteri sebagai orang partai juga ikut menjadi penentu seseorang diganti atau tidak perlu diganti," pungkas Lucius. (okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:26

    Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan

    JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:24

    Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?

    JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:21

    Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah

    JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:05

    23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural

    JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:03

    May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh

    JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.