Nasional
Satgas Karhutla Riau Nyatakan Perang Terhadap Perambah Hutan
Laporan:Hendra Dedi Syahbudi
Kamis, 08 Sep 2016 12:05
JAKARTA - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) di
Provinsi Riau menyatakan perang terhadap perambah hutan dan terus
melakukan upaya tegas yang berefek jera secara terintegrasi dalam
penanganan Karhutla yang menimbulkan asap dan dapat mencemari lingkungan
serta merugikan negara termasuk timbulnya komplain komplain dari negara
tetangga.
"Sudah cukup kita dibikin pusing oleh mereka, sekarang saatnya kita yang
bikin mereka pusing karena ulah mereka sendiri," tegas Pangdam I/BB
Mayjen TNI L. Pusung saat melaksanakan pemantauan penanganan Karhutla di
wilayah Riau, Rabu (7/9/2016).
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. di Mabes TNI
Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2016) mengatakan bahwa Satgas
Karhutla telah berjuang tanpa kenal lelah, dihari libur bahkan
lebaranpun tetap berupaya mencegah dan padamkan kebakaran yang muncul,
bahkan sampai seorang prajurit TNI gugur dalam melaksanakan tugas
operasi tersebut.
Pemantauan di lokasi kawasan cagar biosfer di daerah Siak kecil melalui
udara terus diintensifkan dengan hasil yang signifikan. "Ditemukan hutan
yang terkesan dibiarkan terbakar atau sengaja dibakar oleh penghuni
gubuk yang terdapat di sisi lahan hutan tersebut, barang bukti yang
ditemukan telah memperkuat dugaan tersebut dan dilakukan pembersihan
terhadap gubuk tersebut," tutur Kolonel Czi Berlin.
Kabidpenum Puspen TNI menjelaskan bahwa untuk memberikan tindakan tegas
dan efek jera kepada para perambah dilaksanakan operasi dengan
menggunakan 2 (dua) Heli yaitu Heli Super Puma TNI AU yang mengangkut
personel Paskhas dan Reskrimsus Polda Riau serta Heli MI BNPB yang
mengangkut tim pengendali dan media dengan target sasaran pelaku dan
pembersihan pondok perambah yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Kasrem 031/WB, Kolonel Czi I Nyoman Parwata memimpin langsung
pelaksanaan operasi didampingi oleh Kalaksa BPBD Provinsi Riau, Kadisops
Lanud, Kepala BMKG, Ketua Manggala Agni dan insan media cetak serta
elektronik. "Tim Paskhas dan Reskrimsus diturunkan dari Heli Super Puma
TNI AU, sementara pemantauan dan pengendalian dilakukan dari pesawat MI
BNPB yang tetap berpatroli sampai pelaksanaan operasi selesai," ujar
Kabidpenum Puspen TNI.
Kolonel Czi Berlin mengatakan bahwa kerja sama secara sinergi antara
Satgas Karhutla dengan Dishutbun dan KLHK sangat dibutuhkan. "Akan
dilaksanakan operasi yustisi untuk mendata dan mendokumentasikan
orang-orang yang berada dan membangun gubuk didalam kawasan dan apabila
suatu saat di lahan tersebut terbakar, maka sesuai foto bisa kita cari
dan tangkap sebagai tersangka," pungkas Kabidpenum Puspen TNI.
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi
Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
JAKARTA-Dewan Pers menggelar diskusi bertajuk “Membaca Kasus Magdalene.id dari Kacamata Pers” di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mem
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Jakarta-Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.Menteri Perta
Kemenhan Fasilitasi Retret Bela Negara 200 Wartawan Sambut HPN 2026
JAKARTA-Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyiapkan retret khusus wartawan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Febr
Dukung Kelancaran Operasi Hulu Migas, 13 Sertipikat Hak Pakai Lahan WK Rokan Diserahkan kepada PHR
Jakarta-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 " Sumatra kembali menerima Sertipikat Hak Pakai (SHP) atas Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Ri