Kamis, 09 Apr 2026
KRONOLOGI Potongan Tubuh Nelayan Ditemukan di Perut Buaya, Berawal dari Menjaring Ikan di Sungai
admin
Selasa, 28 Apr 2020 08:59
SIAK - Berikut kronologi nelayan warga Desa Insit, Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti dimangsa buaya saat menjaring ikan di muara Sungai Lakar, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Minggu (26/4/2020) menjelang berbuka.
Saat memasang jaring, nelayan yang diketahui bernama Safri (43) itu diseret buaya.
Melihat Safri diseret buaya, rekannya Poyo berteriak minta tolong.
Poyo berupaya memberitahukan kepada warga Teluk Lanus tentang temannya yang baru saja diseret buaya.
"Warga akhirnya bebondong-bondong menuju lokasi untuk mencari korban. Namun cuaca sore itu tidak mendukung dan pencarian dilanjutkan pagi Senin (27/4/2020)," kata Camat Sungai Apit, Wahyudi kepada Tribunpekanbaru.com.
Informasi tersebut membuat warga Teluk Lanus heboh.
Aparat dan warga termasuk aparat dan warga dari Tebing Tinggi, Meranti turun ke lokasi melakukan pencarian.
"Awalnya ditemukan kaki kiri korban dekat muara sungai. Kemudian lokasi di kepung warga untuk menangkap buaya itu," kata dia.
Sekitar pukul 14.30 WIB, warga berhasil menangkap buaya di muara sungai Lakar itu.
Buaya dijerat menggunakan jaring dan dibawa ke darat.
Panjang buaya kurang lebih 6 meter dengan perut yang buncit.
Warga akhirnya membedah perut buaya tersebut.
Hasilnya, didapatkan potongan tubuh nelayan malang itu di dalam perut buaya.
Potongan tubuh tersebut dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak keluarga korban yang sudah berada di lokasi.
"Warga Teluk Lanus juga sudah menyiapkan pemakamannya di dekat sekitar lokasi. Jadi jasad korban tidak dibawa lagi ke Tebing Tinggi Meranti," kata Wahyudi.
Ia menerangkan, muara Sungai Lakar memang telah lama menjadi habitat buaya muara.
Pihaknya sudah sering mengingatkan kepada warga dan pendatang terkait perlintasan buaya di muara sungai itu.
"Kalau nelayan tentu berpindah pindah mencari ikan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi korban," kata Yudi, panggilannya.
Ditemukan Potongan Kaki di TKP
Satu orang nelayan Desa Insit diduga diterkam Buaya di Perairan Teluk Lanus Pulau 3, Desa Sungai Akar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak pada Minggu (26/4/2020).
Saat ini kepolisian bersama dengan masyarakat tengah melakukan pencarian terhadap korban.
Berdasarkan informasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satu bagian tubuh (Potongan Kaki Korban) ditemukan di tepi pantai yang tidak jauh dari TKP.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Iptu AGD Simamora SH MH saat dikonfirmasi Senin (27/04/2020) membenarkan saat ini pencarian terhadap Safri (55) nelayan warga jalan Pelabuhan, Dusun Siringgam, Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat masih terus dilakukan.
Dijelaskan AGD Simamora, kalau Safri yang merupakan warga desa Insit diduga diterkam buaya di Perairan Teluk Lanus Pulau 3, Desa Sungai Akar, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
"Kejadiannya pada Minggu (26/04/2020) sekitar pukul 19.00 Wib, di Perairan Teluk Lanus Pulau 3 Desa Sungai Akar, " ujar Simamora.
Dirinya menyampaikan Kronologis awal, yang mana sekitar pukul 08:00 WIB, Toha (Rekan Korban) bersama Safri pergi melaut untuk mencari ikan dengan menggunakan kapal pompong dengan mesin dompeng 24 menuju Perairan Teluk Lanus Pulau 3 Desa Sungai Akar Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Kemudian sekira pukul 19.00 Wib, Safri mencuci kaki di tepi sungai Teluk Lanus dan beberapa menit kemudian 1 ekor buaya menyerang korban dan saat itu dijelaskan Toha melihat Safri di terkam buaya dan di tarik kedalam sungai.
"Toha menelepon Fadly (warga desa Insit) menggunakan Handphone, dan memberitahukan kejadian tersebut. Dan Saudara Fadly langsung memberitahukan hal tersebut kepada pihak desa beserta Kamisa yaitu istri Korban," jelasnya.
Selanjutnya, Kepala desa insit Jumir dan warga desa insit melakukan upaya pencarian menuju ke Perairan Teluk Lanus Pulau 3 Desa Sungai Akar Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.
"Puluhan warga desa Insit, warga desa dilokasi kejadian serta aparat dan instansi lainnya saat ini masih berupaya melakukan pencarian," pungkas Simamora.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca