Minggu, 09 Agu 2026
PASIEN Diduga Positif Corona Hebohkan Warga Meranti, DPRD Sempat Desak Gugus Tugas Konferensi Pers
admin
Jumat, 10 Apr 2020 15:51
MERANTI - Masyarakat Kepulauan Meranti dihebohkan informasi terkait seorang warga yang diduga positif terjangkit Covid-19 Kamis (9/4/2020) malam.
Kabar tersebut beredar luas di media sosial dan mendapat perhatian dari masyarakat.
Bahkan karena hal tersebut pihak DPRD Kepulauan Meranti sempat akan mengadakan keterangan pers malam itu.
Namun pihak Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti belum mau memberikan keterangan seperti yang diminta pihak dewan.
"Kita menunggu hasil resmi dari dokter yang memeriksa, karena prosedur yang dilakukan hari ini sesuai dengan protokol atau standar operasional yang berlaku dan proses ini sedang berjalan. Jadi saat kita tadi diminta (DPRD) memberikan keterangan kita tidak bisa karena belum ada hasil," ungkap Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti dr. Misri Hasanto Kamis (9/4/2020).
Walaupun demikian Misri mengaku memang ada pasien yang diperiksa secara intensif malam itu sesuai hasil pemeriksaan mereka melalui rapid test terhadap orang tersebut.
"Tahapan pemeriksaan sudah diwawancara, apa keluhannya, apakah dari daerah terjangkit lalu apa gejalanya. Setelah itu saat ini dilakukan pemeriksaan fisik, diperiksa seluruh tubuhnya terutama paru-parunya. Tapi orangnya belum diperiksa rontgennya tapi ada hasilnya, kan tidak mungkin," ujar Misri.
Dikatakan Misri melalui koordinasi dengan pihak RSUD Kepulauan Meranti, saat ini seluruh proses pemeriksaan masih dilakukan dan menunggu hasil.
Dirinya juga tidak bisa memastikan berapa lama hasil pemeriksaan selesai.
"Kita juga tidak bisa menetukan kapan, karena pemeriksaan bisa dilakukan cepat namun bisa juga lama," ujae Misri.
Misri menegaskan bahwa Rapid Test tidak bisa menjadi acuan mutlak membuktikan seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.
"Rapid test itu yang diuji adalah antibodi seseorang, hanya alat penunjang. Bukan membuktikan ada tidaknya virus," ujar Misri.
Namun dirinya mengaku bahwa orang tersebut memang diperiksa intensif karena hasil rapid test.
Dirinya juga mengaku bahwa pihaknya melalui pemeriksaan di RSUD Kepulauan Meranti akan langsung memberikan keterangan terkait hal tersebut bila pemeriksaan medis selesai.
Misri juga mengaku bahwa orang tersebut menjadi yang pertama diperiksa secara intensif.
"Ini baru pertama, yang jelas kita minta masyarakat tenang. Saya mengimbau bagi pengguna medsos untuk lebih hati-hati, jangan sampai menyebar berita-berita hoax karena hal itu bisa masuk ke ranah hukum dan tak mustahil akan diproses oleh yang berwajib." Pungkasnya.
Adanya kabar pasien positif Covid-19 ini juga dibantah langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.
Dalam pesan Whatsapp, Bupati mengatakan sampai saat ini belum kabar mengenai hal tersebut.
"Sampai saat ini belum ada dan jangan sampai ada warga Meranti yang tertular covid. Dan terkait isu di medsos ada yang mengatakan positif covid itu tidak benar," kata Irwan, Kamis (9/4/2020) malam.
Diinformasikan Bupati, bahwa yang bersangkutan memang pulang dari Pulau Jawa, namun setibanya di Selatpanjang, dia langsung jatuh sakit dan belum bisa dipastikan apakah itu terinfeksi Covid-19 atau bukan.
"Memang ada satu anak muda baru pulang dari Banten dan Kakarta sampai di Selatpanjang dia jatuh sakit. Tapi bukan berarti yang bersangkutan dipastikan tertular Covid," ujar Irwan.
Saat ini pasien yang bersangkutan sedang dirawat intensif di RSUD, dan untuk memastikan apakah terinfeksi Covid atau bukan harus menunggu masa inkubasi selama 14 hari.
"Yang bersangkutan sedang diopname di RSUD untuk dirawat sebagaimana layaknya. Untuk memastikan yang bersangkutan terinfeksi covid atau bukan tentu harus menunggu masa inkubasi lebih kurang 14 hari, oleh sebab itu dia akan di isolasi," tutup Bupati.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca