Catatan dari Kegagalan Owi/Butet di Korea Open 2015
Senin, 21 Sep 2015 09:12
Meski kecewa dengan kegagalan menjadi juara, Owi/Butet coba mengambil beberapa catatan dan hikmah. Kesalahan-kesalahan yang dibuat saat melawan Nan/Yunlei diharap bisa menjadi catatan pembelajaran agar tak melakukannya lagi di pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Dari pelatih ada evaluasi. Kami terlalu terburu-buru. Bola yang seharusnya diolah dulu, kami buru-buru ingin matikan. Ini yang harus kami perbaiki ke depannya," ungkap Butet, seperti diberitakan situs resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Senin (21/9/2015).
Perempuan kelahiran Manado itu mengakui kekalahan atas Nan/Yunlei disebabkan karena adanya pikiran atas kekalahan-kekalahan yang telah lalu. Sebagai informasi, ganda campuran andalan Indonesia itu sudah 16 kali bertemu dengan catatan lima kemenangan dan 11 kekalahan.
"Beberapa kali dalam pertemuan terakhir, kami kalah dari mereka. Jadi, di lapangan kadang ada pengaruhnya sedikit ke pikiran kami," terang pebulutangkis 30 tahun itu.
Kegagalan Owi/Butet menjadi juara di Korea Open 2015 semakin memperpanjang catatan kekalahan. Pada turnamen di Negeri Gingseng itu, Indonesia belum pernah lagi menjadi juara di nomor ganda campuran dalam kurun waktu sembilan tahun. Satu-satunya gelar juara ganda campuran didapat melalui duet Nova Widianto/Liliyana Natsir pada 2006.
Trump: Minyak Habis dalam 4 Pekan Jika Hormuz Ditutup
Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan cadangan minyak dunia berpotensi habis dalam waktu sekitar empat minggu apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Menurutnya, pembu
Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p
Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030
Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai
TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang
SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan