okezone.com
PEBULU tangkis asal Indonesia, Mochamad Fajar Ardi Pradana, menjajaki karier baru dengan merantau ke Amerika Serikat. Setelah bergelut panjang di Tanah Air, Fajar akhirnya memilih hijrah ke Negeri Paman Sam untuk melanjutkan kariernya di bulu tangkis.
Meski tidak terlalu akrab namanya, tetapi tunggal putra jebolan PB Djarum tersebut cukup bersinar di Sirkuit Nasional (Sirnas), terutama pada 2018. Prestasi paling mencolok dari pemain kelahiran Banyumas, 7 Maret 2002 itu menjuarai Sirnas Premier Jatim Open 2018 di tunggal remaja putra.
1. Berawal dari PB Djarum
Memulai langkahnya di PB Djarum sejak 2014, Fajar pun harus mengakhirinya pada 2022. Karena keterbatasan usia dan tak mampu menembus pelatnas Cipayung, Fajar akhirnya memulai karier profesionalnya secara mandiri pada awal 2022.
Lika-liku perjalanan pun dilalui Fajar. Tak ingin tekad kuatnya di bulu tangkis hilang begitu saja, Fajar mencoba menempuh jalur lain dengan terbang ke luar negeri. Hal ini juga sejalan dengan saran dari sang pelatih di PB Djarum saat itu yakni Imam Tohari.
"Mas Imam bilang, sejak kecil saya sudah di dunia bulu tangkis. Kita udah buang waktudi bulu tangkis. Trus kita skillnya ada di sini, jadi kalau emang mau berhenti sayang juga karena kita punya skill disini. Jadi ya dilanjutin aja," ucap Fajar kepada Okezone.
Perjalanan pun dimulai dari Spanyol pada 2022. Ia mendapat tawaran dari Negeri Matador untuk menjadi sparing tim nasional bulu tangkis Spanyol sekaligus mendapat kesempatan besar sebagai teman latih tanding Carolina Marin.
"Tawarannya itu datang dari mas (Dionysius) Hayom Rumbaka. Awalnya juga dihubungi kalau tim nasional Spanyol lagi nyari satu orang buat bantuin Marin dan tim nasionalnya itu sendiri," kata Fajar.
"Trus ngobrol juga sama orangtua karena ini langkah yang baru, saya bisa cari pengalaman, apalagi sparing sama Marin. Jadi saya mau coba. Saat itu, saya menjadi sparing Marin untuk persiapan ke Kejuaraan Eropa 2022 setelah dia comeback dari cedera," jelas Fajar.
Peran Fajar pun begitu berarti karena Marin akhirnya berhasil meraih medali emas di kejuaraan bulu tangkis paling bergengsi di Eropa tersebut. Setelah itu, pada 2023 karier Fajar berlanjut ke Italia yang lagi-lagi mendapat kesempatan untuk menjadi teman sparing.
2. Pindah ke Italia
Meski lokasinya di Italia, tetapi kali ini Fajar fokus untuk menjadi sparing dari pasangan ganda putri Ukraina yakni Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr. Saat ini pasangan tersebut menjadi salah satu ganda putri kuat asal Eropa yang menempati peringkat 21 dunia.
Akan tetapi, pada 2024, Fajar memilih untuk menetap di Indonesia meski mendapat banyak tawaran dari negara lain. Terlebih, Fajar sendiri memang sedang menempuh pendidikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto jurusan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
"2024 emang banyak sih tawaran kayak ada Spanyol lagi, Azerbaijan, ada Kanada juga trus ada China. Cuma saya ingin di rumah dulu, trus saya juga mau fokus sama kuliah saya," kata Fajar yang saat ini duduk di semester enam.
3. Lanjut ke Amerika Serikat
Pada akhir 2024, Fajar pun mendapat tawaran menarik dari Amerika Serikat. Ia berkesempatan untuk melanjutkan kariernya sebagai atlet dengan bergabung bersama klub lokal Amerika Serikat yakni Long Island Badminton Center.
Fajar pun menerima tawaran tersebut dan pada awal 2025 terbang ke Negeri Paman Sam. Keputusan terbang ke Amerika Serikat diambil karena ini merupakan langkah baru sekaligus menjawab rasa penasaran Fajar untuk tetap melanjutkan kiprahnya sebagai atlet.
"Ini ibaratnya seperti jangka panjang juga sih, karena sekarang nanggung, daripada cuman jadi sparing, lalu di Indonesia juga kadang main di level universitas, saya mau coba di internasional," sambungnya.
"Jadi ada rasa penasaran. Daripada setengah-setengah mending coba ke internasional. Mencoba tantangan baru dan pengalaman," tambah Fajar.
Meski baru menjalani langkah awal, pemain berusia 23 tahun itu merasa senang bisa menyelamatkan kariernya sebagai pebulu tangkis di Amerika Serikat. Ia pun sudah menjajal satu turnamen di Amerika Serikat yakni Frisco Open 2025.
Fajar turun di dua sektor yakni tunggal putra dan ganda putra bersama Ryoga Dwikiwardana. Pada turnamen tersebut, Fajar terhenti di babak 16 besar sektor tunggal putra dan babak delapan besar di ganda putra.
"Ke depan ya saya masih mau stay di sini (Amerika Serikat). Ya ada target khusus seperti pertandingan-pertandingan selanjutnya saya bisa naik podium, mau ngerasain naik podium diinternasional," tutup Fajar.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com
Olahraga