Klub Ini Butuh Turnamen Setelah Tersingkir di Piala Presiden
Rabu, 30 Sep 2015 09:46
Tidak adanya kejelasan kompetisi reguler membuat klub-klub tak bisa mengandalkan dana dari sponsor. Sementara untuk membangkitkan aktivitas tim juga membutuhkan dana yang tak sedikit. Jadi turnamen bersubsidi dirasa sangat cocok dalam situasi sekarang ini.
Pada Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden, tiap klub mendapatkan subsidi ratusan juta untuk persiapan menggalang kekuatan. Walau jumlah subsidi tak sampai menutup semua kebutuhan, minimal tak sampai memberatkan tim jika harus menanggung semuanya.
"Kami siap saja mengikuti turnamen lagi kalau kompetisi reguler belum ada. Tapi jujur saya turnamen yang digelar harus ada subsidi untuk klub. Penyelenggara turnamen harus menyadari bahwa kondisi keuangan klub sedang kurang bagus," tutur Manajer Persegres Gresik United Bagoes Cahyo Yuwono.
Dicontohkannya Piala Presiden lalu. Walau hanya terpaku di fase grup, namun manajemen tetap menyiapkan dana untuk persiapan tim. Bahkan dana untuk mengumpulkan tim melebihi nominal subsidi yang diberikan penyelenggara turnamen yakni Mahaka Sports.
"Kalau turnamennya pra musim dan ada kepastian ISL, mungkin bisa mencari sponsor. Tapi kalau kondisinya belum pasti seperti ini, turnamen bersubsidi jelas paling cocok. Saya pikir semua klub juga merasakan hal yang sama," tambah dia. Sebagai acuan, untuk Piala Presiden lalu Persegres butuh dana hampir Rp1 miliar.
Klub di level berbeda juga merasakan demikian. Persepam Madura Utama yang baru saja bertarung di Piala Kemerdekaan juga menginginkan ada aktivitas turnamen dalam waktu dekat. Tentunya juga disertai subsidi untuk klub yang telah membubarkan timnya.
"Sebenarnya manajemen masih memiliki cadangan dana. Tapi jelas lebih baik kalau ada subsidi untuk klub kalau nanti ada turnamen lagi. Bagaimana pun sumber dana sangat terbatas dan subsidi bisa sedikit meringankan beban klub saat memanggil pemain," kata Said Abdullah, Manajer Persepam.
Persepam hingga kini masih menunggu turnamen yang rencananya melibatkan semua semifinalis Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden. Said juga yakin kondisi tiap klub berbeda dan tak semuanya mempunyai dana segar untuk mengikuti turnamen.
"Sistem subsidi seperti Piala Kemerdekaan lalu sudah bagus. Lebih bagus lagi kalau subsidi lebih besar. Intinya sekarang ini mayoritas klub keuangannya kurang bagus karena minim sponsor, sehingga tambahan dana akan sangat berarti," tutupnya.
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke