Utak-atik Formasi Singo Edan
Jumat, 02 Okt 2015 14:24
Turut istirahatnya Samsul Arif dengan alasan sama, membuat pelatih harus merancang beberapa opsi. Arema sebenarnya masih bisa tampil solid melihat komposisi yang tersisa, tapi jelas dengan stok pemain yang sangat terbatas di lapangan tengah.
Hingga kini Pelatih Arema Cronus Joko Susilo belum mengindikasikan ada perubahan formasi 4-2-3-1 yang dipakai selama Piala Presiden 2015. Hanya saja dia melakukan modifikasi terkait posisi pemain di lapangan. Untuk lapangan tengah hanya tersisa tiga pemain berpengalaman.
Gede Sukadana, Hendro Siswanto dan Morimakan Koita menjadi pilihan paling logis. Sebenarnya ada Lancine Kone yang bisa ditempatkan di belakang striker, namun mobilitasnya kemungkinan dibutuhkan untuk mengganti tugas Samsul Arif sebagai striker-winger.
Kone dibutuhkan sebagai pendobrak dari sayap karena winger seperti Arif Suyono dan Dendi Santoso belum begitu stabil performanya dan riskan diturunkan bersamaan. Dengan formasi ini sebenarnya Arema tak terlalu krisis, hanya saja harus mempersiapkan pemain pengganti yang mumpuni.
"Perhatian kami jelas ada di lini tengah karena ada beberapa pemain yang absen. Arema sebenarnya masih normal dengan komposisi yang ada dan tidak terlalu bermasalah. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana proses rotasi nantinya. Semua akan saya persiapkan secara detil," demikian penjelasan Joko Susilo.
Morimakan Koita, pemain asing yang selama inj jarang dipakai sebagai starter, mendapat kesempatan besar membuktikan kapasitasnya. Bisa jadi pelatih menempatkannya di barisan starter mengingat tipisnya persediaan aset berpengalaman di lapangan tengah.
Dia menjadi satu-satunya pemain asing yang tidak menempati posisi reguler, berbanding terbalik dengan Lancine Kone yang menjadi langganan di tim utama. Menghadapi mantan timnya, Koita tentu bakal diiringi ekspektasi puluhan ribu Aremania di Stadion Kanjuruhan.
Selain fokus ke lini tengah, sebenarnya Joko juga masih risau dengan soliditas linj belakangnya. Fabiano Beltrame dkk sama sekali belum mencatat clean sheet di Piala Presiden. Bahkan di laga terakhir kebobolan dua gol ketika mengunjungi markas Bali United di leg kedua babak delapan besar.
"Saya masih penasaran dengan lini belakang karena selalu gagal mencatat clean sheet. Padahal berbagai upaya sudah saya lakukan untuk membenahi semuanya. Semoga pemain berupaya lebih keras lagi agar tidak kecolongan karena masih masih memakai sistem agregat," tandas Joko.
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke