Opini
Eksistensi IRT Terhadap Gizi Anak
sumber:harian.analisadaily.com
Minggu, 29 Jan 2017 09:20
Gizi tergantung dengan ketersediaan pangan. Namun, ketersediaan pangan yang baik belum tentu membuat gizi anak baik. Keberadaan (eksistensi) Ibu Rumah Tangga (IRT) sangat menentukan. Memperingati Hari Gizi dan Makanan pada 25 Januari bukan semata-mata membicarakan pangan karena makanan yang bergizi bagi anak sangat ditentukan peran IRT sehingga angka kekurangan gizi di Indonesia bisa berkurang.
Kekurangan gizi pada bayi tiga tahun (balita) terjadi di seluruh Indonesia. Data Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyebutkan kasus gizi buruk tahun 2015 mencapai 1.152 kasus dengan rincian Kabupaten Asahan 117 kasus. Kota Medan dengan 113 kasus. Kota Gunung Sitoli 76 kasus, Langkat 72 kasus, Nias Barat 71 kasus, Mandailing Natal 62 kasus, Dairi 55 kasus, Serdang Bedagai 52 kasus, Batubara 49 kasus, dan Tapanuli Tengah 43 kasus.
Sementara Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada bab VIII mengamanatkan, upaya perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses, serta pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
Meskipun Indonesia masih bermasalah dengan pangan akan tetapi penentu dari masalah gizi ada pada pola makan, gaya hidup maka disamping ketersediaan pangan, pola makan menjadi sangat penting.
Pola makan anak sangat ditentukan oleh IRT sebab anak masih menerima apa yang dilakukan ibunya. Pola makan anak sangat tergantung kepada pola kehidupan ibunya. Untuk itu peran seorang ibu menjadi sangat penting.
Terjadinya gizi buruk di Sumut, banyak pihak menilai penyebabnya faktor kemiskinan dan pengetahuan masyarakat terhadap gizi. Tidak salah akan tetapi peran IRT menjadi sangat strategis. Namun, orangtua paling bertanggungjawab terhadap masalah gizi anaknya.
Memang beberapa kasus gizi buruk yang ditemui banyak terjadi dari keluarga miskin. Namun, juga bukan dari keluarga miskin.
Hal ini membuktikan bukan sekadar ketersediaan pangan. Peran orangtua dalam mengatasi gizi buruk anak menjadi sangat penting sebab orang pertama yang mengetahui anaknya kekurangan gizi atau gizi buruk.
Fenomena ini menjelaskan bahwa gizi buruk menjadi tanggungjawab kita semua, bukan hanya pemerintah meskipun pemerintah memiliki peran sangat penting dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan mudah serta murah diakses masyarakat. Tindakan preventif ada ditangan orangtua.
Mencari pangan dan mengatur pangan
Dua hal yang sama penting yakni pertama kesibukan orangtua mencari nafkah menyebabkan tidak punya waktu memperhatikan gizi anaknya. Namun, memperhatikan gizi anak hal yang sama penting mencari nafkah. Jadi mencari pangan sama pentingnya dengan mengatur pangan.
Kedua karena hal yang sama penting pertama tidak bisa dilakukan maka dicari jalan pintas dengan membebaskan anak untuk membeli makanan yang disukainya. Pada hal yang kedua ini para orangtua harus berhati-hati dengan berbagai jenis jajanan anak-anak.
Berbagai jenis jajanan anak-anak belum diketahui secara baik. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) yang sering melakukan razia makanan perlu diapresiasi guna menjaga kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.
Langkah kedua memberikan kebebasan buat anak membeli makanan yang disukainya akan lebih baik lagi apa bila orangtua membatasinya dengan membawakan bekal makanan anaknya dari rumah untuk dikonsumsi anak-anak di sekolah. Hal ini lebih baik sebab anak-anak belum selektif memilih makanan yang sehat.
Harus diakui mempersiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak ke sekolah bukan pekerjaan mudah, menyita waktu, pikiran dan tenaga. Pasti lebih mudah bila memberikan uang jajan kepada anak-anak yang berangkat ke sekolah. Repot setiap pagi masak untuk sarapan dan bontot anak-anak. Namun, makanan yang dimakan anak-anak lebih terjamin.
IRT yang memiliki kebiasaan mempersiapkan sarapan dan bekal makanan anak-anak saat sekolah tidak banyak sebab banyak yang suka membeli sarapan di warung untuk sarapan anak-anak. Hal ini satu fakta orangtua yang kurang memperhatikan masalah gizi anak.
Masalah gizi bukan masalah apa yang dimakan akan tetapi masalah lingkungan, pola makan dan gaya hidup yang cenderung ingin praktis atau instan. Kasus gizi buruk banyak juga disebabkan lingkungan pemukiman kumuh, asupan gizi serta pola makanan yang salah.
Faktor lain seperti masih rendahnya pengetahuan tentang gizi, faktor ekonomi berpengaruh besar terhadap kasus gizi buruk. Kasus gizi buruk bisa terjadi di daerah yang kaya sumber pangan dan protein. Hal ini disebabkan pengetahuan tentang gizi yang minim, terutama bagi para IRT maka peran seorang ibu sangat menentukan dalam menekan angka gizi buruk pada anak-anak.
Dahulu, era Orde Baru, pemerintah terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat Indonesia tentang makanan empat sehat lima sempurna. Hal itu sangat tepat sebab jika jumlah asupan gizi sesuai dengan kebutuhan maka gizi baik. Masalah muncul jika asupan gizi lebih rendah dari kebutuhan maka kurang gizi, jika asupan gizi sangat kurang dari kebutuhan maka gizi buruk.
Untuk mengetahui anak yang sehat dan kurang gizi yakni dengan membandingkan antara berat badan dengan umur atau berat dengan tinggi badan. Apabila sesuai standar, anak disebut gizi baik.
Gizi Baik Berawal dari IRT
Lagi tentang peran IRT terhadap gizi yang baik bagi anak-anak sebab perhatian gizi kepada anak paling penting selama 1.000 hari pertama manusia di dunia ini. Gizi baik bagi anak-anak sudah ditentukan sejak awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Pemberian gizi yang baik pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kecerdasan anak.
Perjalanan waktu 1.000 hari itu merupakan proses pembentukan sel dan otak. Bila asupan gizi anak pada 1.000 hari kurang bahkan tidak cukup, akan menyebabkan kecerdasan berkurang.
Setelah lewat fase itu, maka proses selanjutnya pembentukan fisik.
Hal ini sebaiknya diketahui dan disadari semua ibu hamil yakni masa keemasan 1.000 hari pertama manusia di dunia ini harus menjadi perhatian serius. Selama masa kehamilan, seorang ibu harus memperhatikan asupan gizi dengan mengkonsumsi empat sehat lima sempurna.
Selanjutnya IRT yang sedang hamil dan kemudian melahirkan anak harus mengetahui dan menyadari bahwa selama enam bulan bayi harus diberi air susu ibu (ASI) tanpa makanan pendamping. Melewati enam bulan sampai dua tahun, selain ASI, juga diberikan makanan pendamping dengan asupan gizi yang cukup.
Kemudian dua tahun ke atas, anak diberi makanan empat sehat. Harus diakui kini masih banyak yang belum atau tidak paham dengan pemberian gizi. Harus diketahui bahwa semua makanan mengandung unsur karbonhidrat, protein, serat dan vitamin. Namun, masing-masing makanan memiliki kandungan yang lebih dominan.
Hal ini harus diketahui dengan baik. Contohnya, nasi lebih banyak mengandung karbohidrat. Ikan dominan mengandung protein. Sayur lebih dominan serat dan buah banyak mengandung vitamin. Berdasarkan pengetahuan makanan empat sehat, lima sempurna membuat asupan gizi baik. Mengetahui tentang gizi yang baik sangat penting karena itu pintu masuk untuk gizi yang baik bagi anak-anak. Semuanya ini berada pada IRT yang memberikan asupan gizi kepada anak-anaknya maka peran IRT sangat menentukan terciptanya gizi yang baik bagi anak-anak Indonesia.***
Penulis ibu rumah tangga dan seorang tenaga pendidik di Medan
sumber:arian.analisadaily.com
Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI
Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala
Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir
Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81
Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna
Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek
Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU
PEKANBARU â" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert