Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Opini
  • Eksistensi Ibu dengan Kejadian Manusia

Opini

Eksistensi Ibu dengan Kejadian Manusia

Oleh: Fadmin P Malau
Minggu, 24 Des 2017 07:05
internet
Ilustrasi

Dibalik peringatan Hari Ibu sesung­guh­­nya ada makna yang sangat besar ber­kaitan dengan proses kejadian ma­nu­sia di dunia ini. Lebih 14 abad yang lalu ketika belum ada tehnologi kedok­te­ran, belum dipahami secara terbuka. Baru tahun 1677 ada tehnologi kedokteran de­ngan peralatan mikros­kop ditemu­kan Hamm dan Leeuwenhoek yang meru­pakan ilmuwan pertama me­nga­mati sel sperma manusia (sper­ma­tozoa).

Sesungguhnya pada 14 abad yang lalu itu Allah Swt telah berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Mu'minun ayat 12 sam­pai dengan 14 yang artinya, "Dan se­sung­guh­nya Kami telah mencip­takan ma­nusia dari suatu saripati (bera­sal) dari ta­nah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemu­dian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu se­­gum­pal darah itu Kami jadikan segum­pal daging, dan segumpal daging itu Kami ja­dikan tulang belulang, lalu tulang be­lulang itu Kami bungkus dengan daging. Ke­mudian Kami jadikan dia makhluk yang (berben­tuk) lain. Maka Maha su­cilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."

Ketika firman Allah Swt ini diterima Nabi Muhammad Saw 14 abad yang lalu kini manusia baru mengetahui mak­na sesungguhnya dari kejadian manusia itu. Apa yang ditemukan Hamm dan Leeu­wen­hoek, ilmuwan pertama me­nga­mati sel sperma manusia (sperma­tozoa) itu ke­mudian tahun 1981 pada Konferensi Ke­dokteran ke-7 di Dammam, Arab Saudi, seorang Prof. Moore mengakui kejadian manusia itu sesuai dengan isi Su­rah Al-Mu'minun ayat 12 sampai de­ngan 14 dalam Al-Qur'an. Prof. Moore me­ngakui telah membuktikan bahwa pro­ses kejadian manusia itu dari se­gum­pal darah.

Segumpal darah dalam Bahasa Arab 'alaqah merupakan aliran darah dari ibu. Kata 'alaqah sesuatu yang menempel/tergantung. Embrio adalah fase 'alaqah, menggantung dan menempel pada rahim sang ibu.

Eksistensi (keberadaan) seorang ibu berperan penting dalam proses kejadian manusia. Bukan saja sekadar kejadian manusia akan tetapi dalam proses selanjutnya seorang ibu sangat berperan dalam menentukan kelangsungan hidup manusia di dunia ini.

Sesungguhnya eksistensi seorang ibu menjadi motivasi kuat dalam mempe­ringati Hari Ibu pada 22 Desember setiap tahun. Memeringati Hari Ibu untuk me­nilai arti seorang ibu dalam kehidupan ma­nusia. Ibu merupakan wanita yang baik. Manusia dilahirkan dari rahim se­orang ibu. Rahim artinya kasih sayang maka manusia itu lahir dari kasih sayang se­orang ibu.

Siapakah Ibu Itu?

Wajar setiap manusia di dunia ini me­nyayangi ibunya sebab proses ma­nusia itu lahir dari kasih sayang seorang ibu. Nabi Muhammad Saw memberikan tig­a kali peng­hor­matan kepada ibu baru ke­mudian sekali kepada ayah. Tegas­nya da­lam ajaran agama Islam posisi ibu di­tempatkan pada posisi yang sangat di­hormati. Artinya tiga kali Nabi Muham­mad Saw menyebut ibumu, ibumu, ibu­mu baru ayahmu.

Siapakah ibu itu? Ibu adalah orang yang melahir­kan kita (manusia) sehingga tidak ada orang (manusia) di dunia ini yang tidak memiliki ibu, semua memiliki ibu. Ibu dalam Kamus Besar Bahasa In­donesia (KBBI) artinya, wanita yang telah melahirkan seseorang, panggilan yang takzim kepada wanita baik yang su­dah bersuami maupun yang belum. Ibu diartikan bagian yang pokok (besar, asal dan sebagainya). Ibu diartikan juga yang utama, yang terpenting.

Wanita yang baik disebut ibu. Hadist Nabi Besar Muham­mad Saw yang artinya,"Bila satu negeri para wanitanya baik maka baiklah negeri itu tetapi se­ba­liknya bila tidak maka hancurlah negeri itu. Wanita itu tiang negara."

Wanita yang baik adalah ibu dan bila kem­bali kepada arti kata ibu dalam KBBI da­pat diartikan bagian yang pokok, besar, asal, yang utama, yang terpenting. Wani­ta yang baik adalah seorang ibu dan ibu di­artikan sebagai penentu segala sendi ke­hidu­pan di dunia ini.

Makna kata ibu dalam KBBI sesuai de­ngan Hadist Nabi Besar Muhammad Saw yang artinya, "Bila wanita-wanita atau ibu-ibu dalam satu negeri baik, maka akan baiklah negeri itu tetapi sebaliknya bila tidak maka hancurlah negeri itu."

Berda­sarkan data medis dari ibu yang sehat akan me­lahirkan anak-anak yang se­hat. Ibu yang pintar, cerdas akan mela­hir­kan anak-anak pintar dan cerdas maka ke­beradaan ibu sangat penting. Sebuah kaum atau negara pasti mem­persiapkan ge­nerasi yang baik, sehat, cerdas, beriman dan itu ada di tangan ibu yakni melahirkan, menyusui, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar menjadi manusia yang baik.

Sejalan dengan Hadist Nabi Besar Muhammad Saw yang artinya,­"Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu," maknanya langkah kaki se­orang ibu menentukan jalan hidup anak-anaknya. Secara medis sudah terbukti ibu yang cerdas, ibu yang berakhlak mulia, ibu yang beriman dan bertaq­wa kepada Allah Swt akan mela­hirkan anak-anak yang beriman dan berakhlak mulia, sopan santun dan penyayang.

Nabi Adam AS, manusia pertama diciptakan Allah Swt dari tanah dan kemudian Allah Swt menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk sebelah kiri Nabi Adam AS sehingga hidup Nabi Adam AS menjadi bermakna. Selanjut­nya, Nabi Adam AS dan Siti Hawa hidup di bumi, berkembang­biak, berke­turunan sampai hari ini penduduk bumi lebih dari enam miliar jiwa.

Setiap manusia lahir dari rahim ibu dalam keadaan lemah. Bayi itu disusui ibunya, secara perlahan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang lincah. Seorang ibu mengasuh anaknya dengan kasih sayang dan anak itu terus tumbuh dan berkembang. Proses kehidupan manusia sepe­nuhnya ada di tangan ibu, perjalanan hidup anak manusia ada pada ibu, ada pada langkah kaki ibu sejalan dengan hadist Nabi Muhammad Saw yang artinya surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.

Eksistensi (keberadaan) seorang ibu menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia maka seorang ibu harus senantiasa pada kodrat wanita yang sesungguhnya, bertindak dan berbuat untuk yang mulia yakni me­lahirkan, membesar­kan, menga­suh, mendidik putra-putri yang dilahir­kannya agar menjadi putra-putri yang baik.

Tidak salah hadist Nabi Muham­mad Saw menyerukan untuk meng­hor­mati ibu maka sampai tiga kali disebut Nabi Muhamad Saw ibumu, ibumu, ibumu dan baru ayahmu. Hal ini dikatakan Nabi Muhammad Saw ketika ditanya para sahabat, siapa yang paling dihormati di dunia ini.

Kejadian manusia sangat erat dengan seorang ibu karena Allah Swt telah menanamkan sifat rahman dan rahim-Nya dalam hati seorang ibu. Hal ini telah dibuktikan seorang peneliti dari Rockefeller University di New York yang berhasil mene­mukan sebuah gen yang bertang­gungjawab memotivasi para ibu untuk melindungi, memberi makan dan membesarkan bayi yang dikan­dungnya.

Gen ini disebut gen ibu atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan ER alpha atau estrogen receptor alpha. Menjadi kajian berikutnya bagi umat manusia tentang sifat Rahman dan Rahim yang dikatakan Allah Swt itu. Semakin berkem­bang tehnologi maka semakin jelas tentang kejadian manusia dan manusia itu sendiri. Tehnologi kedokteran mem­buktikan pada proses pembe­rian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi meru­pakan sebuah bentuk interaksi mesra dan penuh kasih sayang antara ibu dan anak.

Menurut penelitian medis perila­ku dan sifat-sifat ibu akan tertular secara intensif kepada anak melalui ASI yang diberikan kepada bayi. Hal ini sejalan dengan Hadist Nabi Muhammad Saw yang artinya, "Tidak ada susu yang lebih baik bagi anak dari susu ibu."

Eksistensi seorang ibu sangat besar dan penting bagi kelangsungan masa depan manusia di dunia ini maka memaknai Hari Ibu bukan sekadar seremonial akan tetapi bagaimana mengimplementasikan eksistensi para ibu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mem­peringati Hari Ibu bermakna tentang kejadian manusia ke dunia, peran seorang ibu sangat menentukan. ***

Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

sumber:analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA ï¿½" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.