Opini
Kearifan Imlek dalam Ketahanan Pangan
Oleh: Fadmin P Malau
Minggu, 29 Jan 2017 09:36
Tahun Baru Imlek 2568 jatuh pada 28 Januari 2017 dengan shio tahun Ayam Api memiliki makna kearifan tentang kehidupan manusia dalam menjalani hidupnya yang berhubungan dengan pertanian. Imlek terdiri dari dua kata. Im dan Lek. Im artinya bulan dan Lek artinya penanggalan, jadi Imlek adalah bulan penanggalan atau kalender atau almanak atau penanggalan yang dimulai dari tanggal 15 bulan ke-1 dalam kalender Tiongkok. Namun, perayaan Imlek itu sendiri berlangsung dari tanggal 15 bulan ke-12 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1.
Mengapa berhubungan dengan pertanian? Jawabnya karena Tahun Baru Imlek dahulunya merupakan penyambutan musim semi bagi para masyarakat petani di Tiongkok. Penyambutan musim semi itu para petani di Tiongkok melakukan kegiatan beribadatan seperti sembahyang kepada Sang Pencipta atau leluhur sebagai wujud rasa syukur karena telah diberi rejeki oleh Sang Pencipta.
Para petani sadar produksi pertanian yang diperolehnya bukan semata-mata karena kerja keras saja akan tetapi berkat pemberian Sang Pencipta kepada manusia. Setiap manusia ciptaan Tuhan wajar bersyukur atas rejeki yang diberikan Tuhan. Perayaan Tahun Baru Imlek sebagai ungkapan rasa syukur para petani di Tiongkok.
Perayaan rasa syukur itu puncaknya pada malam ke-15 bulan ke-1 dengan Bulan Purnama (bulan penuh) atau disebut Cap Go Meh. Pada saat malam ke-15 bulan ke-1 dalam penanggalan kalender Tiongkok para petani di Tiongkok memasang Lampion di sawah atau di ladang karena akan dimulai kembali musim tanam. Pemasangan lampu Lampion agar terang pada lokasi sawah atau perladangan mendatangkan keindahan dan mengusir hama serta menakut-nakuti hewan perusak tanaman.
Hal ini penting karena akan dimulai kembali bercocoktanam. Tanaman yang subur, terhindar dari hama dan penyakit tanaman, pintu masuk untuk menghasilkan produksi tanaman yang baik dan maksimal produksinya. Perlakuan memasang lampu Lampion sebagai wujud akan pertanian berhasil dan bila pertanian berhasil maka perekonomian masyarakat petani meningkat.
Pertanian Kunci Sukses Kesejahteraan
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pembangunan di sektor pertanian menjadi kunci mengatasi kemiskinan bangsa Indonesia. Karenanya, pembangunan sektor ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh melalui kerja keras. Katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2017, Kamis 5 Januari 2017 lalu di Jakarta. Pernyataan Jokowi ini diekspose sejumlah media lokal dan nasional dengan berbagai judul dan umumnya membuat judul Pertanian Kunci Atasi Kemiskinan dengan subjudul Stok Meningkat, Indonesia Takkan Impor Beras.
Dua tahun lalu Presiden Indonesia Jokowi-JK mengatakan tahun 2017 Indonesia swasembada beras. Nyatanya kini tahun 2017, harga beras terus naik meskipun tidak drastis seperti harga cabai. Terbukti pembangunan pertanian tidak sebatas berkata-kata akan tetapi kerja nyata, bukan retorika dan janji-janji yang ternyata tidak menjadi kenyataan.
Pemerintahan era Orde Baru, tidak banyak berkata-kata dalam pembangunan pertanian tetapi selalu melakukan proses kerja dalam pembanguna pertanian. Terus selalu diinginkan meningkatkan faktor-faktor pendukung pembangunan pertanian. Berkat kerja keras membangun faktor-faktor pendukung pembangunan pertanian akhirnya Indonesia menjadi negara swasembada pangan yang diakui dunia. Pemerintah era Orde Baru bicara proses pembangunan pertanian bukan bicara hasil pertanian. Kerja pertanian memang harus bicara proses. Tidak mungkin memanen produk pertanian jika tidak pernah menanam. Sedangkan sudah menanam belum tentu memanen.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan dinyatakan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan pangan sangat penting dan tanda ketahanan pangan tersedianya stok pangan di gudang-gudang logistik dan di pasar-pasar sehingga ketersediaan pangan bagi masyarakat tersedia.
Ketersediaan pangan sangat penting maka Bung Karno (Presiden Indonesia pertama, Dr. Ir. Soekarno) pernah mengatakan, pangan adalah menyangkut hidup-mati bangsa. Bagaimana agar memiliki ketahanan pangan tentunya peran petani sangat menentukan. Namun, kondisi sekarang ini petani Indonesia berada pada kondisi kritis sebab jumlah keluarga petani Indonesia mengalami penurunan 5,04 juta selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Sensus Pertanian Tahun 2013 mencatat keluarga petani hanya tinggal 10,5 persen. Hal ini menjadi perhatian semua pihak karena ujung tombak terwujudnya ketahanan pangan berada pada keberadaan keluarga petani Indonesia.
Kue Keranjang Pada Perayaan Imlek
Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 memiliki makna kearifan tentang kehidupan manusia yakni sediakan payung sebelum hujan. Dalam prinsip ekonomi, kegagalan merupakan resiko dari kerja keras dan kegagalan itu harus diantisipasi hingga tidak mendatangkan kerugian yang besar.
Prinsip ini terlihat adanya Kue Keranjang (Nian Gao) atau Kue Bakul yang terbuat dari tepung ketan dan gula dengan memiliki tekstur kenyal dan lengket pada perayaan Tahun Baru Imlek. Kue ini merupakan persediaan ketika kegagalan yang diperoleh. Kegagalan boleh saja datang akan tetapi harus disiapkan solusi dari kegagalan itu yakni jangan sampai kelaparan. Bahaya kelaparan satu tanda dari kegagalan perekonomian.
Tersedianya bahan pangan yang cukup tanda kemakmuran masih berpihak. Kehidupan para petani di Tiongkok waktu itu sangat berharap keberhasilan itu harus terus diraih setiap tahun. Mengantisipasi terjadinya kelaparan yang disebabkan banyak faktor seperti banjir, tanah longsor, kemarau panjang yang membuat gagal panen harus memiliki solusi yang tepat. Kue Bakul merupakan antisipasi pangan bagi para petani di Tiongkok waktu itu. Kue Bakul dapat menjadi solusi sebab kue itu rasanya enak dan tahan lama. Begitu hebatnya antisipasi yang dilakukan, memikirkan paling yang terburuk datang merupakan antisipasi yang paling baik.
Perayaan Tahun Baru Imlek banyak diilhami dari budaya meningkatkan perekonomian para petani di Tiongkok waktu itu sehingga kala itu prinsip-prinsip ekonomi pertanian sudah dilaksanakan dengan baik. Sosial ekonomi pertanian atau pola agribisnis telah terjadi dan dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat petani di Tiongkok. Apa yang dilakukan pada peringatan Imlek pada dasarnya perlakuan prinsip agribisnis, berlandaskan kepercayaan kepada Sang Pencipta yang memberikan rejeki. Artinya kerja keras, bercocoktanam sebagai kegiatan bisnis harus direstui atau ditentukan oleh Sang Pencipta dan manusia (para petani) harus berusaha secara maksimal.
Kini juga berlaku prinsip itu karena ketika seorang petani menanam tanaman kol, jeruk misalnya, ketika selesai bertanam maka harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tanaman itu dapat tumbuh dan berkembang sebab tanaman adalah makhluk hidup yang ketentuan hidupnya ada pada Sang Pencipta. Fenomena inilah dilakukan para petani di Tiongkok yang dimanifestasikan dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Bersyukur kepada Sang Pencipta sebab hasil pertanian tahun ini baik dan berdoa agar tahun mendatang, Sang Pencipta memberikan hasil pertanian yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Sikap berusaha, bekerja keras dan berdoa tergambar dalam perayaan Imlek. Perayaan Imlek menjadi satu manifestasi dari keuletan, kegigihan, kerja keras yang didasari dengan memohon bantuan Sang Pencipta agar diberikan hasil produksi pertanian yang maksimal. Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan rejeki yang berlipat ganda.
Sejarah dari adanya perayaan Imlek bermakna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani di Tiongkok waktu itu dan waktu kini perayaan Tahun Baru Imlek bermakna kehidupan yang lebih baik dari tahun yang sudah dilalui memasuki tahun yang baru. Hal ini sudah pasti menjadi harapan semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali. Selamat Tahun Baru Imlek 2568.***
Penulis adalah dosen Komunikasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, mantan Sekretaris Majelis Kebudayaan PW. Muhammadiyah Sumatera Utara.
sumber: analisadaily.com
Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI
Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala
Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir
Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81
Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna
Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek
Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU
PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert