Kamis, 06 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Kearifan Imlek dalam Ketahanan Pangan

Opini

Kearifan Imlek dalam Ketahanan Pangan

Oleh: Fadmin P Malau
Minggu, 29 Jan 2017 09:36
analisadaily.com
Ilustrasi

Tahun Baru Imlek 2568 jatuh pada 28 Ja­nuari 2017 dengan shio tahun Ayam Api memiliki makna kearifan ten­tang ke­hidupan manusia dalam menjalani hi­dupnya yang berhubung­an dengan pertanian. Imlek terdiri dari dua kata. Im dan Lek. Im artinya bulan dan Lek artinya penanggalan, jadi Imlek ada­­lah bulan penanggalan atau kalender atau al­manak atau penanggalan yang dimulai dari tanggal 15 bulan ke-1 dalam ka­lender Tiongkok. Namun, perayaan Imlek itu sendiri berlangsung dari tanggal 15 bu­lan ke-12 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1.

Mengapa berhubungan dengan perta­nian? Jawabnya karena Tahun Baru Imlek da­hulunya merupakan penyambutan mu­sim semi bagi para masyarakat petani di Tiongkok. Penyambutan musim semi itu para petani di Tiongkok melakukan ke­giatan beribadatan seperti sembahyang ke­pada Sang Pencipta atau leluhur se­bagai wujud rasa syukur karena telah di­beri rejeki oleh Sang Pencipta.

Para petani sadar produksi pertanian yang diperolehnya bukan semata-mata karena kerja keras saja akan tetapi berkat pem­berian Sang Pencipta kepada ma­nu­sia. Setiap manusia ciptaan Tuhan wajar ber­syukur atas rejeki yang diberikan Tu­han. Perayaan Tahun Baru Imlek sebagai ung­kapan rasa syukur para petani di Tiong­kok.

Perayaan rasa syukur itu puncaknya pada malam ke-15 bulan ke-1 dengan Bu­lan Purnama (bulan penuh) atau di­sebut Cap Go Meh. Pada saat malam ke-15 bulan ke-1 dalam penanggalan ka­lender Tiongkok para petani di Tiongkok me­masang Lampion di sawah atau di la­dang karena akan dimulai kembali mu­sim tanam. Pemasangan lam­pu Lampion agar terang pada lokasi sa­wah atau perla­da­ngan mendatangkan ke­indahan dan me­ngusir hama serta me­nakut-nakuti he­wan perusak tanaman.

Hal ini penting karena akan dimulai kem­bali bercocoktanam. Tanaman yang subur, terhindar dari hama dan penyakit tanaman, pintu masuk untuk mengha­sil­kan produksi tanaman yang baik dan mak­simal produksinya. Perlakuan me­masang lampu Lampion sebagai wujud akan pertanian berhasil dan bila pertanian berhasil maka perekonomian masyarakat petani meningkat.

Pertanian Kunci Sukses Kesejahteraan

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jo­kowi) menyatakan, pembangunan di sek­tor pertanian menjadi kunci mengatasi ke­miskinan bangsa Indonesia. Karena­nya, pembangunan sektor ini harus dila­ku­kan secara sungguh-sungguh melalui ker­ja keras. Katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Per­tanian 2017, Kamis 5 Januari 2017 lalu di Jakarta. Pernyataan Jokowi ini di­eks­pose sejumlah media lokal dan na­sio­nal dengan berbagai judul dan umumnya mem­buat judul Pertanian Kunci Atasi Ke­miskinan dengan subjudul Stok Me­ningkat, Indonesia Takkan Impor Beras.

Dua tahun lalu Presiden Indonesia Jo­kowi-JK mengatakan tahun 2017 Indo­nesia swasembada beras. Nyatanya kini tahun 2017, harga beras terus naik mes­kipun tidak drastis seperti harga cabai. Ter­bukti pembangunan pertanian tidak se­batas berkata-kata akan tetapi kerja nya­ta, bukan retorika dan janji-janji yang ter­nyata tidak menjadi kenyataan.

Pemerintahan era Orde Baru, tidak banyak berkata-kata dalam pembangun­an pertanian tetapi selalu melakukan proses kerja dalam pembanguna pertani­an. Terus selalu diinginkan meningkatkan faktor-faktor pendukung pembangunan per­tanian. Berkat kerja keras membangun faktor-faktor pendu­kung pembangunan pertanian akhirnya Indonesia menjadi negara swasembada pangan yang diakui dunia. Pemerintah era Orde Baru bicara proses pembangunan pertanian bukan bicara hasil pertanian. Kerja pertanian memang harus bicara proses. Tidak mungkin memanen produk pertanian jika tidak pernah menanam. Sedangkan sudah menanam belum tentu memanen.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ketahanan pangan dinyata­kan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari ter­se­dia­nya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mu­tu­nya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan de­ngan agama, keyakinan, dan budaya ma­syara­kat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berke­lan­jutan. Ketahanan pangan sangat penting dan tanda ketahanan pangan tersedianya stok pangan di gudang-gudang logistik dan di pasar-pasar sehingga ketersediaan pangan bagi masya­rakat tersedia.

Ketersediaan pangan sangat penting maka Bung Karno (Presiden Indonesia pertama, Dr. Ir. Soekarno) pernah menga­takan, pangan adalah menyangkut hidup-mati bangsa. Bagai­mana agar memiliki ketahanan pangan tentunya peran petani sangat menentukan. Namun, kondisi sekarang ini petani Indonesia berada pada kondisi kritis sebab jumlah keluarga pe­tani Indonesia mengalami penurunan 5,04 juta selama kurun waktu 10 tahun ter­akhir. Sensus Pertanian Tahun 2013 mencatat keluarga petani hanya tinggal 10,5 persen. Hal ini menjadi perhatian semua pihak karena ujung tombak ter­wu­judnya ketahanan pangan berada pada keberadaan keluarga petani Indonesia.

Kue Keranjang Pada Perayaan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 me­mi­liki makna kearifan tentang kehidupan ma­nusia yakni sediakan payung sebelum hujan. Dalam prinsip ekonomi, kegagalan me­rupakan resiko dari kerja keras dan ke­gagalan itu harus diantisipasi hingga tidak mendatangkan kerugian yang besar.

Prinsip ini terlihat adanya Kue Ke­ranjang (Nian Gao) atau Kue Bakul yang terbuat dari tepung ketan dan gula dengan me­miliki tekstur kenyal dan lengket pada pe­rayaan Tahun Baru Imlek. Kue ini me­ru­pakan persediaan ketika kegagalan yang diperoleh. Kegagalan boleh saja da­tang akan tetapi harus disiapkan solusi dari kegagalan itu yakni jangan sampai ke­laparan. Bahaya kelaparan satu tanda dari kegagalan perekonomian.

Tersedianya bahan pangan yang cukup tanda kemakmuran masih berpihak. Kehidupan para petani di Tiongkok waktu itu sa­­ngat berharap keberhasilan itu harus terus diraih setiap tahun. Mengantisipasi ter­jadinya kelaparan yang disebabkan ba­nyak faktor seperti banjir, tanah long­sor, kemarau panjang yang membuat gagal panen harus memiliki solusi yang te­pat. Kue Bakul merupakan antisipasi pa­ngan bagi para petani di Tiongkok waktu itu. Kue Bakul dapat menjadi solusi sebab kue itu rasanya enak dan tahan lama. Begitu hebatnya antisipasi yang di­lakukan, memikirkan paling yang ter­buruk datang merupakan antisipasi yang paling baik.

Perayaan Tahun Baru Imlek banyak di­ilhami dari budaya meningkatkan per­eko­nomian para petani di Tiongkok waktu itu sehingga kala itu prinsip-prinsip eko­nomi pertanian sudah dilaksanakan de­ngan baik. Sosial ekonomi pertanian atau pola agribisnis telah terjadi dan dilak­sa­na­kan dalam kehidupan masyarakat pe­tani di Tiongkok. Apa yang dilakukan pada peringatan Imlek pada dasarnya per­la­kuan prinsip agribisnis, berlandas­kan kepercayaan kepada Sang Pencipta yang mem­berikan rejeki. Artinya kerja ke­ras, bercocoktanam sebagai ke­giatan bis­nis harus direstui atau ditentukan oleh Sang Pencipta dan manusia (para petani) ha­rus berusaha secara maksimal.

Kini juga berlaku prinsip itu karena ke­tika seorang petani menanam tanaman kol, jeruk misalnya, ketika selesai ber­tanam maka harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tanaman itu dapat tum­buh dan berkembang sebab tanaman adalah makhluk hidup yang ketentuan hi­dupnya ada pada Sang Pen­cip­ta. Fe­nomena inilah dilakukan para petani di Tiong­kok yang dimanifestasikan dalam pe­ra­yaan Tahun Baru Imlek. Bersyukur ke­pada Sang Pencipta sebab hasil pertanian tahun ini baik dan berdoa agar tahun mendatang, Sang Pencipta membe­ri­kan ha­sil pertanian yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Sikap berusaha, be­kerja keras dan berdoa tergambar dalam perayaan Imlek. Perayaan Imlek menjadi satu manifestasi dari keuletan, kegigihan, kerja keras yang didasari dengan me­mo­hon bantuan Sang Pencipta agar diberikan ha­sil produksi pertanian yang maksimal. Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan rejeki yang berlipat ganda.

Sejarah dari adanya perayaan Imlek bermakna untuk mening­katkan per­eko­nomian masyarakat petani di Tiongkok wak­tu itu dan waktu kini perayaan Tahun Baru Imlek bermakna ke­hi­dupan yang lebih baik dari tahun yang sudah dilalui me­­masuki tahun yang baru. Hal ini sudah pas­ti menjadi ha­rapan semua manusia di du­nia ini tanpa terkecuali. Selamat Tahun Baru Imlek 2568.***

Penulis adalah dosen Komunikasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, mantan Sekretaris Majelis Kebudayaan PW. Muhammadiyah Sumatera Utara.

sumber: analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Agu 2026 19:38

    Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI

    Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:35

    Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir

    Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:28

    KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81

    Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:50

    Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:28

    Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU

    PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki