Opini
Memaknai Hari Natal
Oleh: Hasan Sitorus
Minggu, 24 Des 2017 08:04
Seluruh umat Kristiani di berbagai belahan dunia bersuka cita merayakan Natal pada setiap tanggal 25 Desember. Demikian halnya dengan masyarakat Kristiani di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua juga merayakan Natal, baik dalam keluarga, komunitas, maupun gereja. Bahkan perayaan Natal di berbagai kota dan daerah sudah dimulai pada awal Desember, yang membuktikan bahwa menyambut Natal adalah suatu sukacita yang luar biasa.
Mengapa umat Kristiani sangat bersukacita menyambut hari Natal ? Jelas, mereka meyakini bahwa Natal membebaskan manusia dari perbudakan dosa, sehingga manusia diselamatkan dari kematian kekal. Bila hal itu adalah anugerah Allah, apakah yang dapat kita perbuat dalam masa perayaan Natal, sehingga hari Natal itu bermakna dalam kehidupan kita.
Kita mengetahui bahwa Allah yang maha tinggi turun ke dunia ini dengan mengosongkan dirinya menjadi sama dengan manusia, lahir di kandang domba walaupun Dia seorang raja, dan membawa damai bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, hari Natal haruslah kita maknai sebagai hidup untuk berkorban, hidup dalam kesederhanaan dan hidup dalam kedamaian.
Hidup untuk Berkorban
Umat Kristiani telah meyakini bahwa misi kedatangan mesias ke dunia adalah untuk menyelamatkan manusia dari kematian yang kekal. Allah telah mengorbankan dirinya melalui anakNya Yesus Kristus dengan taat sampai mati di kayu salib karena dosa dan pelanggaran kita, supaya kita selamat memperoleh hidup yang kekal.
Tuhan telah berkorban untuk kita, apakah kita juga mau berkorban untuk Tuhan ? Bagaimana bentuk pengorbanan kita yang berkenan di mata Tuhan ? Tentu yang paling mudah adalah berkorban menolong sesama manusia, baik yang hidupnya dalam kemiskinan, tertimpa bencana alam dan orang-orang yang tertindas.
Oleh sebab itu, hari Natal haruslah mendorong kita untuk mau menolong orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita. Janganlah kita menutup mata dengan keadaan di sekeliling kita, jangan kita menutup telinga mendengar jeritan orang sakit dan orang tertindas, dan janganlah kita memalingkan muka kepada orang peminta-minta.
Kita harus menyadari cukup banyak saudara kita yang berada dalam kemiskinan yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan kita. Secara nasional jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta jiwa, di wilayah Sumatera Utara mencapai 1,45 juta jiwa, dan di Kota Medan jumlah penduduk miskin mencapai 206.870 jiwa (BPS, 2017).
Melihat fakta ini, sudah saatnya kita bergerak hati untuk sedikit berkorban menolong sesama dengan meningkatkan kegiatan bakti sosial Natal. Kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri dan harus menyadari bahwa sebagian rezeki yang kita miliki adalah milik orang lain, yang wajib kita serahkan kepada orang yang sangat membutuhkannya.
Hidup dalam Kesederhanaan
Anak Allah yang tunggal sudah datang ke dunia dalam kesederhanaan, lahir di kandang domba walaupun seorang anak raja. Karya penyelamatan Allah bagi manusia sangat menonjolkan kesederhanaan yang menurut ukuran manusia adalah hal yang paradoks atau tidak masuk akal. Oleh sebab itu, perayaan hari Natal haruslah kita maknai dengan kesederhanaan.
Walaupun semua umat Kristiani bersukacita dengan datangnya hari Natal, tetapi sukacita itu tidak perlu diperlihatkan dengan perayaan yang mewah, pesta pora, hura-hura dan kegiatan lain yang mendorong munculnya kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat kita yang beragam. Alangkah lebih baik bila menyambut Natal kita lakukan secara sederhana saja, sehingga biaya yang seharusnya kita keluarkan untuk perayaan natal yang megah atau akbar yang kesannya gemerlapan, seyogianya dapat kita salurkan untuk kegiatan bakti sosial Natal.
Ada kesan di masyarakat kita mulai dari perkotaan hingga pedesaan bahwa merayakan Natal itu haruslah semarak dengan berbagai asesoris dan hiasan Natal yang gemerlapan ditambah baju baru, sepatu baru dan makanan khas Natal. Sehingga banyak keluarga merasa berbeban berat kalau sudah datang bulan Desember, karena para keluarga harus mempersiapkan biaya pengeluaran yang relatif besar pada setiap bulan Desember.
Hal ini harus diberikan pencerahan agar masyarakat kita benar-benar menyadari bahwa perayaan Natal itu lebih baik sederhana, karena makna Natal bukanlah hal soal kegemerlapan dan kesemarakan perayaannya, tetapi lebih bermakna theologis dan sosiologis, yakni Tuhan datang dalam kesederhanaan sehingga dalam kemiskinannya itu kita menjadi kaya. Dengan pemikiran seperti itu, tidak ada yang merasa berbeban berat dalam menyambut hari Natal, tetapi semuanya dapat bersukacita walaupun ekonomi kita sulit atau kita mengalami berbagai tekanan dalam kehidupan kita.
Hidup dalam Kedamaian
Kelahiran Kristus ke dunia ini adalah membawa damai bagi umat manusia. Oleh sebab itu, Natal menyuarakan perdamaian manusia dengan Allah, perdamaian manusia dengan sesama manusia dan perdamaian manusia dengan alam.
Kita sebagai umat Kristiani di Indonesia haruslah berperan membawa damai dimanapun kita berada, baik di lingkungan tempat tinggal kita, di tempat kita bekerja atau melayani, dan secara khusus di tengah keluarga kita. Alangkah eloknya, bila setiap keluarga kita berada dalam suasana damai, antara bapak dan ibu, antara orangtua dan anak-anaknya, antara keluarga kita dengan kerabat kita.
Kalau kita sudah penuh damai dalam keluarga kita, pasti kita dapat membawa damai kepada orang lain. Kalau kita menyatakan bisa membawa damai kepada orang lain pada hal dalam keluarga kita tidak ada kedamaian, berarti kita menipu diri kita sendiri. Sama halnya kita menyatakan bahwa kita mengasihi Allah, pada hal kita bermusuhan dengan orang lain, berarti kita menipu diri sendiri. Oleh sebab itu, salah satu makna hakiki hari Natal adalah tumbuhnya kedamaian di hati seluruh umat manusia, sehingga dapat terhindar dari perpecahan, pertikaian, dan permusuhan yang berakibat kehancuran.
Di tengah masyarakat kita yang hidup dalam keberagaman suku, agama dan budaya, maka aspek kedamaian adalah unsur primer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perayaan Natal mengajak semua umat Kristiani di Indonesia agar selalu menjaga keberagaman itu dalam bingkai NKRI dengan menekankan kehidupan yang damai dengan menghindarkan diri untuk tidak terlibat dalam pertikaian berbau Sara yang dapat mengancam perpecahan anak bangsa.
Selain itu, perayaan Natal juga menyuarakan agar kita berdamai dengan alam dengan cara hidup serasi dengan alam. Kita adalah mahkota ciptaaan yang diberi wewenang untuk mengelola alam, bukan untuk merusaknya. Sadarlah kita bahwa terjadinya peristiwa bencana alam di berbagai belahan dunia khususnya di tanah air adalah akibat kita tidak lagi hidup berdamai dengan alam.
Kita tidak lagi mempunyai etika lingkungan, merasa manusia bukan unsur alam dan menjadikan alam hanya objek pemenuhan kebutuhan manusia. Alhasil, alampun rusak tak terkendali dan bencanapun datang silih berganti. Natal mengajak kita agar hidup serasi dan bersahabat dengan alam, karena sesungguhnya alam itu lembut dan baik. Selamat Hari Natal, 25 Desember 2017.***
(Penulis Dosen Tetap di Universitas HKBP Nommensen Medan).
sumber:analisadaily.com
Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia
Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR
JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de
May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital
INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba
Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin
Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya
JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5 dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun