Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Opini
  • Pendidikan Gempa dan Audit Gedung Bertingkat

Opini

Pendidikan Gempa dan Audit Gedung Bertingkat

Oleh: Djoko Subinarto
Minggu, 28 Jan 2018 11:15
analisadaily.com
ilustrasi

Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Rich­ter menggun­cang lima provinsi yakni Banten, Jakarta, Lampung, Jawa Barat danJawa Tengah, Selasa (23/1/2018) lalu. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di sekitar Samudera Hindia, di ke dalaman 64 kilometer, barat daya Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Meskipun tidak sampai menimbulkan kor­ban jiwa, menyusul gempa tersebut, ratusan rumah di wilayah Banten dan Jawa Barat dilaporkan rusak. Sementara itu, di Jakarta, para karyawan yang ber­kan­tor di gedung-gedung bertingkat ber­ham­buran keluar dengan panik karena kha­watir bangunan ambruk lantaran tidak kuat menahan guncangan gempa.

Sangat boleh jadi, secara teoritis, epi­sode gempa bumi di negeri ini masih akan terus berlanjut. Harap maklum, se­bagai negara yang berada di antara tiga lem­­peng bumi yaitu Lem­­peng Indo-Aus­tralia, Lempeng Eurasia dan Lem­peng Pa­sifik, Indonesia memang menjadi salah satu kawasan yang rawan gempa bumi. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu negara yang memiliki titik gem­pa bumi paling banyak di dunia. De­ngan pemahaman seperti ini, mestinya pen­duduk negeri ini harus selalu siap-fisik maupun psikis -menghadapi setiap ke­mungkinan terjadinya gempa bumi.

Namun, faktanya, dibandingkan pen­duduk sejumlah negeri lain yang juga berada di kawasan rawan gempa bumi, seperti Amerika Serikat, Jepang, Roma­nia maupun Selandia Baru misalnya, ke­banyakan penduduk kita tampaknya se­­­nantiasa kurang siap dalam meng­ha­dapi ke­mungkinan terjadinya gempa bumi.

Salah satu penyebabnya adalah mi­nimnya pendidikan kesiapsiagaan meng­ha­dapi bencana alam yang diperun­tukkan untuk anak-anak sekolah maupun yang diperuntukkan untuk masyarakat umum se­cara luas. Ujung-ujungnya bisa ditebak, masih banyak penduduk kita yang tidak me­ngetahui cara bertindak yang tepat saat terjadi bencana alam. Padahal, me­mi­liki pengetahuan yang mumpuni ihwal ke­siapsiagaan menghadapi ben­cana alam sangat penting untuk mengu­ra­ngi risiko yang lebih buruk ketika ter­jadinya ben­cana alam.

Dalam konteks pendidikan di sekolah, secara pribadi, saya sangat setuju dengan pendapat Hamid Hasan, salah seorang anggota tim inti pengembangan kuriku­lum 2013, yang menyatakan bahwa ku­rikulum pendidikan kita minim ber­orien­tasi kepada kehidupan. Padahal, justru ku­rikulum pendidikan yang berorientasi kepada kehidupanlah yang sebaiknya lebih banyak diajarkan di sekolah-sekolah kita.

Dengan melihat fakta bahwa negeri ini sebagian besar wilayahnya berada dalam kawasan rawan gempa bumi, maka su­dah selayaknya pendidikan gempa bumi menjadi salah satu pelajaran yang per­lu lebih banyak diajarkan seba­gai ba­gian dari kesiapsiagaan menghadapi ben­cana alam.

Sebagai sebuah mata pelajaran yang berorientasi pada kehidupan nyata, pendidikan gempa bumi idealnya bisa diajarkan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga tingkat pendidikan mene­ngah di sekolah-sekolah kita. Tidak harus mem­buat mata pelajaran baru bagi pendi­di­kan gempa bumi di sekolah. Pendidikan gem­pa bumi dapat diberikan lewat mata pelajaran yang sudah ada, misalnya mata pelajaran geografi ataupun sains.

Di negara-negara lain pun pendidikan gempa bumi juga tidak diberikan sebagai pelajaran yang berdiri sendiri, melain­kan diintegrasikan dengan pelajaran lain. Se­bagai contoh, di Jepang pelajaran ini di­ajarkan dalam pelajaran geosains (chigaku ). Sedangkan di Selandia baru, pe­lajaran ini diajarkan dalam pelajaran geo­grafi.

Apa fokus utama pendidikan gempa bumi di sekolah? Pertama, untuk menge­tahui dan memahami dasar-dasar ilmu gempa bumi (seismologi) berikut segala fenomena yang berkaitan dengannya dan kedua, untuk mengetahui dan memahami ber­bagai dampak gempa bumi bagi ke­hidupan manusia. Selain diberikan di bangku sekolah, pendidikan gempa bumi se­baiknya diberikan pula bagi ka­langan ma­syarakat umum, terutama bagi mereka yang bertempat tinggal di kawasan-ka­wasan rawan gempa bumi.

Dalam hal ini, agaknya kita bisa berka­ca pada apa yang dilakukan pemerintah Ro­mania. Menyusul gempa bumi dahsyat yang terjadi di kawasan Vrancea tahun 1990 silam, pemerintah Romania segera ber­inisiatif meluncurkan pro­gram na­sional pendidikan gempa bumi bagi publik seca­ra berkala dan ber­kesinam­bu­ngan. Untuk menunjang pro­gram ini, pe­merintah Romania menerbit­kan buku pan­­duan praktis gempa bumi un­tuk para orang­tua, anak-anak, para guru, staf seko­lah, tenaga medis dan ber­bagai kategori profesi lainnya serta ma­sya­rakat luas yang berada di daerah-dae­rah rawan gempa bumi.

Diharapkan dengan adanya pendidi­kan gempa bumi kepada para siswa dan ma­syarakat umum lainnya ini semakin banyak warga yang kian paham baga­i­mana belajar hidup dan bertahan hidup di kawasan yang rawan gempa bumi, mam­­pu bertindak rasional dan efisien se­­belum dan ketika terjadi gempa bumi, mampu mencegah bencana/petaka lebih jauh tatkala gempa bumi berlangsung dan mampu bekerjasama serta mengam­bil langkah tepat bagi proses pemulihan setelah gempa bumi terjadi.

Selain pendidikan gempa bumi, yang tidak kalah krusial adalah tindakan audit ter­hadap gedung-gedung bertingkat, se­perti gedung-gedung perkantoran. Se­perti kita ketahui, di kota-kota besar, te­lah lumrah dijumpai gedung-gedung men­julang tinggi yang dijadikan pusat bis­nis dan perkan­toran. Berbagai aktivi­tas bisnis dan aktivitas perkantoran ber­lang­sung di satu gedung. Dengan de­mi­kian, gedung-gedung perkantoran ini di­tempati oleh beragam perusahaan dan me­nampung ratusan pekerja. Tindakan au­dit untuk gedung-gedung bertingkat ini sangat penting dilakukan untuk me­mas­tikan kelayakan gedung, terutama di­kaitkan dengan antisipasi apabila ter­jadi guncangan akibat gempa bumi. Audit per­lu dilakukan secara berkala. Selain itu, audit juga perlu dilakukan pasca gem­pa berlangsung.

Problemnya di negeri ini adalah, hing­ga saat ini, belum ada aturan yang me­ngikat bah­wa pasca gempa berlangsung, ge­dung-ge­dung harus segera diaudit. Padahal, menurut Ketua Himpunan Ahli Kons­truksi In­donesia (HAKI), Davy Su­kamta, yang dikutip laman kom­pas.com, Selasa (23/1/2018), di Amerika Serikat, khu­susnya pan­tai barat yang merupakan ka­wasan rawan gem­pa, setiap gedung be­sar sudah me­nun­juk konsultan yang akan datang pasca gempa dengan kontrak per tahun.

Nah, mengingat bahwa sebagian besar wi­la­yah negeri ini rawan gempa, tam­pak­nya pemerintah kita perlu segera me­ner­bit­kan aturan yang mewajibkan para pemilik atau pengelola gedung untuk se­gera me­la­kukan audit pasca gempa. Hal ini untuk meng­antisipasi berbagai ke­mung­kinan buruk yang dapat terjadi selama dan setelah gem­pa berlang­sung.***

Penulis adalah kolumnis, alumnus Universitas Padjadjaran.

sumber:analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA ï¿½" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.