Kamis, 30 Apr 2026

Dana BOS Rawan Penyelewengan

Disdik Siak Diminta Tingkatkan Pengawasan

Laporan : Sahril Ramadhana
Selasa, 15 Des 2015 14:08
Sahril Ramadhana
Rustami, Manager BOS SD-SMP Disdik Siak

SIAK  - Dengan besarnya kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2015 di kabupaten Siak, yang mencapai Rp 70 milyar, diharapkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak bisa lebih maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS tersebut.

Sehingga nantinya pihak sekolah yang mendapatkan dana BOS tidak timbul permasalahan, seperti yang pernah terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Siak beberapa waktu lalu.

"Kami selaku masyarakat sangat berharap kepada pihak Disdik Siak, selaku instansi yang menaungi masalah penggunaan dana BOS, agar  lebih maksimal dalam memonitoring penggunaan dana BOS itu di setiap sekolah. Sehingga nantinya tidak terjadi lagi penyimpangan. Seperti yang pernah terjadi belum lama ini di salah satu sekolah di Siak," ujar Iwan, salah seorang warga Siak.

Menanggapi hal tersebut, manager BOS Disdik Siak Rustami menuturkan, bahwasanya setiap sekolah penerima dana BOS itu telah dihimbau agar menggunakan dana BOS sesuai Teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian.

"Terkait penggunaan dana BOS itu, setiap sekolah sudah diimbau agar menggunakan dana tersebut sesuai teknis, dan kiranya ada penyimpangan dalam penggunaannya di lapangan. Berarti pihak sekolah itu sendiri yang membandel," jelas Rustami, Selasa (15/12/2015).

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan Juknisnya, ada 13 item yang dibolehkan pada penggunaan dana BOS itu, diantaranya untuk rehap ringan sekolah, honorium tenaga pengajar, serta untuk keperluan operasional bagi siswa kurang mampu. Dan tidak boleh digunakan untuk pembangunan fasilitas baru.

Saat ditanya, besarnya dana BOS yang telah dikucurkan ke seluruh sekolah di Siak pada tahun 2015 ini. Rustami menyebutkan sekitar Rp70 milyar untuk tingkat SD dan SMP. Sedangkan untuk tingkat SMA dan SMK dirinya mengaku tidak tau.

"Dana BOS yang sudah dikucurkan hingga tahap akhir tahun 2015 ini, untuk di tingkat SD sebesar Rp48,6 milyar lebih. Dan untuk tingkat SMP sebesar Rp21,7 milyar lebih, yang jumlah total keseluruhannya sebesar Rp70 milyar," tandasnya. (RIL)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.