Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Akhir Polemik PPDB SMA di Pelalawan, Ini Nasib 146 Calon Siswa yang Tidak Tertampung di SMA Negeri

Akhir Polemik PPDB SMA di Pelalawan, Ini Nasib 146 Calon Siswa yang Tidak Tertampung di SMA Negeri

Admin
Kamis, 18 Agu 2022 14:39
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN - Polemik PPDB SMA di Pelalawan akhirnya menemukan titik terang setelah satu bulan bergulir.

Sebanyak 146 calon siswa yang tidak tertampung SMA negeri di Kecamatan Pangkalan Kerinci akan tetap ditampung.

Polemik muncul setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Pelalawan yang sudah.

Meski sudah satu bulan para peserta didik itu digantung dan tidak ada sekolah yang menerima lantaran daya tampung sudah penuh.

Padahal siswa lainnya sudah belajar dan mengecap pendidikan tingkat SMA sederajat.

Berbagai cara dilakukan Pemda Pelalawan melalui Pemda Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Disdik Riau.

Akhirnya keputusan diambil sebagai solusi untuk kelangsungan pendidikan para calon murid yang belum bersekolah sampai saat ini.

"Alhamdulillah, kami sudah rapat dengan Disidik Riau kemarin bersama anggota DPRD kita. Mereka setuju penambahan kelas seperti yang kita minta," ungkap Kepala Disdikbud Pelalawan, Abu Bakar FE kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (18/7/2022).

Abu Bakar menjelaskan, pihaknya rapat bersama Disdik Riau dan dihadiri oleh Ketua dan anggota DPRD Pelalawan pada Selasa (16/8/2022) lalu di Pekanbaru.


Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya Disdik Riau memutuskan untuk menambah empat Rombongan Belajar (Rombel) SMA negeri di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Dengan rincian dua Rombel di SMAN 1 dan dua Rombel di SMAN 2 untuk 146 calon peserta didik yang belum mendapatkan sekolah.

Dengan penambahan 4 Rombel itu, kata Abu Bakar, bisa menampung putra-putri Pelalawan yang masih terkatung-katung lantaran keterbatasan daya tampung tingkat SMA di ibukota Pelalawan.

Solusi penambahan kelas inilah yang selama ini ditawarkan oleh Pemda dan DPRD Pelalawan dalam menyelamatkan nasib 146 calon siswa yang tidak tertampung itu.

"Untuk pembagiannya segera kita tuntaskan. Yang penting solusinya sudah ada dan nasib kelanjutan pendidikan anak-anak kita telah jelas," beber mantan Kepala Satpol PP Pelalawan ini.

Dikatakannya, pihaknya akan membagi para calon siswa yang telah didata secara lengkap untuk ditempatkan di SMAN 1 dan SMAN 2 Pangkalan Kerinci.

Agar peserta didik itu bisa lebih cepat masuk lokal dan mengikuti pelajaran, sehingga tidak terlalu jauh ketinggalan pelajarannya.

Wakil Ketua Komisi l DPRD Pelalawan, Monang Eliezer Pasaribu M.Si membenarkan jika Pemprov Riau melalui Disdik Riau telah memberikan izin penambahan lokal di 2 sekolah negeri itu.

Hal ini menjadi angin segar bagi para calon siswa yang selama ini bingung melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah atas.

"Hasil konsultasi kita ke kementerian juga menyampaikan seperti itu. Dua sekolah ini masih bisa menambah Rombel. Makanya langsung disetujui provinsi," papar Monang Pasaribu.


Politisi Demokrat ini mengingatkan Disdikbud Pelalawan segera mendistribusikan 146 calon siswa ke lokal baru di SMAN 1 dan SMAN 2. Sehingga pendidikan bagi para anak didik lebih terjamin dari Pemda.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.