Sabtu, 02 Mei 2026

KAMPUS

Kinerja Kemristekdikti Masih Kurang

Senin, 04 Jan 2016 14:19
Okezone
Menristekdikti M Nasir.
JAKARTA - Sepanjang 2015, kinerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dianggap masih kurang. Salah satunya terlihat dari serapan anggaran kementerian di bawah komando M Nasir itu yang belum maksimal.

"Penyerapan anggaran secara maksimal untuk tahun anggaran 2015, dirasa masih terlalu jauh dari harapan rakyat, ini menunjukkan kinerja Kemenristekdikti yang perlu diperbaiki untuk masa depan pendidikan tinggi di Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR Abdul Kharis Almasyhari, Senin (4/1/2016).

Kharis mengaku kecewa dengan serapan anggaran Kemristekdikti. Hingga 30 November 2015, sebut Kharis, anggaran baru terserap 61,95 persen, sedangkan target sampai akhir tahun sekira 85,52 persen.

"Tentunya jauh dari program Presiden Joko Widodo yang menargetkan di atas 90 persen," tambahnya.

Kharis, yang merupakan Ketua Panja Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu, pun tak luput menyoroti kedua poin tersebut. Dia berharap, tahun ini UKT tidak memberatkan mahasiswa dan orangtua.

"Dengan BOPTN, harusnya beban biaya kuliah menjadi lebih ringan, bukan malah memberatkan mahasiswa dan orangtua. Banyak sekali keluhan masyarakat terkait mahalnya biaya pendidikan tinggi," tukas politisi asal dapil Jateng V itu.

Sebelumnya Menristekdikti M Nasir menjelaskan capaian realisasi APBN 2015 per 30 November 2015, sebesar 61,95 persen atau Rp27,3 triliun dari total pagu anggaran 2015 yaitu Rp44 triliun. Capaian itu meliputi program belanja 89,92 persen, 57,37 persen untuk barang, modal sebanyak 29,96 persen, dan bansos sebesar 97,82 persen.

Pada sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo menyampaikan serapan Anggaran Belanja Negara (APBN) 2015 mencapai 91,2 persen atau mencapai Rp1.810 triliun dari anggaran belanja negara Rp1.984 triliun.

"Jadi kelihatan sekali bahwa realisasi (anggaran) kita tidak seperti yang banyak disampaikan oleh pengamat yang akan (diperkirakan) di bawah 80 persen. Saya kira jauh dari itu," kata Presiden.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.