Minggu, 21 Jun 2026

KAMPUS

Kinerja Kemristekdikti Masih Kurang

Senin, 04 Jan 2016 14:19
Okezone
Menristekdikti M Nasir.
JAKARTA - Sepanjang 2015, kinerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dianggap masih kurang. Salah satunya terlihat dari serapan anggaran kementerian di bawah komando M Nasir itu yang belum maksimal.

"Penyerapan anggaran secara maksimal untuk tahun anggaran 2015, dirasa masih terlalu jauh dari harapan rakyat, ini menunjukkan kinerja Kemenristekdikti yang perlu diperbaiki untuk masa depan pendidikan tinggi di Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR Abdul Kharis Almasyhari, Senin (4/1/2016).

Kharis mengaku kecewa dengan serapan anggaran Kemristekdikti. Hingga 30 November 2015, sebut Kharis, anggaran baru terserap 61,95 persen, sedangkan target sampai akhir tahun sekira 85,52 persen.

"Tentunya jauh dari program Presiden Joko Widodo yang menargetkan di atas 90 persen," tambahnya.

Kharis, yang merupakan Ketua Panja Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) itu, pun tak luput menyoroti kedua poin tersebut. Dia berharap, tahun ini UKT tidak memberatkan mahasiswa dan orangtua.

"Dengan BOPTN, harusnya beban biaya kuliah menjadi lebih ringan, bukan malah memberatkan mahasiswa dan orangtua. Banyak sekali keluhan masyarakat terkait mahalnya biaya pendidikan tinggi," tukas politisi asal dapil Jateng V itu.

Sebelumnya Menristekdikti M Nasir menjelaskan capaian realisasi APBN 2015 per 30 November 2015, sebesar 61,95 persen atau Rp27,3 triliun dari total pagu anggaran 2015 yaitu Rp44 triliun. Capaian itu meliputi program belanja 89,92 persen, 57,37 persen untuk barang, modal sebanyak 29,96 persen, dan bansos sebesar 97,82 persen.

Pada sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo menyampaikan serapan Anggaran Belanja Negara (APBN) 2015 mencapai 91,2 persen atau mencapai Rp1.810 triliun dari anggaran belanja negara Rp1.984 triliun.

"Jadi kelihatan sekali bahwa realisasi (anggaran) kita tidak seperti yang banyak disampaikan oleh pengamat yang akan (diperkirakan) di bawah 80 persen. Saya kira jauh dari itu," kata Presiden.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.