- Home
- Pendidikan
- Kisah Tiga Serangkai Lulusan Terbaik UNY
PENDIDIKAN
Kisah Tiga Serangkai Lulusan Terbaik UNY
Selasa, 01 Mar 2016 10:34
JAKARTA - Belum lama ini Universitas Negeri Yogyakarta mewisuda lulusan program D-3, S-1, S-2, sampai S-3 untuk periode Februari 2016. Dari ratusan wisudawan, ternyata ada tiga lulusan yang cukup mencuri perhatian karena prestasinya. Mereka terdiri dari lulusan termuda, lulus tercepat, dan lulusan dengan IPK tertinggi.
Lulusan termuda dinobatkan kepada Rahma Febrianti dari Prodi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi. Dia berhasil menjadi seorang sarjana saat usianya baru memasuki 21 tahun. Rahma mengungkapkan, sudah mulai sekolah SD sejak usianya masih 5,5 tahun.
"Saya masuk TK umur 3,5 tahun. Sejak semester tiga saya selalu mengambil 25 SKS. Saya juga mengambil semester pendek sehingga bisa cepat lulus," ujarnya dinukil dari laman UNY, Selasa (1/3/2016).
Gadis kelahiran Lahat, 9 Februari 1995 tersebut mengaku, kunci utama lulus cepat berikutnya adalah mengerjakan tugas secara tepat waktu. Hal tersebut membuatnya memperoleh IPK di atas tiga dan berkesempatan mengikuti student exchange ke Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Berikutnya adalah wisudawan dengan predikat lulus tercepat yang diraih Iva Nandya Atika dari Prodi Pendidikan Fisika Fakultas MIPA. Iva berhasil lulus program S-1 dalam jangka waktu tiga tahun empat bulan. Dia juga berhasil mendapatkan IPK yang memuaskan di setiap semester perkuliahan.
"Sejak semester tiga, saya selalu mengambil mata kuliah semester di atasnya. Pada semester tujuh saya hanya tinggal mengambil skripsi saja," ucapnya.
Tak hanya sibuk kuliah, mahasiswa asal Banjanegara itu juga mengisi kegiatan dengan mengisi les privat. Dia pun terkadang harus merelakan akhir pekannya untuk mengerjakan laporan praktikum.
Sementara wisudawan dengan IPK tertinggi diraih Titik Ulfatun dari prodi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi. Gadis kelahiran 2 Juli 1993 tersebut berhasil menyelesaikan studinya dengan meraih IPK 3,90. Bahkan, mahasiswa yang akrab disapa Upik ini mengaku, selalu meraih peringkat pertama sejak duduk di bangku SD hingga SMK.
"Kecuali saat kelas I dan VI SD saya meraih ranking dua. Saya dulu sempat menunda keinginannya belajar selama setahun karena tidak diterima lewat jalur SNMPTN. Akhirnya saya pergi ke Bekasi dan bekerja di pabrik plastik," tuturnya.
Dengan semangat yang tak pernah padam, anak seorang buruh tani tersebut akhirnya mampu melanjutkan kuliah dengan memperoleh beasiswa bidikmisi. Menurut dia, kemudahan tersebut memicunya untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi orang lain.
"Apa yang bisa saya berikan untuk negara? Saya hanya punya ini, hasil capaian belajar. Saya ingin membuat orangtua bangga," tukasnya. (okezone.com)
Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal
Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali
Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO
JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah
Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal
Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad
Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan
Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb
Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026
PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C