- Home
- Pendidikan
- Kisruh PPDB hingga Demo di SMAN 12 Pekanbaru, Anggota Dewan Riau Duga Karena Hal Ini
Kisruh PPDB hingga Demo di SMAN 12 Pekanbaru, Anggota Dewan Riau Duga Karena Hal Ini
Admin
Kamis, 04 Agu 2022 09:47
PEKANBARU - Persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Pekanbaru belum selesai, bahkan ada yang berujung demo seperti yang terjadi di SMAN 12 Pekanbaru.
Hingga saat ini masih ada sejumlah anak yang belum mendapatkan sekolah.
Ratusan anak miskin di Pekanbaru terancam tidak bersekolah karena tidak mampu masuk swasta.
Sebelumnya, 12 ribuan anak yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri di Pekanbaru, mereka tamat dari SMP di Pekanbaru dan rencananya melanjutkan sekolah ke negeri.
Namun pada PPDB lalu, akibat kekurangan sekolah, hanya sedikit yang tertampung dari jumlah siswa SMP yang tamat tersebut, akibatnya muncul kisruh di masyarakat.
Ratusan orangtua murid meminta bantuan DPRD, tidak sedikit juga yang datang ke rumah wakil rakyatnya langsung dan gedung DPRD Riau sendiri.
Namun dari yang meminta pertolongan ke DPRD tersebut, tidak semuanya bisa diakomodir karena keterbatasan kuota juga.
Warga mendatangi DPRD karena disuruh pihak Dinas Pendidikan dan sekolah untuk meminta rekomendasi dari DPRD tersebut untuk masuk ke sekolah.
"Jadi yang menjadi persoalan para orangtua murid itu disuruh datang ke Dewan meminta rekomendasi, kami hanya bisa bantu ketika kami nilai yang bersangkutan adalah orang sulit dan layak dibantu,"ujar Ketua Komisi V DPRD Riau Robin P Hutagalung.
Bahkan dari beberapa yang diminta bantu ke Dinas Pendidikan, tidak semuanya bisa diakomodir akibat keterbatasan ruang kelas SMA dan SMK di Pekanbaru.
"PPDB ini tidak salah, pak Job Kurniawan (Plt Kadisdik) tidak bisa kita salahkan, karena memang orang baru di Dinas Pendidikan, yang salah ini adalah ruang kelas yang sedikit,"ujar Robin.
Maka sebagai solusi untuk mengurai jumlah yang membludak dan belum mendapatkan sekolah itu, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan, dan dorongan DPRD Riau, akan membuka langsung kelas belajar untuk tiga sekolah pada tahun ajaran 2022/2023 ini.
"Langsung dibuka tiga SMA baru tahun ini untuk mengurai yang belum mendapatkan sekolah di Pekanbaru, ini sifatnya tanggap darurat, dan harus dapat sekolah anak-anak kita itu,"ujarnya.
Bahkan Robin mengaku di sekitar rumahnya sendiri di Rumbai banyak anak-anak terancam tidak bisa bersekolah melanjutkan pendidikan ke SMA.
"Mereka tidak mampu, mau masuk swasta tidak bisa, jadi memang terancam tidak bersekolah,"ujarnya.
Bahkan ada juga yang ditemukan Robin, anak tamatan SMP yang belum dapat sekolah, sekarang ini malu keluar rumah karena belum dapat sekolah baru.
"Orangtuanya stres, anak tidak mau keluar kamar lagi, ini banyak di masyarakat kita, jadi dengan sekolah dan kelas baru itu diharapkan bisa mengurailah, meskipun belum sepenuhnya tertampung semuanya,"ujarnya.
Tiga sekolah baru ini dibangun tahun depan hanya saja tahun ini sifatnya menumpang gedung dulu, satu SMA di Jalan Delima menumpang di gedung Muhammadiyah, kemudian di Jalan Parit Indah menumpang di gedung guru serta satu lagi di Jalan Darma Bakti.
"Satu sekolah kita siapkan empat ruang belajar, jadi total semuanya ada 12 ruang belajar, satu ruang belajarnya menampung 36 siswa,"ujar Robin.
Selain itu, menurut Robin yang harus dilakukan untuk solusi siswa yang belum dapat sekolah ini, dengan meminta kepada SMA dan SMK swasta menampung jalur afirmasi.
"Nanti akan diupayakan peningkatan dana BOS-nya dari pemerintah, sehingga bisa membantu anak kurang mampu juga,"ujar Robin.