- Home
- Pendidikan
- Kuliah di Turki Butuh Disiplin Tinggi
KAMPUS
Kuliah di Turki Butuh Disiplin Tinggi
Kamis, 21 Jan 2016 08:34
JAKARTA - Yafiq Mursyid, adalah salah satu mahasiswa asal Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa melanjutkan studi master di Turki. Setelah lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta pada akhir 2013, dia kemudian mendaftar beasiswa Pemerintah Turki, hingga akhirnya berangkat ke sana pertengahan 2014.
"Banyak dosen yang lulus dari universitas-universitas di Eropa dan Amerika sehingga membuat saya termotivasi. Tapi, melihat info beasiswa di Turki beserta kulturnya, saya jadi tertarik dan serius untuk mendaftar. Apalagi beasiswanya bersifat penuh, dapat asrama, asuransi kesehatan, serta biaya hidup per bulan," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.
Mengambil Jurusan Sosiologi Agama di Istanbul University, cowok kelahiran Gresik, 9 Maret 1990 ini mengaku, dalam waktu setahun wajib mempelajari bahasa Turki terlebih dahulu. Jadi, saat ini dia masih menjadi mahasiswa semester pertama.
"Saya ambil program yang 50:50, jadi ada yang pakai bahasa Turki dan Inggris. Sistem pendidikannya di sini tidak jauh beda dengan Indonesia," terangnya.
Kendati demikian, penyuka travelling itu mengatakan, lingkungan belajar di Turki sangat disiplin. Selain itu, dia juga harus bisa memahami beragam karakter dosen yang dari kultur saja sudah berbeda dengan dosen di Indonesia.
"Saya selalu merekam kuliah, jadi kalau sudah di asrama bisa didengarkan lagi. Sehingga kalau ada yang tidak dimengerti bisa dipelajari lebih lanjut," ucapnya.
Yafiq menjelaskan, kuliah di luar negeri juga butuh tanggung jawab. Pasalnya, selain membawa nama pribadi, para mahasiswa Indonesia tersebut juga membawa nama baik Indonesia.
"Karena kita belajar di negara orang, maka kita juga harus menjaga nama baik Indonesia. Saya selalu berpikir punya tanggung jawab, seandainya tidak bisa membanggakan, paling tidak jangan membuat malu bangsa sendiri," imbuhnya.
(okezone.com) Pendidikan
Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia
Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR
JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de
May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital
INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba
Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin
Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya
JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5 dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun