Selasa, 23 Jun 2026

KAMPUS

Kuliah di Turki Butuh Disiplin Tinggi

Kamis, 21 Jan 2016 08:34
dok. pribadi
Yafiq Mursyid mantap memilih Turki sebagai tujuan studi meski rawan konflik.

JAKARTA - Yafiq Mursyid, adalah salah satu mahasiswa asal Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa melanjutkan studi master di Turki. Setelah lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta pada akhir 2013, dia kemudian mendaftar beasiswa Pemerintah Turki, hingga akhirnya berangkat ke sana pertengahan 2014.

"Banyak dosen yang lulus dari universitas-universitas di Eropa dan Amerika sehingga membuat saya termotivasi. Tapi, melihat info beasiswa di Turki beserta kulturnya, saya jadi tertarik dan serius untuk mendaftar. Apalagi beasiswanya bersifat penuh, dapat asrama, asuransi kesehatan, serta biaya hidup per bulan," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.

Mengambil Jurusan Sosiologi Agama di Istanbul University, cowok kelahiran Gresik, 9 Maret 1990 ini mengaku, dalam waktu setahun wajib mempelajari bahasa Turki terlebih dahulu. Jadi, saat ini dia masih menjadi mahasiswa semester pertama.

"Saya ambil program yang 50:50, jadi ada yang pakai bahasa Turki dan Inggris. Sistem pendidikannya di sini tidak jauh beda dengan Indonesia," terangnya.

Kendati demikian, penyuka travelling itu mengatakan, lingkungan belajar di Turki sangat disiplin. Selain itu, dia juga harus bisa memahami beragam karakter dosen yang dari kultur saja sudah berbeda dengan dosen di Indonesia.

"Saya selalu merekam kuliah, jadi kalau sudah di asrama bisa didengarkan lagi. Sehingga kalau ada yang tidak dimengerti bisa dipelajari lebih lanjut," ucapnya.

Yafiq menjelaskan, kuliah di luar negeri juga butuh tanggung jawab. Pasalnya, selain membawa nama pribadi, para mahasiswa Indonesia tersebut juga membawa nama baik Indonesia.

"Karena kita belajar di negara orang, maka kita juga harus menjaga nama baik Indonesia. Saya selalu berpikir punya tanggung jawab, seandainya tidak bisa membanggakan, paling tidak jangan membuat malu bangsa sendiri," imbuhnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Bhabinkamtibmas Jangkang Turun ke Kebun, Ajak Warga Maksimalkan Lahan Kosong

    BENGKALIS â€" Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran kepolisian melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Jangkan

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:05

    Pemprov Riau Dukung Penuh MBG, Kantin Sekolah Akan Dilibatkan dalam Pengelolaan Program

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Pemerintah Pusat. Selain mendukung peningkat

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:03

    Penasehat Hukum Y Minta Kejari Rohil Usut Tuntas Kasus Tipikor TPP PPPK

    BAGANSIAPIAPI - Pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 di Dinas Pendid

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.