Minggu, 21 Jun 2026

KAMPUS

Mahasiswa ITS Ciptakan Pendingin Bertenaga Surya

Rabu, 16 Des 2015 14:48
dok. ITS)
Tim mahasiswa ITS pembuat alat pendingin ikan bertenaga surya.

JAKARTA - Para nelayan kerap merugi lantaran ikan tangkapan mereka tidak bisa bertahan lama dan membusuk. Masalah tersebut menginspirasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menciptakan alat pendingin ikan tangkapan nelayan.

Namun, pendingin ini cukup istimewa karena bisa dioperasikan dengan menggunakan tenaga surya. Sehingga, para nelayan pun bisa memakainya saat melaut.

Rizki Mendung Ariefianto, Akhmad Rizal Jiwo, dan Muhammad Adam adalah sosok di balik terciptanya alat tersebut. Adam, sang ketua tim menjelaskan, sebelumnya pernah ada alat serupa namun kurang cocok untuk digunakan para nelayan tradisional.

"Mereka memakai kondensor dan alatnya hanya sesuai untuk kapal besar. Kami ingin membantu nelayan Indonesia yang masih menggunakan perahu biasa," ujar Adam, seperti dinukil dari laman ITS, Rabu (16/12/2015).

Sementara itu, Mendung memaparkan, biasanya, nelayan mendinginkan ikan hasil tangkapan menggunakan balok-balok es. Namun, balok es tersebut cepat mencair karena suhu udara di laut yang panas. Belum lagi proses pembuatan balok es yang tidak higienis.

"Mereka mendapat ikan tengah malam dan baru dijual pagi hari. Sementara ikan yang lama terendam air akan turun kualitas dan harganya," tutur Mendung.

Inovasi tiga sekawan ini memanfaatkan sinar matahari yang diubah menjadi sumber listrik untuk mengoperasikan alat pendingin ikan. Penggunaan alat mereka, klaim Mendung, mampu menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan hingga tiba waktu penjualan.

Inovasi yang dibuat hanya dengan dana Rp373 ribu itu masuk kategori ramah lingkungan. Bahkan, Adam dan kawan-kawan diobatkan sebagai peraih Best Paper pada ajang 3rd Indonesian Student Research Festival (ISRF) 2015 melalui inovasi alat pendingin tersebut. Pada ajang tersebut mereka berhasil menyingkirkan lima tim sekaligus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Finalis lain memang lebih siap, namun karya kami ini yang paling aplikatif dan punya manfaat tinggi jika diaplikasikan ke masyarakat," ujar Adam.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 13:06

    7 Fakta BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

    JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank In

  • Minggu, 21 Jun 2026 13:05

    PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Pasokan Batu Bara Diperkuat

    JAKARTA â€" PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan op

  • Minggu, 21 Jun 2026 13:01

    Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure

    JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52

  • Minggu, 21 Jun 2026 12:55

    Tiba-Tiba Panik Lupa Matiin Kompor hingga Kunci Pintu saat Pergi? Ini Penjelasan Medisnya dari Dokter

    JAKARTA â€" Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kond

  • Minggu, 21 Jun 2026 12:52

    Tips Pakai Rosemary Oil untuk Perawatan Rambut, Biar Optimal

    JAKARTA â€" Rosemary oil semakin populer sebagai salah satu bahan alami untuk membantu menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan. Namun, tidak sedikit orang yang merasa hasil p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.