Kamis, 30 Apr 2026

KAMPUS

Mahasiswa ITS Ciptakan Pendingin Bertenaga Surya

Rabu, 16 Des 2015 14:48
dok. ITS)
Tim mahasiswa ITS pembuat alat pendingin ikan bertenaga surya.

JAKARTA - Para nelayan kerap merugi lantaran ikan tangkapan mereka tidak bisa bertahan lama dan membusuk. Masalah tersebut menginspirasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menciptakan alat pendingin ikan tangkapan nelayan.

Namun, pendingin ini cukup istimewa karena bisa dioperasikan dengan menggunakan tenaga surya. Sehingga, para nelayan pun bisa memakainya saat melaut.

Rizki Mendung Ariefianto, Akhmad Rizal Jiwo, dan Muhammad Adam adalah sosok di balik terciptanya alat tersebut. Adam, sang ketua tim menjelaskan, sebelumnya pernah ada alat serupa namun kurang cocok untuk digunakan para nelayan tradisional.

"Mereka memakai kondensor dan alatnya hanya sesuai untuk kapal besar. Kami ingin membantu nelayan Indonesia yang masih menggunakan perahu biasa," ujar Adam, seperti dinukil dari laman ITS, Rabu (16/12/2015).

Sementara itu, Mendung memaparkan, biasanya, nelayan mendinginkan ikan hasil tangkapan menggunakan balok-balok es. Namun, balok es tersebut cepat mencair karena suhu udara di laut yang panas. Belum lagi proses pembuatan balok es yang tidak higienis.

"Mereka mendapat ikan tengah malam dan baru dijual pagi hari. Sementara ikan yang lama terendam air akan turun kualitas dan harganya," tutur Mendung.

Inovasi tiga sekawan ini memanfaatkan sinar matahari yang diubah menjadi sumber listrik untuk mengoperasikan alat pendingin ikan. Penggunaan alat mereka, klaim Mendung, mampu menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan hingga tiba waktu penjualan.

Inovasi yang dibuat hanya dengan dana Rp373 ribu itu masuk kategori ramah lingkungan. Bahkan, Adam dan kawan-kawan diobatkan sebagai peraih Best Paper pada ajang 3rd Indonesian Student Research Festival (ISRF) 2015 melalui inovasi alat pendingin tersebut. Pada ajang tersebut mereka berhasil menyingkirkan lima tim sekaligus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Finalis lain memang lebih siap, namun karya kami ini yang paling aplikatif dan punya manfaat tinggi jika diaplikasikan ke masyarakat," ujar Adam.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.