- Home
- Pendidikan
- Merumuskan Standar Guru Nasional
Merumuskan Standar Guru Nasional
Sabtu, 19 Des 2015 14:38
SEMARANG - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tengah menggodok standar nasional pendidikan guru (SNPG). Nantinya, standar ini akan menjadi acuan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dalam mendidik para calon guru.
"Kami sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan 17 rektor atau pimpinan LPTK," kata Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Mahasiswa Kemristekdikti Dr. Paristiyanti Nurwardani di sela "Lokakarya Instruktur Pendidikan Profesi Guru di LPTK" untuk tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) Prioritas di Semarang.
Paristiyanti menjelaskan, 17 LPTK yang telah direvitalisasi sejak 2015 itu mengharapkan adanya payung hukum atau regulasi mengenai standardisasi pendidikan guru untuk seluruh LPTK yang ada di Indonesia.
"Masing-masing LPTK sekarang ini memang sudah memiliki 'best practise' (model pembelajaran terbaik, red.) sendiri dalam penyelenggaraan pendidikan untuk calon guru. Ini akan terus dikuatkan," imbuhnya.
Dengan adanya SNPG, kata dia, seluruh LPTK akan memiliki acuan baku yang menjadi regulasi dalam penyelenggaraan pendidikan calon guru tanpa menghilangkan ciri khas yang dimiliki masing-masing LPTK. Paristiyanti menjelaskan, setiap LPTK tentunya memiliki ciri khas tersendiri yang harus tetap dipertahankan, sementara SNPG diperlukan untuk semakin menguatkan "best practise" yang dimiliki masing-masing LPTK.
"Kami sangat menyambut baik karena LPTK-LPTK ini mau berkolaborasi dalam 'best practise' yang dimiliki masing-masing untuk membuat sistem yang baik, misalnya sistem pendidikan guru berasrama," katanya.
Selama ini, kata dia, memang belum semua LPTK menerapkan sistem asrama dalam mendidik calon guru sehingga ke depan akan dibahas mengenai konsep ini agar pola pendidikan calon guru berjalan lebih sistemik.
"Sebagaimana kegiatan USAID ini. Dengan ini, bisa dilihat bagaimana 'best practise' pendidikan guru yang diterapkan di negara lain yang diharapkan bisa menjadi inspirasi. Kami menyambut baik," katanya.
University and Stakeholder Coordination Senior Manager USAID Prioritas Ajar Budi Kuncoro mengakui selama ini pola pembelajaran pendidikan profesi guru (PPG) di LPTK-LPTK beragam.
"Ya, kebebasan masing-masing LPTK karena 'guideline' (pedoman) dari Kemenristek Dikti bersifat umum. Makanya, beberapa pimpinan LPTK bekerja sama dengan kami untuk pengembangan materi instruktur PPG," katanya.
Meski tidak membuat pola pembelajaran LPTK menjadi seragam, Budi mengatakan setidaknya komponen-komponen utama tetap ada, seperti authentic assessment, pembelajaran aktif, dan mendorong siswa berpikir tingkat tinggi.
(okezone.com) Pendidikan
7 Fakta BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank In
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Pasokan Batu Bara Diperkuat
JAKARTA â€" PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan op
Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure
JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52
Tiba-Tiba Panik Lupa Matiin Kompor hingga Kunci Pintu saat Pergi? Ini Penjelasan Medisnya dari Dokter
JAKARTA â€" Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kond
Tips Pakai Rosemary Oil untuk Perawatan Rambut, Biar Optimal
JAKARTA â€" Rosemary oil semakin populer sebagai salah satu bahan alami untuk membantu menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan. Namun, tidak sedikit orang yang merasa hasil p