Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Pemprov Bali: 44 Siswa Terpapar Covid-19 di Luar Sekolah

Pemprov Bali: 44 Siswa Terpapar Covid-19 di Luar Sekolah

Admin
Sabtu, 29 Jan 2022 16:03
merdeka.com

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa melaporkan sebanyak 44 siswapositif Covid-19 di Bali. Rinciannya, SMAN 1 Kota Denpasar sebanyak 20 orang, SMAN 7 Kota Denpasar 18 orang dan SMAN 1 Mendoyo, Kabupaten Jembrana sebanyak 6 orang.

"Iya ada 44 siswa yang positif Covid-19," kata Boy saat dihubungi Sabtu (29/1).

Informasi yang didapat, siswa yang terpapar Covid-19 bukan dari aktivitas sekolah tapi di luar sekolah. Hal itu diketahui karena siswa yang positif Covid-19 melapor ke gurunya saat mereka positif Covid-19.

"Siswa itu rata-rata badannya tidak enak dan tidak di fit. Kemudian, dilakukan tes di rumahnya ternyata positif. Di sana lah, kemudian melapor ke gurunya dan ditanya siapa yang diajak interaksi di sekolah dari sana mulai tracing. Dari luar sekolah," imbuhnya.

Boy juga menyampaikan, sejumlah sekolah yang siswanya belum terpapar Covid-19 dilaksanakan tes PCR. Upaya itu untuk mengetahui apakah di tempat-tempat pendidikan itu ada siswa yang terpapar Covid-19.

"Sudah dilaksanakan tes PCR untuk di sejumlah sekolah. Mulai hari ini, di sejumlah sekolah di mulai 50 siswa plus guru diadakan semacam mitigasi supaya kita lebih awal tahu. Pelaksanaan mulai hari ini hingga Minggu depan," ujarnya.

Dia mengatakan, Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan bila satu siswa yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) positif Covid-19, sekolah tersebut harus ditutup dan dilakukan pembelajaran secara daring.

"Kita sudah perintahkan, karena ini PTM 100 persen nanti kita atur dulu pelaksanaan pembelajarannya. Memang betul PTM 100 persen tapi kan tidak langsung serentak. Tapi, kalau ada yang terpapar otomatis pola pembelajaran secara daring tidak ada lagi PTM, daring semua," ujarnya.

Jika siswa terpapar Covid-19 semakin banyak, PTM di Bali akan dievaluasi dan dilanjutkan secara daring.

"Iya pastilah (dihentikan PTM). Karena kita pasti mementingkan kesehatan dan keselamatan siswa. Kalau masih seperti itu kembali lagi pola pembelajaran secara daring semuanya," ujarnya. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.