Senin, 22 Jun 2026

Periskop: Menanti Wajah Baru Ujian Nasional

Jumat, 08 Jan 2016 08:46
Dok. Okezone
Ilustrasi: suasana ujian nasional.
JAKARTA - April 2016, pelajar tahun terakhir jenjang SMA/sederajat akan menghadapi momen penting dalam perjalanan akademis mereka yaitu Ujian Nasional (UN). Jika dulu UN menjadi penilaian utama yang menentukan kelulusan siswa, UN kali ini hanya akan menjadi pemetaan hasil pendidikan.

Karena itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun memberi kesempatan kepada siswa yang belum memenuhi standar minimal untuk menjalani ujian perbaikan. Tahun ini, ujian perbaikan menjadi tahap pertama dari tiga tahap rangkaian UN 2016. Peserta UN 2015 bisa menjalani ujian perbaikan pada Februari.

Tahap kedua yang akan dimulai 4 April merupakan UN utama. Kali ini, peserta merupakan siswa aktif kelas XII dari semua satuan pendidikan SMA/sederajat. Kemudian tahap terakhir ditujukan sebagai ujian perbaikan bagi peserta UN 2016. Tahap ketiga ini rencananya dihelat pada Juni atau September.

Pengamat Pendidikan, M Abduhzen, menilai, berapa kali pun UN digelar dalam setahun, tetaplah tidak tepat. Pasalnya, UN sudah kehilangan substansi dan tidak jelas tujuannya.

"Dan sekarang tetap dilaksanakan, sampai tiga kali dan ada proses remedial. Padahal remedial itu sebenarnya tanggung jawab guru," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.

Tidak hanya itu, meski ada perubahan pola ujian dan pengetatan di berbagai prosedur pelaksanaan, UN masih diwarnai tindak kecurangan. Nyatanya, tahun lalu kebocoran soal UN masih terjadi.

Direktur Eksekutif Institute for Education Reform (IER) Universitas Paramadina itu melihat, potensi ini pun masih ada. Alasannya, perilaku curang sudah menjadi kebiasaan di kalangan pembelajar kita. Selain itu, keinginan guru, sekolah dan siswa untuk bisa mendapatkan nilai sempurna pada UN turut menyuburkan potensi tersebut.

Bahkan, kata Abduhzen, penghargaan sekolah berintegritas dalam pelaksanaan UN yang diberikan Mendikbud Anies Baswedan kepada 503 kepala sekolah di seluruh Indonesia pun bukan jaminan UN tahun ini akan bebas kecurangan.

"Jadi walaupun sekarang UN bukan penentu kelulusan, karena sudah terbiasa, jadi pikirannya tetap curang. Belum ada perubahan perilaku. Setiap orang kan ingin mendapatkan hasil yang baik, tapi proses pembelajaran yang berlangsung tidak menunjang untuk mendapatkan hasil yang baik tersebut," jelasnya.

Sejak tahun lalu, Kemdikbud juga menerapkan UN berbasis komputer. Tahun ini, sekolah pelaksana UN berbasis komputer pun akan diperbanyak. Namun, Abduhzen mengingatkan, Kemdikbud perlu memerhatikan betul situasi dan kondisi yang ada.

"Kondisi kita kan bervariasi di setiap daerah. Sekolah juga memiliki kemapanan ekonomi yang berbeda. Misalnya seperti di Papua," paparnya.

Berbagai potensi masalah yang masih membelit UN tidak akan mengubah wajah evaluasi akhir nasional tersebut. Kuncinya, kata Abduhzen, membenahi terlebih dulu proses pembelajaran di sekolah. UN sendiri tidak perlu diselenggarakan setiap tahun.

"Setidaknya empat atau lima tahun mendatang baru kita helat UN lagi, setelah kita benahi proses pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah. Sekali-kali saja, jangan berulang kali dan setiap tahun," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.