Senin, 22 Jun 2026

KAMPUS

Perlu Panduan Buku Pelajaran

Jumat, 22 Jan 2016 14:29
dok. Okezone
Perlu sebuah terobosan untuk buku pelajaran di sekolah.
JAKARTA – Belakangan ini banyak beredar buku pelajaran di sekolah memuat materi tidak layak bagi siswa. Di antaranya, konten porno dan radikal.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Mustaqim mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) perlu menerbitkan panduan agar kejadian buku paket pelajaran yang mengandung radikalisme tidak terulang.

"Perlu ada semacam panduan agar kejadian ini tidak terulang lagi terutama buku-buku pelajaran untuk pendidikan dasar menengah," ujar Achmad.

Radikalisme, lanjut dia, merupakan paham yang bertentangan dengan agama mana pun serta berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, paham itu harus dicegah sejak dini. Dia juga mempertanyakan apakah ada tim yang dibentuk oleh Kemdikbud untk mengawasi buku-buku pelajaran yang beredar di sekolah.

"Jika memang ada, mengapa bisa sampai lolos," tanya dia.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kapuskurbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tjipto Sumadi menjelaskan, pihaknya meminta Kejagung untuk menarik buku paket pelajaran tersebut. Menurutnya, tidak ada kewajiban anak pra-sekolah untuk membaca. Selain itu pihaknya yakin buku tersebut tidak melalui prosedur yang ditentukan oleh Kemdikbud.

Sebelumnya, pihak GP Ansor menemukan buku paket pelajaran pra-sekolah dasar yang isinya dapat disebut mengandung ajaran Islam radikalisme yang membahayakan.

Buku paket pelajaran tersebut berjudul "Anak Islam Suka Membaca" jilid satu, dua, tiga, empat, dan lima. Namun, di antara susunan kata-kata dalam buku tersebut, ada kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme yang dapat membahayakan.

Pada jilid lima, ada kata-kata "sa-hid-di-me-dan ji-had" serta "se-le-sai ra-ih ban-tai ki-yai". Pada jilid empat, ada kata-kata, "mu-na-fik", "bom", dan "ha-ti-ha-ti-man-haj-ba-til".

Sementara pada judul ketiga, kata dia, banyak kata-kata yang mengandung ajaran radikalisme, seperti, "ge-ga-na-a-da di-ma-na", "re-la ma-ti-de-mi a-ga-ma", "ki-ta se-mu-a be-la a-ga-ma", "ba-zo-ka di-ba-wa-la-ri", dan "ha-ti-ha-ti zo-na ba-ha-ya".

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 13:46

    Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis

    Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te

  • Senin, 22 Jun 2026 13:43

    Riau Kaya Raya, PAD Tinggal Sisa: Bocor di Mana?

    Di atas kertas, Provinsi Riau adalah salah satu wilayah terkaya sumber daya di Indonesia. Hamparan kebun sawit mencapai jutaan hektare, pabrik beroperasi siang-malam, dan arus logistik tak pernah bena

  • Senin, 22 Jun 2026 13:41

    Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat

    Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (21/6). Pertemuan pent

  • Senin, 22 Jun 2026 13:37

    Wapres Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kampung Yepem Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6). Kunjungan dilakukan usai melihat progres pembanguna

  • Senin, 22 Jun 2026 13:34

    Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk membuka Pasar Murah dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (22/6). Kegiatan ini dige

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.