Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Sabun Antiseptik dari Sampah Organik, Kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat dan Kukerta Integrasi Unri

Sabun Antiseptik dari Sampah Organik, Kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat dan Kukerta Integrasi Unri

Admin
Selasa, 26 Jul 2022 09:14
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, civitas akademika Universitas Riau ( Unri) melaksanakan kegiatan di Bank Sampah Agrowisata di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai pembuatan sabun antiseptik, manajemen/marketing, dan penentuan harga pokok penjualan produk.

Bank sampah Agrowisata merupakan salah satu bank sampah yang mengolah sampah organik menjadi pupuk lindi yang memiki produk bernilai tambah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Secara umum, pengolahan sampah organik di Bank Sampah Agrowisata menjadi pupuk lindi telah meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari Dr. Poppy Nurmayanti M., S.E., M.Si., Ak., Dr. Jeni Wardi, S.E., M.Si., Ak., CA, dan Yuana Nurulita, Ph.D dengan dibantu tim Kukerta Integrasi Universitas Riau.

Tim mengembangkan inovasi mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang mana eco enzyme dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat sabun antiseptik.

Kegiatan ini didukung oleh DRTPM Kemendikbud Ristek dan LPPM Universitas Riau.

Untuk meningkatkan nilai ekonomis dan nilai tambah dari eco enzyme, tim pengabdian memberikan pelatihan bagaimana membuat sabun antiseptik, manajemen (termasuk pemasaran), dan menentukan harga pokok penjualan sabun.

Harapannya, setelah kegiatan ini selesai, masyarakat di Bank Sampah Agrowisata dapat memproduksi dan menjual produk sabun sehingga keberlanjutan dari kegiatan ini dapat berlanjut terus.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 21 Juli 2022 hingga 23 Juli 2022, yang selanjutnya dilakukan proses pendampingan hingga bulan Agustus 2022 di Bank Sampah Agrowisata.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Dr. Poppy Nurmayanti M, S.E, M.Si, Ak, CA., selaku ketua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang juga Dosen Pembimbing Kukerta Integrasi Universitas Riau.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tim pengabdian, Yuana Nurulita Ph.D, Guru Besar Manajemen Universitas Ria Prof. Dr. Hj. Marnis, SE., MS, tim Kukerta Integrasi Universitas Riau, dan Pembina Bank Sampah Agrowisata Rini, dan peserta pelatihan dari Bank sampah Agrowisata, Rumbai.

Materi pelatihan ini dilakukan tiga bagian.

Bagian pertama, tim pengabdian dan tim kukerta Universitas Riau memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan Eco Enzyme dengan membuat beberapa produk turunannya seperti sabun antiseptik.

Setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sabun antiseptik dengan bahan baku eco enzyme, Sodium Hydroxide (NaOH), minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak zaitun dan aquades.

Penggunaan eco enzyme dalam sabun ini berfungsi sebagai antiseptik alami.

Untuk memastikan sabun antiseptik eco enzyme ini aman dan layak digunakan.

Tim Kukerta Integrasi Universitas Riau telah melakukan pengujian efektivitas sabun antiseptik tersebut pada tanggal 7 sampai 8 Juli 2022 di laboratorium biokimia FMIPA Universitas Riau.

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa sabun antiseptik dari eco enzyme ini efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri jika dibandingkan dengan eco enzyme murni.

Bagian kedua, tim pengabdian dan tim kukerta Universitas Riau memberikan penyuluhan dan pendampingan manajemen pemasaran, mentrigger jiwa wirausaha, inovasi, dan kreativitas kepada Bank Sampah Agrowisata.

Secara spesifik, materi manajemen pemasaran yang diberikan lebih berfokus pada pemasaran produk secara online.

Hal ini mengingat, tren pemasaran saat ini adalan pemasaran secara online melalui marketplace dan juga online shop.

Dalam kegiatan manajemen pemasaran ini, tim kukerta memberikan pendampingan untuk menggunakan marketplace sebagai media untuk menjual produk turunan dari eco enzyme, yaitu sabun antiseptik.

Pengelola Bank Sampah Agrowisata juga diperkenalkan bagaimana mempromosikan produk sabun antiseptik melalui media sosial seperti Instagram, dan tik tok, dan lain lain.

Hal ini karena media tersebut dinilai lebih praktis dan lebih mudah digunakan, selain itu juga tidak memerlukan modal untuk melakukan promosi produknya.

Penggunaan marketing online ini dinilai sangat efektif mengingat tren belanja saat ini.

Orang-orang cenderung memilih membeli barang secara online, karena dinilai lebih murah dan lebih banyak promo dibandingkan dengan pembelian secara langsung serta memiliki cakupan pasar yang lebih besar lagi karena marketplace ini digunakan dari segala rentang usia.

Untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat, tim kukerta melakukan penyuluhan mengenai cara menumbuhkan jiwa wirausaha dalam diri masyarakat.

Masyarakat disarankan untuk bergaul dengan seseorang wirausaha atau wirausahawan dan memiliki sifat keingintahuan yang tinggi mengenai wirausaha.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan minat belajar tentang wirausaha dari beberapa platform.

Selain itu, dapat dilakukan dengan mulai merintis usaha kecil-kecilan, walaupun dalam usaha itu sudah pasti selalu ada risiko yang akan dihadapi.

Akan tetapi, jika kita mau mempelajari suatu usaha tersebut nantinya akan menjadi sebuah pengalaman untuk kedepannya.

Poin penting dalam wirausaha ini, adalah memulai usaha dari kecil dan terus berproses.

Bagian ketiga dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pengabdian tentang pentuan harga pokok penjualan berikut penyajiannya di dalam laporan keuangan.

Secara ringkas, tim pengabdian mengajarkan bagaimana menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead untuk menentukan harga pokok produksi sabun antiseptik.

Setelah diperoleh harga pokok produk, barulah ditentukan harga pokok penjualan persatuan produk. Selanjutnya, ditentukan besarnya persentase keuntungan yang diinginkan.

Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan bagaimana mencatat transaksi sederhana hingga menyajikannya di dalam laporan keuangan.

“Semoga kegiatan yang sudah diberikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau dapat bermanfaat bagi Bank Sampah Agrowisata dan masyarakat luas,” ujar ketua kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Poppy Nurmayanti M, S.E, M.Si, Ak, CA.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.