Senin, 22 Jun 2026

KAMPUS

Semangat Timba Ilmu dan Pengalaman di Tengah Konflik

Rabu, 20 Jan 2016 15:19
dok. pribadi
Yafiq Mursyid mantap memilih Turki sebagai tujuan studi meski rawan konflik.
JAKARTA - Menjadi salah satu mahasiswa Indonesia di Turki membuat Yafiq Mursyid punya banyak pengalaman. Bagaimana tidak, selain mendapat beasiswa penuh dari Pemerintah Turki untuk program master, lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta itu juga merasakan sensasi kuliah di negara rawan konflik.

"Turki termasuk negara rawan konflik. Dengan kuliah di sini, saya jadi tahu konflik-konflik di Turki," ujar mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Istanbul University tersebut.

Ketika berbincang dengan Okezone, Yafiq menceritakan, berdasarkan letak geografis, Turki merupakan negara rawan konflik regional. Sedangkan konflik sosial terjadi karena isu etnis minoritas hingga konflik perbatasan.

"Tetapi orang Turki tidak menjadikan konflik-konflik tersebut untuk menghilangkan nyawa satu sama lain. Padahal, konflik itu sudah cukup lama, yakni antara pemerintah dengan partai sayap kiri Kurdi di sebagian wilayah Turki. Apalagi di perbatasan Suriah dan Irak itu merupakan wilayah Kurdi," jelasnya.

Cowok asal Gresik itu berpendapat, selama ini diplomasi pemerintah dengan separatis dari Kurdi masih terjalin baik sehingga dapat meminimalisasi konflik yang terjadi. Oleh sebab itu, ketimbang mengurusi konflik kekuasaan dan politik di sana, Yafiq lebih tertarik untuk fokus kuliah sambil mengikuti beragam konferensi pelajar.

"Saya sudah di Turki selama 1,5 tahun, tapi memutuskan untuk tidak pulang dulu. Saya ingin cari pengalaman, seperti mengunjungi negara-negara lain, baik untuk jalan-jalan maupun ikut konferensi atau summer school. Kesempatan di Turki itu banyak sekali," ucapnya.

Karena belum pernah pulang ke Indonesia, Yafiq pun harus melewatkan Ramadan dan Idul Fitri di negara orang. Bahkan, kala itu dia sedang mengikuti konferensi di Mesir karena bertepatan dengan libur musim panas.

"Setengah puasa di Turki, setengahnya lagi di Mesir sampai Lebaran. Sempat sedih karena itu momen pertama Lebaran jauh dari keluarga, tapi risiko ini sudah saya pikirkan," terangnya.

Yafiq menambahkan, selama ini dia sudah terbiasa jadi mahasiswa rantau karena sebelumnya kuliah di Yogyakarta, sementara keluarganya ada di Gresik. Kendati demikian, cowok yang juga aktif berorganisasi itu tetap rutin menghubungi keluarga.

"Hampir setiap minggu di akhir pekan menghubungi orangtua," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 11:40

    Satlak Tri Cakti dan Tim Gabungan Bongkar Upaya Penyelundupan 8 Ton Bijih Timah ke Luar Negeri, Selamatkan Potensi Penerimaan Negara Rp7,4 Miliar

    Bangka â€" Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati

  • Senin, 22 Jun 2026 11:25

    KPID DKI Jakarta Sambut 499 Tahun Jakarta: Lawan Darurat Informasi, Hidupkan Kembali Ruang Publik Lewat Televisi dan Radio

    Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad perjalanannya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya

  • Senin, 22 Jun 2026 11:23

    Muktamar Mendekat, Cak Imin Minta Pemain Politik Keluar dari NU

    JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar merespons dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 pada Agust

  • Senin, 22 Jun 2026 11:20

    Bantu Saudara Serantau, Lumpo Sapayuang Riau Gelar Sunatan Massal Gratis Perdana

    PEKANBARU â€" Meski baru dikukuhkan pada April 2026 lalu, Persatuan Lumpo Sapayuang (PLS) Provinsi Riau periode 2025-2030 langsung merealisasikan program sosial bagi masyarakat perantauan asal Nagari

  • Senin, 22 Jun 2026 11:11

    Serangan Israel Tewaskan 28 Orang di Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

    JAKARTA - Pemerintah Iran memutuskan kembali menutup lalu lintas perairan vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini merupakan imbas langsung dari serangan pesawat tempur Israel di Leban

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.