- Home
- Pendidikan
- Sepekan PJJ akibat Klaster Covid-19, Gibran Kembali Buka PTM Pekan Depan
Sepekan PJJ akibat Klaster Covid-19, Gibran Kembali Buka PTM Pekan Depan
Admin
Jumat, 11 Feb 2022 15:17
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berencana memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (14/2) pekan depan. Sebelumnya sejumlah sekolah ditutup dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak awal pekan ini akibat maraknya klaster Covid-19.
Keputusan pelaksanaan PTM yang akan dituangkan dalam surat edaran (SE) itu hanya berlaku bagi sekolah yang tidak terpapar virus Covid-19 atau yang sudah selesai menjalani tracing.
"Sudah saya instruksikan ke Bu Kepala Dinas Pendidikan. Nanti kepala dinas akan membuat surat edaran (SE) . Pokoknya seminggu ini sudah kita evaluasi adanya kenaikan kasus juga sudah kita pantau juga," ujar Gibran, Jumat (11/2).
Siswa Tidak Dipaksa
Kendati demikian, putra sulung Presiden Jokowi menuturkan, kebijakan PTM sifatnya tidak memaksa. Jika ada orang tua murid yang masih khawatir dengan penularan Covid-19, anaknya dipersilakan untuk belajar daring atau PJJ.
“Yang masih takut silakan tidak ikut, nggak apa ikut PJJ. Yang memilih PJJ tidak dianggap absen,” katanya.
Gibran menyampaikan, keputusan untuk mengikuti PTM atau tidak dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Pihaknya akan melakukan evaluasi kembali dalam sepekan ke depan.
"Sepekan ke depan kita evaluasi lagi, lebih banyak yang PTM atau PJJ. Yang jelas orang tua dan siswa nggak perlu takut, kita kawal anak-anak dan kita monitor termasuk guru-gurunya juga," tandasnya.
Kasus Naik Meski PTM Dihentikan
Gibran optimistis sebagian besar siswa dan guru lebih memilih PTM dibandingkan PJJ. Menurutnya, anak-anak lebih bersemangat untuk PTM. Ia mengaku tidak khawatir dengan adanya PTM, kasus Covid-19 di lingkungan sekolah akan semakin meningkat.
"La PTM ditutup, kasusnya naik apa turun? Naik kan. Ya mending PTM saja, bukan saya menggampangkan lho ya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan SE sejak Selasa lalu. Berdasarkan SE tersebut mulai Senin mendatang PTM di sekolah yang tidak terpapar akan dilaksanakan kembali.
"Nanti sekolah akan memfasilitasi dua-duanya, PTM dan PJJ. Jumlahnya yang PTM saya belum tahu, masih proses pendataan, mudah-mudahan semuanya. Tapi kan masih ada sekolah yang belum bersih dari tracing," ucap Etty.
Harus Disetujui Orang Tua
Etty mengatakan, untuk bisa mengikuti PTM, siswa harus mendapatkan persetujuan dari orang tua. Mayoritas orang tua siswa mendukung dan setuju PTM diberlakukan kembali. Hanya beberapa orang yang khawatir anak-anaknya tertular jika kembali PTM.
"Saat PTM, protokol kesehatan tetap dilakukan. Jarak 1 meter harus dicukupi nggak boleh dilanggar. Nanti bisa shift atau bisa separuh yang PTM dan lainnya PJJ," terangnya.
Etty mengakui, pembelajaran hybrid atau PTM sekaligus PJJ lebih sulit bagi guru. Pihaknya juga mendorong sekolah untuk melakukan PTM karena banyak orang tua dan siswa yang mengeluh dengan PJJ.
"Karena nggak efektif, tapi yang penting kesehatan dan keselamatanlah," tutup dia.