- Home
- Pendidikan
- Siswa Kelas 8 SMPN 2 Lalang Kabupaten Siak Jadi Korban Bullying, Kepseknya Malah Coba Menutupi
Siswa Kelas 8 SMPN 2 Lalang Kabupaten Siak Jadi Korban Bullying, Kepseknya Malah Coba Menutupi
Admin
Selasa, 19 Jul 2022 09:24
SIAK - Seorang siswa kelas 8 SMPN 2 Lalang, kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menjadi korban bullying dari kakak seniornya.
Siswa inisial D tersebut mendapatkan kekerasan fisik pada Rabu (14/7/2022) lalu di sekolahnya.
Pihak keluarga korban tidak terima atas bullying yang dialami D.
Sontak keluarga korban datang ke sekolah dan meminta pihak sekolah menyelesaikan persoalan itu.
“Sampai Senin (18/7/2022) ini kami tidak mendapatkan kebijaksanaan dari pihak sekolah, jadi kami khawatir kejadian ini terulang pada siswa yang lain di sekolah itu,” kata Tengku Asnawi (36), paman korban pada .
Ia menceritakan kronologi yang dialami ponakannya di sekolah.
Pada Rabu usai salat zuhur, ponakannya D hendak menuju ke ruangan kelasnya.
Kemudian seorang siswa bernama H, kelas 9 menghentikan langkah D.
“Saat itu kakak kelasnya yang bernama H ini langsung saja menjitak kepala D, dan D tidak terima dan mencoba melawan,” kata Asnawi.
Melihat D membela diri, datang teman-taman H di antaranya inisial R memegang D.
Kemudian D didorong ke dinding hingga di sana D dihajar sampai ia menangis.
“Badan kakak kelasnya juga jauh lebih besar dari badannya yang korban ini,” kata dia.
Saat kejadian itu ada teman-teman D yang melapor ke kantor majlis guru.
Tetapi tidak seorang pun guru yang datang sampai rombongan H selesai mengintimidasi D.
Setelah pulang sekolah, D pun menceritakan pengalamannya kepada keluarganya.
Tengku Asnawi, paman korban tidak terima atas tindakan itu dan meminta sekolah memanggil pihak-pihak yang melakukan bullying.
“Dari Rabu, Kamis dan Jumat belum ada penyelesaian. Sampai Senin ini juga tidak memuaskan. Saya sudah datang sejak pagi, menunggu tiga jam, tidak ada pihak lain, kepala sekolah tidak keluar, karena itu saya khawatir jika kepala sekolah menyepelekan masalah ini,” kata Asnawi.
Menurut Asnawi, pihak sekolah harus menghentikan tindakan bullying di sekolah itu.
Sebab D hanyalah seorang korban dari banyak korban lain pada kasus -kasus yang terpisah.
“Masalah bullying adalah masalah serius, akan membahayakan mental korban bila tidak ada ketegasan pihak sekolah,” kata dia.
D sendiri dilarang oleh keluarganya datang ke sekolah pasca-dibully.
Sebab keluarganya khawatir jika D kembali dibully saat datang ke sekolah dan pihak sekolah tidak bisa melindunginya.
“Kami awalnya juga berpikir melapor ke kantor polisi namun kami sangat berharap ada kepedulian pihak sekolah agar menyetop tradisi bullying dari kakak kelas kepada adik kelas,” kata dia.
Sementara itu Kepala SMPN 2 Lalang, Mukhlis tampak berupaya menutupi kasus tersebut.
Ia justru mengatakan tidak ada bullying di sekolahnya.
“Tidak ada bullying Pak, sudah diselesaikan secara kekeluargaan, terimakasih,” kata Mukhlis sambil menutup rangkaian pembicaraan.
Saat ditanya kasus apa yang diselesaikan secara kekeluargaan dia tidak menjawab lagi.