Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Siswa SMA di Siak Ini Raup Cuan dari Ekskul Seni, Bikin Sunting dan Tanjak Melayu, Bisa Pre Order

Siswa SMA di Siak Ini Raup Cuan dari Ekskul Seni, Bikin Sunting dan Tanjak Melayu, Bisa Pre Order

Admin
Rabu, 27 Jul 2022 13:34
pekanbaru.tribunnews.com

SIAK - Tak melulu seni dan tari, ekskul seni di SMAN 1 Siak raup cuan dari pembuatan sunting, tanjak Melayu dan beragam aksesoris lain.

Siswa SMAN 1 Siak telah memproduksi beragam sunting dan aksesoris kepala untuk keperluan internal dan juga komersial.

Produksi ragam sunting di SMAN 1 Siak ini dihasilkan oleh unit kegiatan siswa yang bernama Rumah Sunting Smansasi.

Rumah Sunting Smansasi merupakan nama kelompok kesenian dari kegiatan ekstra kurikuler di SMAN 1 Siak.

Kegiatan di SMAN 1 Siak selama ini lebih banyak ke seni tari dan kriya, namun sejak dua bulan terakhir merambah ke kerajinan sunting dan aksesoris kepala.

Meskipara siswa SMAN 1 Siak terbilang belum lama memproduksi aksesoris dan sunting ini, namun hasil produksi sudah terbilang banyak.

Tidak hanya digunakan untuk keperluan internal di SMAN 1 Siak tetapi juga sudah ada pihak luar yang membeli sunting yang mereka buat.

Pada setiap kegiatan di sekolah itu, siswa pegiat Rumah Sunting SMAN 1 Siak mengadakan stan bazar untuk memajang hasil karya mereka.

Tak heran bila tamu-tamu yang diundang berdecak kagum melihat aksesoris yang dihasilkan siswa SMAN 1 Siak itu.


Rumah Sunting Smansasi itu dibina langsung oleh Siska Melianti, S.Pd, sekaligus guru kesenian di SMAN 1 Siak.

Ia memaparkan, kerajinan sunting dan ragam aksesoris lainnya belum lama hadir pada komunitas yang dibinanya.

“Kami dari program ekstra kurikuler selama ini lebih banyak ke tari dan kriya. Kemudian kami juga membuat kerajian sunting,” kata Siska, Selasa (26/7/2022).

Ia mengatakan, pihaknya sering memesan sunting dari Pekanbaru untuk keperluan siswa, baik saat tampil menari ataupun untuk properti saat penampilan grup pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten Siak.

Pengiriman sunting sangat berisiko saat unboxing karena bisa penyok atau risiko lainnya yang membuat sunting gampang rusak.

“Kegiatan-kegiatan sekolah selama ini selalu menyewa sunting, tetapi sejak kami memproduksi sunting tidak lagi menyewa ke luar,” kata dia.

Siska menerangkan, berkat mengikuti pelatihan sunting saat di bangku kuliah dulu menjadi modal utama dalam mengembangkan Rumah Sunting di SMAN 1 Siak.

Pihaknya membeli bahan baku di berbagai tempat, seperti Yogyakarta, Jakarta atau Pekanbaru kemudian membuat kerajinan sunting du sekolah.

“Kami latihan di sekolah untuk melilit kawat dan memasang lempengannya. Kami juga membuat sunting tradisi dan sunting kreasi,” kata dia.

Awalnya biaya produksi berasal dari sekolah. Setelah berhasil menjual beberapa hasil karyanya, Rumah Sunting Smansasi bisa membiayai diri sendiri.

Bahkan sudah ada pihak luar sekolah membeli sunting untuk acara perkawinan.

“Kami membuat sunting payet dengan harga sangat terjangkau. Sunting payet 3 tingkat ada yang kami jual hanya Rp 100 ribu dan Rp 175 ribu untuk sunting payet 5 tingkat,” kata dia.

Tidak hanya sunting, Rumah Sunting Smansasi ini juga telah memproduksi tanjak dengan harga jual berkisar Rp 30 ribu -Rp 50 ribu per pcs.

Untuk aksesoris dan kebutuhan pawai, karnaval budaya dan wedding bisa dipesan melalui Rumah Sunting Smansasi.

“Kami open PO untuk mengakomodir permintaan customer sesuai selera. Caranya sangat mudah silahkan berkunjung ke akun Instagram Rumah Sunting Smansasi dan tinggalkan pesan atau melalui nomor handphone yang tertera di bio kami,” kata dia.

Diketahui, SMAN 1 Siak merupakan SMA yang favorit di Siak.

Saat ini total siswanya sebanyak 626 siswa, dengan peserta didik baru 236 orang.

Sekolah ini terletak di Jalan Hangtuah, tidak jauh dari tepian sungai Siak, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak. Kepala SMAN 1 Siak ini dijabat oleh H Indoto, S.Pd, MM.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.