- Home
- Pendidikan
- Skill Ngajar Guru Malut Minim
Skill Ngajar Guru Malut Minim
Sabtu, 23 Jan 2016 16:31
TERNATE - Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Maluku Utara (Malut) mengakui kompetensi guru di daerah ini masih rendah. Salah satunya terlihat dari hasil pengujian yang ternyata sebagian besar berada di bawah standar.
"Hasil uji kompetensi guru di Malut yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) beberapa waktu lalu, mamang ada guru yang mencapai angka di atas 70, tetapi sebagian besar berada di bawah standar 5,5. Bahkan secara nasional berada di urutan ke-32 dari seluruh provinsi," kata Kadikjar Maluku Utara, Imbran Yakub, di Ternate, Sabtu (23/1/2016).
Penyebab rendahnya kompetensi guru di Malut cukup beragam. Di antaranya, kurangnya motivasi mereka untuk meningkatkan kompetensi, baik dalam mengajar maupun penguasaan materi pelajaran, serta kondisi infrastruktur sekolah tempat mengajar.
Menurut Imbran, banyak guru di Malut yang bertugas di pulau terpencil dan wilayah pelosok. Apalagi, transportasi dan komunikasi dengan ibu kota Kabupaten/Kota relatif terbatas, sehingga menyulitkan guru untuk meningkatkan kompetensinya.
"Pemerintah pusat memang telah memberikan tunjangan sertifikasi dan tunjangan guru daerah terpencil. Nmaun, itu belum bisa mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi. Bahkan fakta di lapangan menunjukan masih banyak guru yang belum bisa mengoperasikan komputer," tuturnya.
Imbran mengatakan, untuk meningkatkan kompetensi guru di Malut, Pemprov setempat bersama seluruh Pemkab/Pemkot di daerah ini telah menyiapkan berbagai program khusus. Salah satunya, memberikan beasiswa kepada guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2 dan S-3. Selain itu, mengintesifkan kembali kegiatan pelatihan kepada para guru, baik yang dilakukan melalui Dinas Pendidikan di masing-masing Kabupaten/Kota maupun bekerja sama dengan pihak terkait lainnya seperti perguruan tinggi setempat.
"Dikjar Malut juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana di setiap sekolah seperti laboratorium maupun perpustakaan sehingga akan lebih memudahkan guru meningkatkan kompetensinya, termasuk dalam melaksanakan proses belajar kepada siswa setempat," tandasnya.
(okezone.com) Pendidikan
Peringati HUT ke-18, RSUD Petala Bumi Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Kacamata Gratis
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Tahun 2026, RSUD Petala Bumi ProvinsiRiau menggelar kegiatan pelayanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi masyarakat.Kegiatan te
Riau Kaya Raya, PAD Tinggal Sisa: Bocor di Mana?
Di atas kertas, Provinsi Riau adalah salah satu wilayah terkaya sumber daya di Indonesia. Hamparan kebun sawit mencapai jutaan hektare, pabrik beroperasi siang-malam, dan arus logistik tak pernah bena
Presiden Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara untuk Masyarakat
Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (21/6). Pertemuan pent
Wapres Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat, Dorong Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kampung Yepem Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6). Kunjungan dilakukan usai melihat progres pembanguna
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk membuka Pasar Murah dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (22/6). Kegiatan ini dige