- Home
- Pendidikan
- Sumpah Pemuda, Banyak Anak Muda Cuekin Sejarah
Sumpah Pemuda, Banyak Anak Muda Cuekin Sejarah
Rabu, 28 Okt 2015 09:04
Dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar mengungkapkan, banyak anak muda Indonesia bersikap masa bodoh.
"Tipe pemuda seperti ini biasanya ada di kota-kota besar. Karena kondisi dan situasi zaman, mereka yang hidup di tengah-tengah kemodernan sebenarnya tahu tentang ke-Indonesia-an tetapi betul-betul lupa soal sejarah bangsa," kata Agus, ketika dihubungi Okezone, belum lama ini.
Kelompok pemuda itulah, kata Agus, yang perlu disentuh kembali agar kesadarannya akan nasionalisme meningkat. "Apalagi Sumpah Pemuda itu kan racikan dari berbagai etnis. Mereka sama-sama bersumpah sebagai satu kesatuan," tambahnya.
Agus melihat, peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum anak muda Indonesia mengingat janji suci pendahulunya untuk mengutamakan persatuan dan kesatuan. "Saatnya mengingat kembali bahwa kita sudah berjanji sebagai negara yang bersatu," imbuhnya.
Meski demikian, kata Agus, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya sebagai pengingat.
Alangkah baiknya bila makna dari Sumpah Pemuda tersebut bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi muda Indonesia.
"Misalnya, sekolah bisa memberikan kegiatan positif bagi siswanya. Bila pimpinannya atau gurunya kreatif, maka dia akan terbawa dengan lingkungannya," imbuh Agus.
Di luar sekolah, anak muda Indonesia bisa aktif di Karang Taruna. Mereka bisa menyebarkan kreativitas dan nilai-nilai positif bagi para warga di sekitar lingkungan rumahnya.
Nah, bagaimana caramu memaknai Hari Sumpah Pemuda?
HMI Pekanbaru Desak Evaluasi Total MBG Hingga RUU TNI-Polri
PEKANBARU (CAKAPLAH) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jumat (19/06/2026).Dalam aksi tersebut, HMI Pekanbaru menya
Bawaslu Riau Konsolidasikan Demokrasi dengan Parpol, PAN Jadi Kunjungan Perdana
PEKANBARU (CAKAPLAH) â€" Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau memulai langkah konsolidasi demokrasi dengan partai politik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi
Aksi Simbolis 'Uang Receh' Jurnalis Riau Disambut Sikap Terbuka Kabid Humas Polda dan Berkomitmen Tingkatkan Sinergi
PEKANBARU - Dinamika hubungan kemitraan antara awak media dan kepolisian menemui titik temu melalui ruang dialog tatap muka. Puluhan jurnalis yang bertugas di lingkungan Kepolisian Daerah Riau menyamp
Pendaftaran Siswa Baru SMA dan SMK Riau Ditutup, Puluhan Ribu Pelajar Tunggu Hasil
PEKANBARU - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup Jumat (19/6/2026) pukul 13.00 WIB. Saat ini seluruh seko
Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan
JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,