- Home
- Pendidikan
- Tak Ada Akses Internet, Begini Nasib PPDB Online Sekolah di Pedalaman Riau
Tak Ada Akses Internet, Begini Nasib PPDB Online Sekolah di Pedalaman Riau
Admin
Kamis, 23 Jun 2022 16:47
PEKANBARU - Nasib PPDB online sekolah di pedalaman Riau menjadi perhatian karena tidak akses internet.
Pra pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Riau akan ditutup Jumat (24/6/2022) besok.
Pra pendaftaran adalah tahapan PPDB yang harus dilakukan oleh calon peserta didik sebelum memilih sekolah dan jalur yang akan ditempuh untuk PPDB.
"Jadi pada masa pra pendaftaran ini, masyarakat sudah bisa memasukkan atau mengupload data-data yang dibutuhkan. Seperti KK, akte kelahiran, nilai rapor dan surat keterangan lulus. Ini persyaratan umum namanya," kata Kabid SMA Dinas Pendidikan Riau yang juga Ketua Panitia PPDB SMA/SMK Negeri Riau, Aristo, M.Pd, Kamis (23/6/2022).
Kemudian setelah Pra pendaftaran, lanjut Aristo, ditanggal 27 Juni 2022 besok, calon siswa sudah bisa mulai melakukan pendaftaran.
Di tanggal tersebut pendaftar hanya tinggal memilih sekolah dan jalur yang akan digunakan untuk PPDB.
Dilanjutkan dengan mengupload persyaratan khusus sesuai jalur yang diambil.
"Ada empat jalur dalam PPDB online SMA/SMK negeri. Pertama jalur zonasi, artinya jarak tempat tinggal dengan sekolah, ini jatahnya 50 persen dari kapasitas. Kedua jalur prestasi, kemudian jalur afirmasi (masyarakat tidak mampu), jalur perpindahan orang tua. Setiap jalur punya kekhasan sendiri-sendiri dalam proses seleksinya. Semua akan diskor dan dirangking," katanya.
Aristo menegaskan, PPDB SMA/SMK Negeri di Riau tahun ini dibuka secara online.
"Jadi tidak lagi manual seperti biasa, ini sesuai permendibud, bahwa PPDB untuk tingkat SMA/SMK negeri harus dilakukan secara online," katanya.
Lalu bagaimana dengan sekolah yang berada di pinggiran atau pedalaman yang tidak memiliki akses Internet, Aristo menegaskan pihaknya sudah menyiapkan beberapa skema menyikapi kondisi tersebut.
"Untuk daerah terluar atau terpencil tidak ada jaringan internet, atau bahkan tidak punya peralatan, ?ada beberapa cara. Pertama, sekolah sudah menyiapkan perangkat, pendaftaran bisa dilakukan di sekolah. Karena pendaftaran harus dilakukan secara online. Nanti akan dibantu oleh petugas di sekolah untuk mengupload dokumen persyaratannya. Jadi masyarakat cukup membawa dokumen yang dibutuhkan ke sekolah," bebernya.
Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka pendaftaran terpaksa harus dengan cara manual. Nanti sekolah yang akan membantu calon siswa untuk melakukan pendaftaran.
"Beberapa sekolah yang berada di daerah terpencil sudah kita hubungi, itu dimungkinkan guru bisa berkunjung ke rumah-rumah calon siswa yang akan mendaftar. Nanti data-datanya dibawa ke sekolah, pihak sekolah yang akan mendaftarkan," katanya