Minggu, 03 Mei 2026

Tak Punya Mahasiswa, 103 Kampus Pilih Tutup

Kamis, 25 Feb 2016 15:50
Okezone
Ilustrasi

JAKARTA–Saat ini sedikitnya ada 3.000 perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Sebagian besar dari mereka menghadapi berbagai masalah. Bahkan, 103 di antaranya memilih menutup kegiatan operasional kampus.

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, kampus-kampus tersebut hanya izin "tidur". "Kampus itu banyak, tapi (perkuliahan) tidak berjalan. Mereka hanya izin 'tidur'," ujar Nasir di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Belum lama ini Kemristekdikti menutup 103 PTS di berbagai daerah Indonesia atas inisiatif pengelola masing-masing. Nasir menyebut penutupan tersebut dilatarbelakangi beberapa hal.

"Kampus itu tidak ada mahasiswanya. Selain itu, ada juga yayasan yang memiliki banyak kampus sehingga mahasiswanya bergabung, dan kampus lainnya ditutup. Karena itu, para pengelola PTS ini berinisiatif untuk menutup kampus," ujarnya.

Ke-103 PTS tersebut merupakan bagian dari 243 kampus yang dibina Kemristekdikti sejak tahun lalu. Namun karena menyatakan tidak sanggup menjalani pembinaan dan memenuhi berbagai syarat pengaktifan kembali, maka para pimpinan dan pengelola kampus memilih menutup kegiatan operasionalnya.

"Saya tidak ingin ada banyak kampus tapi tidak ada apa-apanya. Sehingga, pendidikan kita tidak maju dan tidak berkualitas," jelas Nasir.

Selain ketiadaan mahasiswa, penyebab kampus-kampus swasta ini meminta ditutup adalah konflik berkepanjangan, baik antara pengurus yayasan dengan pengelola perguruan tinggi, maupun di internal yayasan.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kemristekdikti, Rabu (24/2/2016), 104 PTS dalam pembinaan telah diaktifkan kembali. Pembinaan PTS bermasalah sendiri dilakukan Kemristekdikti melalui tim khusus yang bekerjasama dengan Kopertis. Tim ini dan Kopertis melakukan visitasi ke kampus-kampus tersebut.

Selanjutnya, PTS dalam pembinaan membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan untuk memenuhi persyaratan beserta sanksi bila tidak sanggup memenuhi persyaratan tersebut. Pakta integritas tersebut selanjutnya dijadikan dasar bagi Kopertis untuk mengajukan rekomendasi pengaktifan PTS. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:26

    Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan

    JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:24

    Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?

    JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:21

    Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah

    JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:05

    23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural

    JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen

  • Sabtu, 02 Mei 2026 22:03

    May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh

    JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.