Senin, 22 Jun 2026

Tak Punya Mahasiswa, 103 Kampus Pilih Tutup

Kamis, 25 Feb 2016 15:50
Okezone
Ilustrasi

JAKARTA–Saat ini sedikitnya ada 3.000 perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Sebagian besar dari mereka menghadapi berbagai masalah. Bahkan, 103 di antaranya memilih menutup kegiatan operasional kampus.

Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, kampus-kampus tersebut hanya izin "tidur". "Kampus itu banyak, tapi (perkuliahan) tidak berjalan. Mereka hanya izin 'tidur'," ujar Nasir di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Belum lama ini Kemristekdikti menutup 103 PTS di berbagai daerah Indonesia atas inisiatif pengelola masing-masing. Nasir menyebut penutupan tersebut dilatarbelakangi beberapa hal.

"Kampus itu tidak ada mahasiswanya. Selain itu, ada juga yayasan yang memiliki banyak kampus sehingga mahasiswanya bergabung, dan kampus lainnya ditutup. Karena itu, para pengelola PTS ini berinisiatif untuk menutup kampus," ujarnya.

Ke-103 PTS tersebut merupakan bagian dari 243 kampus yang dibina Kemristekdikti sejak tahun lalu. Namun karena menyatakan tidak sanggup menjalani pembinaan dan memenuhi berbagai syarat pengaktifan kembali, maka para pimpinan dan pengelola kampus memilih menutup kegiatan operasionalnya.

"Saya tidak ingin ada banyak kampus tapi tidak ada apa-apanya. Sehingga, pendidikan kita tidak maju dan tidak berkualitas," jelas Nasir.

Selain ketiadaan mahasiswa, penyebab kampus-kampus swasta ini meminta ditutup adalah konflik berkepanjangan, baik antara pengurus yayasan dengan pengelola perguruan tinggi, maupun di internal yayasan.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi Kemristekdikti, Rabu (24/2/2016), 104 PTS dalam pembinaan telah diaktifkan kembali. Pembinaan PTS bermasalah sendiri dilakukan Kemristekdikti melalui tim khusus yang bekerjasama dengan Kopertis. Tim ini dan Kopertis melakukan visitasi ke kampus-kampus tersebut.

Selanjutnya, PTS dalam pembinaan membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan untuk memenuhi persyaratan beserta sanksi bila tidak sanggup memenuhi persyaratan tersebut. Pakta integritas tersebut selanjutnya dijadikan dasar bagi Kopertis untuk mengajukan rekomendasi pengaktifan PTS. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 16:29

    Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal

    Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali

  • Senin, 22 Jun 2026 16:26

    Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO

    JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah

  • Senin, 22 Jun 2026 16:18

    Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal

    Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad

  • Senin, 22 Jun 2026 15:36

    Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

    Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb

  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.