Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Terkait Penarikan Buku PPKn Kelas 7, DPR Ingatkan Penyusunan Materi Tak Boleh Sekadar Proyek

Terkait Penarikan Buku PPKn Kelas 7, DPR Ingatkan Penyusunan Materi Tak Boleh Sekadar Proyek

Admin
Senin, 01 Agu 2022 14:14
okezone.com

JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu buku cetak pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) SMP kelas 7 ditarik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk direvisi karena adanya kesalahan materi.

Terkait hal ini, Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan, persoalan serupa juga sudah pernah terjadi sebelumnya, meski dalam konteks materi yang berbeda. Permasalahan terkait materi buku pelajaran yang keliru bukan hanya terjadi pada buku PPKn soal konsep Trinitas dalam agama Kristen saja.

Andreas pun mengingatkan agar penyusunan materi pelajaran dilakukan secara ilmiah dan bertanggung jawab, bukan karena proyek semata.

"Penyusunan materi pelajaran seharusnya dikerjakan secara ilmiah dan bertanggung jawab. Tidak boleh hanya sekadar proyekan yang menguntungkan sekelompok orang secara materi," kata Andreas dikutip Minggu (31/7/2022).

"Kekeliruan dalam buku PPKn merupakan fenomena gunung es dari buruknya proses penyusunan buku materi pelajaran yang dilakukan Kemendikbud," sambungnya.

Untuk itu, politikus PDIP ini meminta agar seluruh buku materi pelajaran yang telah dicetak Kemendikbud Ristek untuk dikaji ulang dan diteliti secara seksama

Karena, bukan tidak mungkin ada kekeliruan lainnya di buku pelajaran siswa sekolah bila menilik permasalahan yang terjadi ini.

"Kalau pemerintah lusat saja sudah menyampaikan ilmu pengetahuan yang tidak tepat, bukan tak mungkin generasi muda masa depan bangsa Indonesia bakal memiliki pemahaman sesat dalam memahami agama-agama yang ada di Indonesia," tegasnya

Legislator daerah pemilihan (dapil) NTT I ini menambahkan, sikap toleran serta saling menghormati antar-pemeluk agama berbeda hanya bisa ditumbuhkan jika ada pemahaman yang tepat dari agama-agama yang ada di Indonesia.

"Sesat pikir akibat kekeliruan pelajaran dapat berakibat fatal bagi kebhinekaan serta persatuan dan kesatuan Indonesia," tandas Andreas.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.