Sabtu, 02 Mei 2026

KAMPUS

Tim Putri Mahitala Unpar Siap Taklukkan Aconcagua

Rabu, 06 Jan 2016 16:59
dok. Mahitala Unpar
Tim pendaki putri Mahitala Unpar di puncak Gunung Carstenz, Papua.
BANDUNG - Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung melepas tiga pendaki wanita yang akan melakukan pendakian ke Gunung Aconcagua di Argentina. Mereka merupakan Tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (Wissemu).

Pelepasan para pendaki wanita Unpar itu dilakukan Rektor Mangadar Situmorang yang dihadiri civitas akademika di Wind Tuner Unpar Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Rabu (6/1/2016).

"Pendakian ini merupakan sebuah misi yang tidak bisa dihitung secara data kuantitatif, karena kegiatan ini mengemban misi besar dan membanggakan," kata Mangadar Situmorang.

Pihaknya mendukung penuh pendakian tim Wissemu Mahitala yang sekaligus mencatat sejarah bagi pendakian Indonesia. Bila pendakian di tujuh puncak dunia sukses, maka Unpar akan menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang "menghantarkan" tim pendaki putra dan putrinya melakukan "summit" atau pencapaian di tujuh gunung tertinggi itu.

Ketiga pendaki Wissemu Mahitala Unpar yang akan melakukan penaklukan Gunung Aconcagua yang merupakan puncak tertinggi di Amerika Selatan yakni setinggi 6.962 mdpl itu adalah Fransiska Dimitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi Lestari (22) dan Dian Indah Carolina (20). Ketiganya merupakan mahasiswi aktif Universitas Katolik Parahyangan yang tergabung dalam Tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar.

Sebelumnya, ketiga pendaki itu berhasil mengibarkan bendera merah putih di Gunung Carstenz Pyramid, Papua, Indonesia pada Agustus 2014. Mereka juga menaklukkan Gunung Elbrus, Rusia serta Gunung Kilimanjaro, Tanzania pada Mei 2015 lalu.

Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina, merupakan puncak tertinggi di Benua Amerika Selatan dan puncak tertinggi kedua dalam rangkaian seven summits setelah Gunung Everest. "Tim rencananya bertolak dari Indonesia pada 11 Januari, ditargetkan pendakian tuntas pada 5 Februari 2015," kata Tim Publikasi Tim Wissemu Mahitala Alfons Hartanto.

Menurut Alfons, ketiga pendaki itu berangkat dan akan melakukan persiapan dan aklimatisasi dalam beberapa hari sebelum melakukan pendakian. Termasuk melakukan tes kesehatan ulang untuk memastikan kondisinya siap untuk mendaki.

"Mereka berangkat bertiga, sedangkan tim pendukungnya dari pemantau di sana. Perjalanan mereka kami pantau setiap hari dari Posko Utama di Bandung," katanya.

Sulitnya jalur pendakian Aconcagua, membuat persiapan dan perencanaan yang matang sangatlah diperlukan. Latihan fisik seperti lari dan latihan beban ditambah dengan yoga menjadi jadwal harian dari setiap anggota tim demi menambah ketahanan dan kekuatan mental anggota tim.

Persiapan juga dilakukan dengan bedah peta, latihan teknik navigasi dan persiapan alat-alat yang mendukung pendakian. Semua dipersiapkan dengan matang demi lancaranya perjalanan ini.

"Keberangkatan menuju Gunung Aconcagua ini semakin mendekatkan Tim WISSEMU untuk mencapai tujuh gunung tertinggi di tujuh benua," katanya.

Bila pendakian itu behasil akan tersisa tiga gunung lagi dari rangkaian seven summits yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dan membutuhkan usaha yang lebih diabandingkan gunung-gunung sebelumnya. Ketiga puncak yang menjadi target pedakian berikutnya adalah McKinley-Denali (6.194 mdpl) di Alaska (Amerika Utara), Vinson Masif(4.897 mdpl) di Ellsworth Range (Antartika) serta Everest (8.850 mdpl) di Nepal (Asia).

Lima tahun silam tepatnya pada 9 Januari 2011 Sofyan Arief Fesa, Xaverius Frans dan Broery Andrew Sihombing tiga dari empat orang anggota Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) berhasil menggapai puncak Gunung Aconcagua yang kemudian pada 29 Januari 2011. Janatan Ginting merupakan anggota terakhir dari Tim ISSEMU yang menyelesaikan pendakian itu.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.