- Home
- Pendidikan
- Ubah Sampah Jadi Cuan, Diolah Jadi Eco Enzyme Hasilkan Produk Antiseptic, Handsanitizer dan Pupuk
Ubah Sampah Jadi Cuan, Diolah Jadi Eco Enzyme Hasilkan Produk Antiseptic, Handsanitizer dan Pupuk
Admin
Kamis, 28 Jul 2022 14:07
PEKANBARU - Kota Pekanbaru merupakan satu di antara kota yang banyak menghasilkan sampah.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Pekanbaru, produksi sampah di Kota Pekanbaru diperkirakan mencapai 1.000 ton per hari.
Sampah tidak hanya membahayakan lingkungan namun juga kesehatan.
Untuk mengatasi ini Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan Perda No. 08 Tahun 2014 tentang pengelolaan sampah yang menyebutkan bahwa pemerintah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah berupa TPS, 3R, Stasiun Peralihan Antara dan TPA.
Bank Sampah merupakan salah satu solusi menumpuknya sampah. Kegiatan pada Bank sampah yaitu 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Reduce (Mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan).
Reuse (Memakai dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru).
Recycle (Mendaur ulang kembali barang lama menjadi barang baru).
Bank Sampah Raziq Damai Bersih merupakan salah satu Bank Sampah yang berada pada Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru.
Bank Sampah Raziq Damai Bersih baru-baru ini telah melakukan pengolahan sampah organik menjadi produk eco enzyme.
Eco enzyme merupakan cairan kaya manfaat yang dibuat melalui proses fermentasi sampah-sampah organik selama tiga bulan.
Bahan-bahan pembuatannya sendiri antara lain sisa kulit buah segar atau sisa sayuran, gula aren atau gula merah, dan air dengan perbandingan 1:3:10 secara berurut.
Cairan eco enzyme dapat digunakan sebagai antiseptic, pembersih, handsanitizer, serta pupuk.
Selain itu, 2 tahun terakhir merupakan tahun-tahun yang berat bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama pelaku usaha.
Penyebab utamanya tentu saja pandemi Covid-19 yang menyebabkan ekonomi Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia ambruk.
Banyak pelaku usaha yang gulung tikar dan banyak juga perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya agar usahanya tetap bisa berjalan.
Akan tetapi, yang menarik selama pandemic Covid-19 ini adalah penjualan alat-alat kesehatan malah meningkat drastis, bahkan mencapai 200 persen peningkatan penjualannya.
Beberapa alat kesehatan yang meningkat penjualannya selama pandemi Covid-19 adalah masker, handsanitizer, dan disinfektan.
Dalam rangka mengatasi 2 permasalahan tersebut, dan mengoptimalkan peluang penjualan alat kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini, Tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Terintegrasi Universitas Riau 2022 menggelar pelatihan.
Tema yang diusung adalah “Eco Enzyme: Solusi Sampah Organik dan Peningkatan Ekonomi” untuk para staff Bank Sampah Raziq Damai Bersih.
Adapun kegiatan pelatihan dipandu oleh Dr. Yesi Mutia selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan 10 orang mahasiswa Universitas Riau dari berbagai jurusan yang tergabung dalam Tim Kukerta Integrasi Lembah Damai Universitas Riau 2022.
Pelatihan diberikan kepada pengurus Bank Sampah Raziq Damai Bersih (RDB), Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai Pesisir pada hari Kamis-Sabtu, 20-22 Juli 2022.
Selama pelatihan berlangsung, pengurus bank sampah terlihat antusias terhadap materi yang dipaparkan.
Tim Kukerta dalam hal ini menayangkan video langkah-langkah pembuatan eco enzyme dengan tujuan menguatkan pemahaman peserta pelatihan.
Selain itu, untuk membantu pengurus Bank Sampah membuat eco enzyme, tim Kukerta berinovasi menciptakan media sederhana yang disebut “fermentor”.
Dengan tujuan membantu peserta pelatihan memaksimalkan proses pembuatan dan menciptakan kualitas eco enzyme yang lebih baik.
Tim Kukerta mempraktikkan secara langsung kepada pengurus bank sampah bagaimana proses pembuatan handsanitizer tersebut.
Handsanitizer dapat dibuat dengan mencampurkan air, eco enzyme, dan pewangi tambahan. Setelah produk handsanitizer selesai dibuat, tim Kukerta mengemas produk.
Agar Bank Sampah Raziq Damai Bersih bisa mengembangkan kegiatannya, tentu diperlukan kemampuan manajemen organisasi yang baik.
Maka dari itu, Tim Kukerta juga memberikan pelatihan terkait manajemen Bank Sampah dan kiat-kiat dalam menumbuhkan jiwa wirausaha yang baik.
Pelatihan manajemen juga menyertakan pelatihan pemasaran digital, agar produk-produk yang dihasilkan Bank Sampah bisa menembus pasar yang lebih luas lagi.
Di akhir, Tim Kukerta memberikan pelatihan pengaturan keuangan, terutama dalam hal menentukan harga jual yang menarik dan pencatatan keuangan yang baik.
“Masalah sampah telah menjadi masalah yang krusial di tengah-tengah kehidupan sekitar kita. Dengan adanya kegiatan inilah kita bisa mengetahui bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai tambah, bisa dijual, dan meningkatkan perekonomian. Kita berusaha untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang berguna,” kata Dr. Yesi Mutia.
Sementara itu, David Febryant, satu di antara mahasiswa Kukerta Lembah Damai Universitas Riau mengatakan, pelatihan ini merupakan program yang bagus dalam mengatasi masalah lingkungan dan ekonomi.
“Program pelatihan dan penyuluhan ini merupakan salah satu program unggulan Universitas dalam mengatasi masalah lingkungan dan ekonomi," ujarnya.
"Kami melihat bahwa bank sampah RDB punya potensi yang besar untuk maju dan berkembang. Maka dari itu, kami hadir untuk mendukung bank sampah memaksimalkan potensinya dan menjadi lebih baik,” ucap David Febryant.