Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Unhas Kembangkan Budidaya Rumput Laut Terbesar di Indonesia

Unhas Kembangkan Budidaya Rumput Laut Terbesar di Indonesia

Kamis, 25 Feb 2016 15:48
(Foto: dok. Pertamina)
Petani memanen rumput laut.

MAKASSAR-Setelah dipercaya melaksanakan pengembangan sapi Bali Pollet di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Universitas Hasanuddin (Unhas) juga berupaya mengembangkan budidaya rumput laut di kawasan Takalar, Sulawesi Selatan. Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan, kawasan tersebut merupakan produsen rumput laut terbesar di Indonesia.

"Kami ada pembibitan rumput laut di Takalar. Sulsel produsen rumput laut terbesar karena garis pantai yang panjang," tuturnya, di Kabupaten Enrekang, belum lama ini.

Dwia menjelaskan, telah menyelesaikan proposal dan mengajukan melalui Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) terkait pembentukan science technopark di kawasan tersebut. Menurut dia, hubungan Unhas dengan asosiasi nelayan di sana sudah cukup dekat, baik dalam hal penjemuran hingga pengolahan.

"Unhas sebenarnya menjadi ketua konsorsium rumput laut di Indonesia. Sedangkan hasil dari pengolahan digunakan untuk diserap di industri. Misalnya, bahan kapsul obat atau kertas," ujarnya.

Selain itu, ucap dia, terdapat juga beberapa hasil dari pengolahan rumput laut yang telah mendapat paten. Bahkan, para mahasiswa dari jenjang S-1 sampai S-3 banyak yang tertarik melakukan penelitian mengenai rumput laut lantaran manfaatnya yang luar biasa.

"Selain agar-agar, ada juga yang sudah paten untuk bahan lain, seperti pasta gigi dan obat kumur, hingga bahan kosmetik. Untuk produk makanan jadi ada mi berbahan dasar rumput laut," terangnya.

Dia menambahkan, dalam skala rumah tangga, rumput laut dimanfaatkan untuk membuat kue serta bahan produk kecantikan. Komoditas ini bahkan sangat potensial meningkatkan perekonomian masyarakat hingga lebih dari 100 persen.

"Dari harga bahan baku Rp8.000 bisa menjadi Rp40 ribu, sehingga kalau dilakukan pengolahan di sentra produksi dengan pasar yang tersedia akan meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 400 atau 500 persen," tukasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jun 2026 16:29

    Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal

    Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali

  • Senin, 22 Jun 2026 16:26

    Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO

    JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah

  • Senin, 22 Jun 2026 16:18

    Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal

    Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad

  • Senin, 22 Jun 2026 15:36

    Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan

    Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb

  • Senin, 22 Jun 2026 15:32

    Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026

    PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.