Peristiwa
26 Adegan Reka Ulang Gambarkan Sadisnya Farida Habisi Bayi Baru Dilahirkannya
Senin, 21 Jan 2019 15:58
Reka ulang itu digelar mulai pukul 10.00 WITA, di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda. Ada 3 dari 6 saksi dihadirkan dalam reka ulang itu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda dan kuasa hukum Farida, ikut menyaksikan reka ulang itu.
Adegan demi adegan diperagakan Farida, sambil berurai air mata. Mulai dari dia mulas di kamar indekosnya, lantaran hendak melahirkan.
Di adegan ke-16, dia membekap bayinya agar tangisannya tidak terdengar teman indekos dan membekap bayi perempuan itu hingga meregang nyawa pada adegan ke-17.
Farida lantas meminta tolong warganet dengan mengunggah status di Facebook, untuk mengetahui prosedur pemakaman bayi baru saja dibunuhnya. Hingga akhirnya, dia mendapat respons dari seorang ustaz.
Saat itu, sang ustaz tidak tahu menahu, kalau bayi itu meninggal usai dibekap ibunya. Kasur tilam dan selimut yang disita polisi sebagai barang bukti dari kamar kos Farida, jadi saksi bisu aksi sadis tersebut. Hingga akhirnya, reka ulang ditutup pada adegan ke-26, setelah polisi, ketua RT, dan warga, membawa bayi itu ke rumah sakit.
"Yang kita temukan adalah benar ada kelalaian dari pelaku sehingga mengakibatkan bayi itu meninggal," kata Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari, usai rekonstruksi, Senin (21/1).
Bunga memastikan tersangka Farida, melahirkan dan membekap bayinya seorang diri di kamar kosnya. Sementara, kekasih Farida, seorang personel Polri berpangkat Brigadir, saat kejadian itu ada di luar kota.
"Untuk calon bapak dari bayi itu, saat kejadian, sedang berada di Nunukan. Tidak ada hubungannya dengan pembunuhan itu. Jadi, bayi itu meninggal karena dibekap," terang Bunga.
Salah satu kuasa hukum tersangka, Ratih Dwi Anggraini dari Nur Janinah dan Rekan, tidak bisa berkomentar banyak. "Kondisinya (Farida) baik, tapi belum stabil," kata Ratih.
Diketahui, Farida (22) seorang mahasiswi nekat melahirkan bayinya sendiri di kamar kosnya di Jalan Pramuka VI Samarinda, Rabu (9/1) siang, diduga karena malu hamil di luar nikah. Bayi itu, lalu meninggal usai dilahirkan. Kasus itu terbongkar pagi tadi, setelah ustaz datang hendak memakamkan sang bayi, seperti keinginan ibunya, Farida.
(merdeka.com)
Polda Riau Gulung Enam Penambang Ilegal di Kuansing, Pemodal Utama Diburu
KUANSING-Tim gabungan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau dan Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menindak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Enam orang yang diduga beroperasi sebagai pekerja
Karhutla Terus Berulang, Usman Husin Minta Kemenhut Perkuat Mitigasi Sejak Awal
JAKARTA-Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Sumatera Selatan yang hampir se
Galang Kepedulian, GOW Kuansing Gelar Donor Darah
TELUKKUANTAN-Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menggelar aksi donor darah bertajuk "GOW Peduli", Kamis (6/8/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing. Ke
PalmCo: Kemitraan Petani Kunci Kemandirian Pangan dan Energi
PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menyatakan bahwa kemitraan dengan petani merupakan kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional."Peningkatan produktivitas sawit nasional
Puluhan Paket Perusak Saraf Disita, Polisi Ringkus Tiga Pengedar di Air Jamban Bengkalis
BENGKALISâ€" Tim Opsnal Polsek Mandau, Polres Bengkalis, berhasil membongkar jaringan peredaran perusak saraf narkotika jenis sabu dan ekstasi di Desa Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis