Peristiwa
Atlit Peraih Emas PON Berharap Jadi PNS
Tagih Janji Pemerintah
Selasa, 08 Nov 2016 15:43
BENGKALIS- Sejumlah atlit peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON), kini berharap cemas. Status PNS yang pernah dijanjikan oleh Pemerintah seperti tertuang dalam Permenpora semakin hari semakin kabur. Mereka berharap dukungan Pemkab Bengkalis dan KONI sebagai induk olahraga untuk bersama-sama memperjuangkan nasib mereka.
Harapan tersebut terungkap saat digelar sesi dialog pada acara Rapat Anggota KONI Kabupaten Bengkalis, Selasa (8/11), antara para pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dengan Ketua Umum KONI Provinsi Riau dan KONI Bengkalis, di Gedung Daerah.
Seperti disampaikan Ketua Pengkab Muaythai Bengkalis, Oktovianes Sinyo Lesnussa. Pria yang akrab disapa Sinyo ini menyampaikan, bahwa dirinya sangat berterima kasih atas pemberian bonus oleh pemerintah melalui KONI atas prestasi yang diraih oleh dirinya dan sejumlah atlit lainnya.
Hanya kata peraih emas cabang Tarung Drajat PON 2004 Palembang ini, bonus yang diberikan hanya bisa bertahan beberapa bulan saja, dirinya tetap berharap status PNS yang dijanjikan pemerintah bisa direalisasikan.
"Bukan kami tidak bersyukur pak, tapi untuk lebih memberikan semangat kepada kami dan adik-adik, mohon pak, Permenpora tentang penghargaan untuk atlit peraih emas ini direalisasikan. Terus terang pak, status PNS itulah harapan dan tumpuan hari tua ketika kami tidak lagi produktif," ujar Sinyo.
Sinyo yang kini bekerja sebagai tenaga honorer di Disbudparpora Kabupaten Bengkalis juga menyampaikan kerisauan yang dihadapi teman sesama atlit Tarung Drajat, M Reza "Aan". Peraih emas PON 2004 Palembang dan PON 2012 Riau itu kini harus membanting tulang membuka usaha kecil-kecilan demi keluarga.
"Usia kami tidak lagi muda pak, untuk berprestai seperti dulu sudah tidak mampu lagi. Tapi semangat kami sebagai praktisi olahraga tetap kami baktikan, kami dan kawan-kawan tetap berlatih dan melatih adik-adik agar kelak mereka juga meraih prestasi. Mohon pak apa yang sudah dijanjikan diperjuangkan," pinta Sinyo lagi.
Pun begitu untuk atlit peraih emas PON Bandung beberapa waktu lalu, secara pribadi kata Sinyo dirinya sudah menyampaikan kepada pejabat terkait agar mereka diberdayakan, minimal ebagai tenaga honor di SKPD yang ada.
Terkait kenyataan tersebut, Ketua Umum KONI Provinsi Riau, H Emrizal Pakis mengatakan, kewenangan pengangkatan PNS berada di pusat, pemerintah daerah sipatnya hanya mengusulkan. Hanya memang kata Emrizal, pengangkatan atlit peraih emas PON dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah yang diusulkan jauh lebih banyak dibanding kuota pengangkatan.
"Intinya kita harus bersabar, karena memang kuota pengangkatan PNS setiap tahunnya sangat terbatas. Dam untuk Riau sendiri sudah ada beberapa atlit berprestasi yang sudah dangkat menjadi PNS," sebut Emrizal Pakis.
Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Bengkalis Syaukani menambahkan, dirinya sudah menyampaikan persoalam tersebut kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Pada prinsipnya kata Syaukani, Bupati sangat memaklumi dan berusaha memperjuangkan apa yang memang menjadi hak para atlit Bengkalis tersebut.
"Termasuk yang tadi malam (saat rapat anggota KONI,red) sudah tiga kali saya bisikkan dengan pak Bupati. Pak Bupati merespon dengan baik dan akan berusaha menindaklanjuti ini. Harapan kita tentunya, KONI bersama-sama Pemerintah Daerah dan Pemprov bersama-sama memperjuangan apa yang menjadi haknya para atlit ini," sebut Syaukani.(afd)
Peristiwa
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke