Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Banjir Karawang meluas di 7 kecamatan, 6 ribu warga mengungsi

Peristiwa

Banjir Karawang meluas di 7 kecamatan, 6 ribu warga mengungsi

Selasa, 15 Nov 2016 09:05
merdeka.com
Banjir Karawang.

Hari kedua bencana banjir terdampak luapan tiga aliran sungai di Kabupaten Karawang Jawa Barat terus meluas. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, banjir terus meluas dari sebelumnya terjadi di empat kecamatan, saat ini menjadi tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan yang tergenang saat ini ialah Kecamatan Teluk Jambe Barat dan Teluk Jambe Timur, Karawang Barat dan Karawang Timur, Kecamatan Batu Jaya dan Pakis Jaya serta Kecamatan Cilamaya.

Selain Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, luapan juga terjadi dari sungai Cilamaya. Itu terjadi karena aliran sungai tidak bisa menampung debit air dengan volume yang terus meninggi.

Dalam musibah banjir di Kabupaten Karawang, sedikitnya enam ribu warga terpaksa harus mengungsi ke sejumlah lokasi yang dianggap aman dari banjir. Seperti mendirikan tenda-tenda darurat di pinggir jalan hingga menempati rumah ibadah serta kantor pemerintah.

Keberadaan korban banjir cukup memprihatinkan mengingat di sejumlah titik mereka belum tersentuh bantuan. Seperti di wilayah Karawang Barat, mereka saat ini membutuhkan makanan siap saji, dan pakaian, selimut serta susu bagi balita.

"Kalau bantuan ke sini belum ada, apalagi posko yang bisa menjamin ketersediaan makanan dan kesehatan bagi kami di sini," kata salah seorang korban banjir, Ali, Selasa (15/11).

Banjir saat ini masih menggenangi permukiman dan perumahan dengan ketinggian 1 meter, bahkan di sejumlah lokasi mencapai 2 meter seperti di sekitar bantaran sungai Citarum.

"Mudah-mudahan, kami semua berharap banjirnya segera surut, cuaca segera membaik," ujar Ali.

Sedangkan di tengah bencana banjir yang melanda, dikabarkan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana sedang tidak ada di daerahnya. Dari informasi yang berkembang dia tengah melakukan perjalanan untuk mengikuti salah satu kegiatan di Italia.

Banjir di Kabupaten Karawang terjadi sejak Minggu malam dan puncaknya Senin 14 November 2016 kemarin. Sungai Citarum dan Cibeet serta sungai Cilamaya meluap masuk ke permukiman warga.

Belum diketahui secara pasti total kerugian atas bencana tahunan tersebut. Namun ditaksir bisa mencapai miliaran rupiah.(merdeka.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.