Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bocah 8 Tahun di Polman Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan

Peristiwa,

Bocah 8 Tahun di Polman Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 18 Agu 2025 11:41
Berita satu.com
Muhammad Alwi (8), bocah asal Lingkungan Minangaliu, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, tewas tersengat listrik saat berusaha mengambil layangan, Minggu (17/8/2025) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 Wita ketika korban bersama dua temannya mengejar layangan yang tersangkut di pohon. Tanpa disadari, Alwi menyentuh dinding kamar mandi berbahan seng yang teraliri listrik.

Dua temannya yang menyaksikan kejadian itu langsung histeris dan meminta bantuan ayah korban. Muhammad Alwi sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat pada Senin (18/8/2025). Keluarga korban tampak menangis histeris melihat tubuh bocah SD itu terbujur kaku.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara petugas PLN memangkas pohon di sekitar lokasi yang diduga membuat kabel listrik menyentuh rumah warga.

Lurah Manding, Sudirman Kasim, menjelaskan seng rumah yang tersetrum dialiri listrik dari kabel PLN yang bersentuhan dengan atap rumah warga.

"Kabel PLN bersentuhan dengan atap rumah, saya kurang paham apakah itu kabel induk atau seperti apa, yang jelas kabelnya menyentuh seng. Menurut informasi atap rumah ini bersentuhan dengan dinding kamar mandi yang terbuat dari seng juga," kata Sudirman.

Menurutnya, warga sekitar tidak mengetahui adanya kabel listrik yang menyentuh atap rumah sehingga tidak ada antisipasi sebelumnya.

"Menurut penjelasan PLN, tidak mungkin ada arus listrik apabila tidak ada kabel yang terbuka. Kemungkinan kabel itu sudah lama telanjang, tetapi yang punya rumah tidak tahu," ungkapnya.

Ia menambahkan, korban saat kejadian sedang fokus melihat layangan di pohon dan tidak sadar seng di belakangnya teraliri listrik.

"Korban saat itu terus melihat ke atas pohon kelapa, dia mundur, tidak menyadari kalau seng yang berada di belakangnya teraliri listrik," ungkapnya.***(Berita Satu.com) 
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.