Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Buka-bukaan Panglima TNI soal ancaman di Indonesia

Peristiwa

Buka-bukaan Panglima TNI soal ancaman di Indonesia

Kamis, 17 Nov 2016 08:48
handout
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Indonesia tengah mendapat berbagai ancaman dari banyak negara. Banyak alasan Indonesia menjadi target untuk diburu. Menjaga kedaulatan bangsa terus menjadi fokus pemerintah menghalau banyak ancaman.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut salah satu ancaman bagi Indonesia terkait penambahan tentara Amerika Serikat di Pangkalan Darwin, Australia. Negara Adidaya itu menambah lebih kurang seribu pasukan. Kondisi ini dianggap sebagai ancaman lantaran dekat dengan Pulau Masela, Pulau Saumlaki dan Pulau Selaru.

Pulau Masela paling dikhawatirkan Gatot. Sebab, jaraknya hanya 90 kilometer dari Darwin. "Di sana (Darwin) sudah ada 1.500 pasukan Amerika dan akan ditingkatkan menjadi 2.500," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Depok, Rabu kemarin.

Penambahan pasukan dilakukan Amerika ini menjadi pertanyaan besar bagi Gatot. Mengingat Australia adalah negara kontinental. Maka itu, pihaknya mengambil keputusan bahwa kondisi ini mengancam kedaulatan Indonesia.

"Sebagai Panglima TNI saya melihat itu sebagai ancaman," tegasnya.

Menurut Gatot, ancaman terhadap Indonesia datang dari berbagai cara mulai dari narkotik, FPDA, terorisme maupun konflik Laut Cina Selatan. "Kita harus siap menghadapi itu. Karena kita negara yang kaya sehingga banyak yang ingin menguasai," ungkapnya.

Sebagai negara terbesar berada di kawasan equator, kata dia, tentu banyak pula ancaman datang. Sehingga itu harus disikapi agar tidak menyebabkan perpecahan NKRI. Untuk itu, Gatot meminta harus mencegah hasutan dan provokasi dapat memecahkan kesatuan. "Ajak anak bangsa bergotong royong supaya NKRI tidak terpecah," pungkasnya.

Di samping itu, Gatot juga menyebut bahwa Australia sebagai penyumbang dana terbesar bagi teroris di Indonesia. Selain itu, Malaysia, Bruneidarussalam dan Filipina juga dituding sebagai donatur aksi terorisme.

"Teroris di Indonesia dana paling besar adalah dari Australia, Malaysia, Bruneidarussalam dan Filipina," ungkapnya.

Gatot menjelaskan, konflik dunia disebabkan karena latar belakang energi. Ketika dunia terjadi konflik maka menyebabkan hancurnya tatanan masyarakat. "Konflik dunia, 70 persen dilatarbelakangi energi. Krisis energi menyebabkan kompetisi global dan merusak tatanan masyarakat," ujarnya.

Kondisi ini, kata Gatot, ditambah pertumbuhan penduduk cukup pesat. Tahun 2014 jumlahnya mencapai 7,3 miliar jiwa dengan kebutuhan energi sebesar 41 persen. Diperkirakan energi fosil dunia akan habis tahun 2043. Sementara satu-satunya harapan tersisa adalah pemanfaatan energi hayati.

"Kelangkaan pangan ini menimbulkan dampak mengerikan bagi dunia. Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam melimpah dan ini yang dilirik banyak negara," terangnya. (merdeka.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.